Detail Katalog
ID: 28591Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI METODE PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN / Theresa Pitma Gultom
Pengarang:
Theresa Pitma Gultom ; Riani Bakri
Theresa Pitma Gultom ; Riani Bakri
Penerbit:
Insititut Peemerintahan Dalam Negeri,
Insititut Peemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pemberdayaan Masyarakat
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
15 : Ilus
Nomor Panggil:
307.109 598 121 1 THE a
307.109 598 121 1 THE a
Control Number:
INLIS000000001191847
INLIS000000001191847
BIB ID:
0010-0126000292
0010-0126000292
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis
dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Di Kecamatan Medan Amplas, yang
berada pada kuadran IV dengan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rendah dibandingkan
kecamatan lain di Kota Medan, pengembangan keterampilan wirausaha menjadi kunci untuk
mengatasi tantangan ekonomi dan membuka peluang kerja baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan peningkatan keterampilan
wirausaha di Kecamatan Medan Amplas, mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi
pelaksanaannya, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam,
observasi, dan studi dokumentasi. Delapan informan dipilih menggunakan teknik purposive
sampling, terdiri dari 1 Camat Medan Amplas, 1 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, 1
instruktur pelatihan, dan 5 peserta pelatihan. Informan-informan ini dipilih berdasarkan keterlibatan
langsung dan pemahaman komprehensif mereka terhadap implementasi program pelatihan
kewirausahaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan proses reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Medan Amplas
menghadapi hambatan berupa pola pendapatan yang fluktuatif, pengelolaan keuangan yang
dipengaruhi norma sosial-budaya, trauma dari pengalaman kegagalan sebelumnya, keterbatasan
keterampilan teknis, dan rendahnya standar kualitas produk. Upaya yang telah dilakukan untuk
mengatasi hambatan tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah
produk, pelatihan penetapan harga dan strategi dagang, bantuan modal, serta introduksi teknologi
tepat guna. Kesimpulan: Untuk memutus lingkaran kemiskinan, diperlukan pendekatan holistik yang
tidak hanya menyentuh aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosialbudaya, psikologis, dan struktural yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai dinas terkait serta akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Amplas.
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Keterampilan Wirausaha, Kemiskinan
dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Di Kecamatan Medan Amplas, yang
berada pada kuadran IV dengan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rendah dibandingkan
kecamatan lain di Kota Medan, pengembangan keterampilan wirausaha menjadi kunci untuk
mengatasi tantangan ekonomi dan membuka peluang kerja baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan peningkatan keterampilan
wirausaha di Kecamatan Medan Amplas, mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi
pelaksanaannya, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam,
observasi, dan studi dokumentasi. Delapan informan dipilih menggunakan teknik purposive
sampling, terdiri dari 1 Camat Medan Amplas, 1 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, 1
instruktur pelatihan, dan 5 peserta pelatihan. Informan-informan ini dipilih berdasarkan keterlibatan
langsung dan pemahaman komprehensif mereka terhadap implementasi program pelatihan
kewirausahaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan proses reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Medan Amplas
menghadapi hambatan berupa pola pendapatan yang fluktuatif, pengelolaan keuangan yang
dipengaruhi norma sosial-budaya, trauma dari pengalaman kegagalan sebelumnya, keterbatasan
keterampilan teknis, dan rendahnya standar kualitas produk. Upaya yang telah dilakukan untuk
mengatasi hambatan tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah
produk, pelatihan penetapan harga dan strategi dagang, bantuan modal, serta introduksi teknologi
tepat guna. Kesimpulan: Untuk memutus lingkaran kemiskinan, diperlukan pendekatan holistik yang
tidak hanya menyentuh aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosialbudaya, psikologis, dan struktural yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai dinas terkait serta akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Amplas.
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Keterampilan Wirausaha, Kemiskinan
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06522/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191847 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260115094131 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000292 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI METODE PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN /$c Theresa Pitma Gultom | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Theresa Pitma Gultom | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 15 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24161 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Riani Bakri | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Insititut Peemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 307.109 598 121 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 307.109 598 121 1 THE a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pemberdayaan Masyarakat | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Di Kecamatan Medan Amplas, yang berada pada kuadran IV dengan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rendah dibandingkan kecamatan lain di Kota Medan, pengembangan keterampilan wirausaha menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ekonomi dan membuka peluang kerja baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan peningkatan keterampilan wirausaha di Kecamatan Medan Amplas, mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pelaksanaannya, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Delapan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 1 Camat Medan Amplas, 1 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, 1 instruktur pelatihan, dan 5 peserta pelatihan. Informan-informan ini dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dan pemahaman komprehensif mereka terhadap implementasi program pelatihan kewirausahaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Medan Amplas menghadapi hambatan berupa pola pendapatan yang fluktuatif, pengelolaan keuangan yang dipengaruhi norma sosial-budaya, trauma dari pengalaman kegagalan sebelumnya, keterbatasan keterampilan teknis, dan rendahnya standar kualitas produk. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah produk, pelatihan penetapan harga dan strategi dagang, bantuan modal, serta introduksi teknologi tepat guna. Kesimpulan: Untuk memutus lingkaran kemiskinan, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya menyentuh aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosialbudaya, psikologis, dan struktural yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai dinas terkait serta akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Amplas. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Keterampilan Wirausaha, Kemiskinan | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 15 Jan 2026