Detail Katalog
ID: 28546Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
OPTIMALISASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR / Rendhy Rafiqurrahman
Pengarang:
Rendhy Rafiqurrahman
Rendhy Rafiqurrahman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Publik
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
15 : Ilus
Nomor Panggil:
352.598.425.1 REN o
352.598.425.1 REN o
Control Number:
INLIS000000001191802
INLIS000000001191802
BIB ID:
0010-0126000247
0010-0126000247
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu wilayah dengan Indeks Keterbukaan Informasi Publik tidak optimal. Tahun 2023 skor yang didapat hanya 23,71 dengan penyebab utama berupa kebocoran sistem keamanan server website Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek. Skor ini sangat jauh dari target yang tertuang dalam Renstra Dinas Kominfo Trenggalek yaitu 80 - 96. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi keterbukaan informasi publik melalui collaborative governance di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, mengkaji hambatan yang ada, dan juga mengkaji upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di Trenggalek. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teor Collaborative Governance oleh Ansell dan Gash tahun 2018. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara serta dilakukan triangulasi data. Informan yang diambil sebanyak 12 orang. Pelaksanaan analisis data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Temuan di lokus penelitian mengungkapkan bahwa konsep kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta baik media massa maupun penyedia barang menjadi sebuah program yang dilaksanakan dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek dalam mengoptimalkan kualitas keterbukaan informasi. Pada dimensi adaptive governance semua indikator sudah berjalan dengan baik baik keterlibatan dan adaptasi dengan perubahan yang cepat. Pada dimensi network management sudah terdapat koordinasi dalam platform terintegrasi antara pemerintah, Masyarakat, dan pihak swasta. Pada dimensi participatory engagement sudah terdapat partisipasi aktif dari semua lini kolaborasi, selain itu inklusivitas dalam pengambilan Keputusan juga sudah dilakukan meskipun porsi Masyarakat lebih terbatas. Pada dimensi collaborative capacity building sudah ada peningkatan kapasitas yang baik bagi internal dinas dan juga Masyarakat, untuk pihak swasta belum dilakukan karena pihak swasta dirasa memiliki keahlian yang cukup. Pada dimensi outcome evaluation sudah ada dampak yang bagus di Masyarakat dibuktikan dengan kemudahan layanan informasi yang didapatkan. Kesimpulan: sistem pelaksanaan program peningkatan kualitas keterbukaan informasi melalui collaborative governance sudah berjalan dengan optimal akan tetapi belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai keterbukaan informasi dari semula diangka 23,71 menjadi 48,76 di tahun 2024.
KataKunci:Keterbukaan Informasi, Optimalisasi, Collaborative Governance
KataKunci:Keterbukaan Informasi, Optimalisasi, Collaborative Governance
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00020/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 12 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191802 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260113110204 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000247 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a OPTIMALISASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR /$c Rendhy Rafiqurrahman | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Rendhy Rafiqurrahman | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 : $b Ilus | 6 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 7 |
| 082 | # |
# |
$a 352.598.425.1 | 8 |
| 084 | # |
# |
$a 352.598.425.1 REN o | 9 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Publik | 10 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu wilayah dengan Indeks Keterbukaan Informasi Publik tidak optimal. Tahun 2023 skor yang didapat hanya 23,71 dengan penyebab utama berupa kebocoran sistem keamanan server website Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek. Skor ini sangat jauh dari target yang tertuang dalam Renstra Dinas Kominfo Trenggalek yaitu 80 - 96. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi keterbukaan informasi publik melalui collaborative governance di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, mengkaji hambatan yang ada, dan juga mengkaji upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di Trenggalek. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teor Collaborative Governance oleh Ansell dan Gash tahun 2018. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara serta dilakukan triangulasi data. Informan yang diambil sebanyak 12 orang. Pelaksanaan analisis data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Temuan di lokus penelitian mengungkapkan bahwa konsep kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta baik media massa maupun penyedia barang menjadi sebuah program yang dilaksanakan dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek dalam mengoptimalkan kualitas keterbukaan informasi. Pada dimensi adaptive governance semua indikator sudah berjalan dengan baik baik keterlibatan dan adaptasi dengan perubahan yang cepat. Pada dimensi network management sudah terdapat koordinasi dalam platform terintegrasi antara pemerintah, Masyarakat, dan pihak swasta. Pada dimensi participatory engagement sudah terdapat partisipasi aktif dari semua lini kolaborasi, selain itu inklusivitas dalam pengambilan Keputusan juga sudah dilakukan meskipun porsi Masyarakat lebih terbatas. Pada dimensi collaborative capacity building sudah ada peningkatan kapasitas yang baik bagi internal dinas dan juga Masyarakat, untuk pihak swasta belum dilakukan karena pihak swasta dirasa memiliki keahlian yang cukup. Pada dimensi outcome evaluation sudah ada dampak yang bagus di Masyarakat dibuktikan dengan kemudahan layanan informasi yang didapatkan. Kesimpulan: sistem pelaksanaan program peningkatan kualitas keterbukaan informasi melalui collaborative governance sudah berjalan dengan optimal akan tetapi belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai keterbukaan informasi dari semula diangka 23,71 menjadi 48,76 di tahun 2024. KataKunci:Keterbukaan Informasi, Optimalisasi, Collaborative Governance | 11 |
| 856 | # |
# |
$a - | 12 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 13 Jan 2026