Detail Katalog

ID: 28542
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) SEBAGAI INOVASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR : (MPP) / Dhea Akmal Yon Daryono

Pengarang:
Dhea Akmal Yon Daryono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Mal pelayanan publik
Deskripsi Fisik:
18
Nomor Panggil:
352.385 982 8 DHE m
Control Number:
INLIS000000001191798
BIB ID:
0010-0126000243
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pacitan
sebelum adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) menghadapi berbagai permasalahan mendasar,
seperti birokrasi berbelit-belit, prosedur pelayanan yang panjang, biaya tidak transparan, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Dampaknya, masyarakat sering harus mendatangi banyak kantor, menghabiskan waktu dan biaya lebih, serta merasa kebingungan dengan alur pelayanan yang tidak seragam. Kondisi ini memicu rendahnya tingkat kepuasan masyarakat, sebagaimana tercermin pada skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pacitan yang masih di bawah target nasional sebelum MPP diterapkan. Masalah ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis teknologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Pacitan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan
peneliti untuk menggali secara mendalam mengenai proses implementasi MPP, hambatan yang dihadapi, dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi tersebut Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara
dilakukan dengan tujuh informan melalui purposive sampling, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pacitan, Sekretaris DPMPTSP, dua petugas pelayanan MPP, serta tiga pengguna layanan yang mewakili masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan lima dimensi Teori Inovasi Roger :
produk/layanan, proses, metode, kebijakan, dan sistem. Hasil/Temuan: Temuan penelitian
menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan
satu atap dan transformasi digital (seperti OSS dan SICANTIK). Inovasi ini memenuhi kelima dimensi inovasi, menghasilkan pelayanan yang lebih efisien, mudah diakses, dan transparan.Keberhasilan ini tercermin dalam peningkatan jumlah izin terbit, Indeks Kepuasan Masyarakat(IKM), dan Indeks Profesionalitas Aparatur (IPA) tahun 2024. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kuat pemerintah daerah, integrasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, dan SDM profesional. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan keahlian digital, integrasi sistem yang belum sempurna, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih rendah. Kesimpulan: Implementasi MPP di Kabupaten Pacitanberhasil menjadi inovasi pelayanan publik yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan dan transformasi digital. Namun, diperlukan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam aspek teknologi dan adaptasi masyarakat..
Kata kunci: Inovasi Pelayanan Publik; Integrasi Layanan; Mal Pelayanan Publik; Kualitas
Pelayanan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00017/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191798 1
005 _ _ 20260113105231 2
035 # # $a 0010-0126000243 3
245 1 # $a MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) SEBAGAI INOVASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR : $b (MPP) /$c Dhea Akmal Yon Daryono 4
100 _ # $a Dhea Akmal Yon Daryono 5
300 # # $a 18 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24752 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 352.385 982 8 9
084 # # $a 352.385 982 8 DHE m 10
650 # 4 $a Mal pelayanan publik 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pacitan sebelum adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti birokrasi berbelit-belit, prosedur pelayanan yang panjang, biaya tidak transparan, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Dampaknya, masyarakat sering harus mendatangi banyak kantor, menghabiskan waktu dan biaya lebih, serta merasa kebingungan dengan alur pelayanan yang tidak seragam. Kondisi ini memicu rendahnya tingkat kepuasan masyarakat, sebagaimana tercermin pada skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pacitan yang masih di bawah target nasional sebelum MPP diterapkan. Masalah ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis teknologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Pacitan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam mengenai proses implementasi MPP, hambatan yang dihadapi, dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan inovasi tersebut Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan tujuh informan melalui purposive sampling, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pacitan, Sekretaris DPMPTSP, dua petugas pelayanan MPP, serta tiga pengguna layanan yang mewakili masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan lima dimensi Teori Inovasi Roger : produk/layanan, proses, metode, kebijakan, dan sistem. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan satu atap dan transformasi digital (seperti OSS dan SICANTIK). Inovasi ini memenuhi kelima dimensi inovasi, menghasilkan pelayanan yang lebih efisien, mudah diakses, dan transparan.Keberhasilan ini tercermin dalam peningkatan jumlah izin terbit, Indeks Kepuasan Masyarakat(IKM), dan Indeks Profesionalitas Aparatur (IPA) tahun 2024. Faktor pendukungnya meliputi komitmen kuat pemerintah daerah, integrasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, dan SDM profesional. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan keahlian digital, integrasi sistem yang belum sempurna, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih rendah. Kesimpulan: Implementasi MPP di Kabupaten Pacitanberhasil menjadi inovasi pelayanan publik yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan melalui integrasi layanan dan transformasi digital. Namun, diperlukan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam aspek teknologi dan adaptasi masyarakat.. Kata kunci: Inovasi Pelayanan Publik; Integrasi Layanan; Mal Pelayanan Publik; Kualitas Pelayanan. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 13 Jan 2026
Export