Detail Katalog

ID: 28590
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOORDINASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA CUKAI TIPE MADYA DALAM PELAKSANAAN GEMPUR ROKOK ILEGAL DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR / Tegar Irza Auliansyah Budi

Pengarang:
Tegar Irza Auliansyah Budi ; Mu'tamirudin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Kejahatan Finansial
Deskripsi Fisik:
17
Nomor Panggil:
364.168 598 288 2 TEG k
Control Number:
INLIS000000001191846
BIB ID:
0010-0126000291
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Permasalahan peredaran rokok ilegal menjadi fokus perhatian pemerintah karena berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi negara serta membahayakan kesehatan masyarakat. Program Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Banyuwangi telah diimplementasikan, namun berdasarkan data yang tersedia, tingkat peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut masih tidak ada penurunan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk koordinasi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya dalam pelaksanaan program Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Banyuwangi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis strategi penertiban praktik prostitusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Binjai. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder yang diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, antara lain wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat dan anggota Satpol PP serta tokoh masyarakat. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil : Penanganan rokok ilegal di Kabupaten Banyuwangi mengharuskan koordinasi erat antara Satpol PP dan Bea Cukai guna mencapai solusi yang berkelanjutan. Penelitian menunjukkan koordinasi kedua lembaga berjalan optimal melalui operasi bersama, pertukaran informasi, dan tim terpadu. Komunikasi berjalan baik secara formal dan fungsional, namun belum terstruktur secara berkala sehingga kadang terjadi tumpang tindih informasi. Pembagian tugas mengacu pada tupoksi masing-masing, Bea Cukai fokus pada penindakan barang kena cukai ilegal dan Satpol PP mendukung pengumpulan data serta pendampingan operasi. Disiplin pelaksanaan cukup baik, meski masih terkendala keterbatasan personel dan sarana prasarana. Faktor pendukung meliputi kesamaan visi, komitmen pimpinan, dan dukungan kebijakan daerah melalui Tim Operasi Bersama. Kesimpulan : Penelitian menyimpulkan bahwa koordinasi antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai berjalan secara optimal. Semua
unsur pendukung telah melaksanakan tugas dengan baik. Pelaksanaan program menghadapi hambatan berupa sosialisasi yang kurang optimal dan rendahnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam edukasi dan pengawasan. Kata kunci: Koordinasi, Rokok Ilegal, Gempur Rokok Ilegal
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00038/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191846 1
005 _ _ 20260115093957 2
035 # # $a 0010-0126000291 3
245 1 # $a KOORDINASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA CUKAI TIPE MADYA DALAM PELAKSANAAN GEMPUR ROKOK ILEGAL DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR /$c Tegar Irza Auliansyah Budi 4
100 _ # $a Tegar Irza Auliansyah Budi 5
300 # # $a 17 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23734 7
700 _ # $a Mu'tamirudin 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 364.168 598 288 2 10
084 # # $a 364.168 598 288 2 TEG k 11
650 # 4 $a Kejahatan Finansial 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Permasalahan peredaran rokok ilegal menjadi fokus perhatian pemerintah karena berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi negara serta membahayakan kesehatan masyarakat. Program Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Banyuwangi telah diimplementasikan, namun berdasarkan data yang tersedia, tingkat peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut masih tidak ada penurunan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk koordinasi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya dalam pelaksanaan program Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Banyuwangi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis strategi penertiban praktik prostitusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Binjai. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder yang diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, antara lain wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat dan anggota Satpol PP serta tokoh masyarakat. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil : Penanganan rokok ilegal di Kabupaten Banyuwangi mengharuskan koordinasi erat antara Satpol PP dan Bea Cukai guna mencapai solusi yang berkelanjutan. Penelitian menunjukkan koordinasi kedua lembaga berjalan optimal melalui operasi bersama, pertukaran informasi, dan tim terpadu. Komunikasi berjalan baik secara formal dan fungsional, namun belum terstruktur secara berkala sehingga kadang terjadi tumpang tindih informasi. Pembagian tugas mengacu pada tupoksi masing-masing, Bea Cukai fokus pada penindakan barang kena cukai ilegal dan Satpol PP mendukung pengumpulan data serta pendampingan operasi. Disiplin pelaksanaan cukup baik, meski masih terkendala keterbatasan personel dan sarana prasarana. Faktor pendukung meliputi kesamaan visi, komitmen pimpinan, dan dukungan kebijakan daerah melalui Tim Operasi Bersama. Kesimpulan : Penelitian menyimpulkan bahwa koordinasi antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Bea Cukai berjalan secara optimal. Semua unsur pendukung telah melaksanakan tugas dengan baik. Pelaksanaan program menghadapi hambatan berupa sosialisasi yang kurang optimal dan rendahnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam edukasi dan pengawasan. Kata kunci: Koordinasi, Rokok Ilegal, Gempur Rokok Ilegal 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name