Detail Katalog
ID: 28539Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGARUH ADOPSI PLATFORM E-COMMERCE TERHADAP PENGALAMAN PENGGUNA PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Devalentin
Pengarang:
Devalentin
Devalentin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pembangunan Ekonomi
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
15 : Ilus
Nomor Panggil:
338.045 983 4 DEV p
338.045 983 4 DEV p
Control Number:
INLIS000000001191795
INLIS000000001191795
BIB ID:
0010-0126000240
0010-0126000240
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat adopsi platform e-Commerce di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah menjadi tantangan dalam mengoptimalkan pemasaran digital dan peningkatan produktivitas. Meskipun pemerintah daerah telah menginisiasi berbagai program digitalisasi, sebagian besar pelaku UMKM masih belum
memanfaatkan e-Commerce secara maksimal, terutama karena kurangnya persepsi terhadap manfaat dan kemudahan penggunaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness (PU) terhadap attitude toward using (ATU) dan behavioral intention to use (BIU); pengaruh perceived ease of use (PEU) terhadap ATU dan BIU; serta mengevaluasi pengaruh BIU terhadap actual use (AU) oleh pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4, berdasarkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM). Pemilihan metode ini disesuaikan untuk menguji hubungan antar variabel laten secara komprehensif. Data dikumpulkan dari 100 responden yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah yang telah atau sedang menggunakan platform e-commerce. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu: (1) aktif sebagai pelaku UMKM, (2) berdomisili di Kalimantan Tengah, dan (3) memiliki pengalaman menggunakan platform e-commerce minimal satu bulan. Selain itu, terdapat informan kunci, yaitu pelaku UMKM yang secara aktif menggunakan platform e-commerce lebih dari satu tahun serta memiliki jaringan dalam komunitas UMKM lokal, guna memberikan wawasan yang lebih mendalam dan representatif terhadap perilaku adopsi teknologi.
Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU berpengaruh positif terhadap ATU namun tidak terhadap BIU. Sementara itu, PEU berpengaruh positif terhadap ATU dan BIU. BIU sendiri terbukti berpengaruh positif terhadap AU. Hubungan terkuat ditemukan antara BIU dan AU, menunjukkan bahwa niat penggunaan menjadi faktor paling menentukan dalam adopsi e-Commerce. Kesimpulan: Untuk mendorong penggunaan e- Commerce oleh UMKM, diperlukan peningkatan persepsi kemudahan dan manfaat penggunaan teknologi serta pembentukan sikap positif terhadap penggunaannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dan pelaku UMKM agar dapat lebih optimal dalam proses digitalisasi usaha.
Kata Kunci: Adopsi e-Commerce, UMKM, Pengalaman Pengguna, SEM-PLS, Technology Acceptance Model.
memanfaatkan e-Commerce secara maksimal, terutama karena kurangnya persepsi terhadap manfaat dan kemudahan penggunaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness (PU) terhadap attitude toward using (ATU) dan behavioral intention to use (BIU); pengaruh perceived ease of use (PEU) terhadap ATU dan BIU; serta mengevaluasi pengaruh BIU terhadap actual use (AU) oleh pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4, berdasarkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM). Pemilihan metode ini disesuaikan untuk menguji hubungan antar variabel laten secara komprehensif. Data dikumpulkan dari 100 responden yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah yang telah atau sedang menggunakan platform e-commerce. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu: (1) aktif sebagai pelaku UMKM, (2) berdomisili di Kalimantan Tengah, dan (3) memiliki pengalaman menggunakan platform e-commerce minimal satu bulan. Selain itu, terdapat informan kunci, yaitu pelaku UMKM yang secara aktif menggunakan platform e-commerce lebih dari satu tahun serta memiliki jaringan dalam komunitas UMKM lokal, guna memberikan wawasan yang lebih mendalam dan representatif terhadap perilaku adopsi teknologi.
Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU berpengaruh positif terhadap ATU namun tidak terhadap BIU. Sementara itu, PEU berpengaruh positif terhadap ATU dan BIU. BIU sendiri terbukti berpengaruh positif terhadap AU. Hubungan terkuat ditemukan antara BIU dan AU, menunjukkan bahwa niat penggunaan menjadi faktor paling menentukan dalam adopsi e-Commerce. Kesimpulan: Untuk mendorong penggunaan e- Commerce oleh UMKM, diperlukan peningkatan persepsi kemudahan dan manfaat penggunaan teknologi serta pembentukan sikap positif terhadap penggunaannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dan pelaku UMKM agar dapat lebih optimal dalam proses digitalisasi usaha.
Kata Kunci: Adopsi e-Commerce, UMKM, Pengalaman Pengguna, SEM-PLS, Technology Acceptance Model.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06515/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191795 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260113104340 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000240 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGARUH ADOPSI PLATFORM E-COMMERCE TERHADAP PENGALAMAN PENGGUNA PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Devalentin | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Devalentin | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24991 | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 338.045 983 4 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 338.045 983 4 DEV p | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Pembangunan Ekonomi | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat adopsi platform e-Commerce di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah menjadi tantangan dalam mengoptimalkan pemasaran digital dan peningkatan produktivitas. Meskipun pemerintah daerah telah menginisiasi berbagai program digitalisasi, sebagian besar pelaku UMKM masih belum memanfaatkan e-Commerce secara maksimal, terutama karena kurangnya persepsi terhadap manfaat dan kemudahan penggunaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness (PU) terhadap attitude toward using (ATU) dan behavioral intention to use (BIU); pengaruh perceived ease of use (PEU) terhadap ATU dan BIU; serta mengevaluasi pengaruh BIU terhadap actual use (AU) oleh pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4, berdasarkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM). Pemilihan metode ini disesuaikan untuk menguji hubungan antar variabel laten secara komprehensif. Data dikumpulkan dari 100 responden yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah yang telah atau sedang menggunakan platform e-commerce. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu: (1) aktif sebagai pelaku UMKM, (2) berdomisili di Kalimantan Tengah, dan (3) memiliki pengalaman menggunakan platform e-commerce minimal satu bulan. Selain itu, terdapat informan kunci, yaitu pelaku UMKM yang secara aktif menggunakan platform e-commerce lebih dari satu tahun serta memiliki jaringan dalam komunitas UMKM lokal, guna memberikan wawasan yang lebih mendalam dan representatif terhadap perilaku adopsi teknologi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU berpengaruh positif terhadap ATU namun tidak terhadap BIU. Sementara itu, PEU berpengaruh positif terhadap ATU dan BIU. BIU sendiri terbukti berpengaruh positif terhadap AU. Hubungan terkuat ditemukan antara BIU dan AU, menunjukkan bahwa niat penggunaan menjadi faktor paling menentukan dalam adopsi e-Commerce. Kesimpulan: Untuk mendorong penggunaan e- Commerce oleh UMKM, diperlukan peningkatan persepsi kemudahan dan manfaat penggunaan teknologi serta pembentukan sikap positif terhadap penggunaannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dan pelaku UMKM agar dapat lebih optimal dalam proses digitalisasi usaha. Kata Kunci: Adopsi e-Commerce, UMKM, Pengalaman Pengguna, SEM-PLS, Technology Acceptance Model. | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 13 Jan 2026