Detail Katalog
ID: 28600Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH UNTUK PELIBATAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN KAIN TENUN ENDEK DI KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI / I Putu Surya Bagaskara
Pengarang:
I Putu Surya Bagaskara ; Eko Budi Santoso
I Putu Surya Bagaskara ; Eko Budi Santoso
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Kebudayaan Indonesia
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
306.095 986 211 I P s
306.095 986 211 I P s
Control Number:
INLIS000000001191856
INLIS000000001191856
BIB ID:
0010-0126000301
0010-0126000301
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelestarian budaya lokal menjadi tantangan besar di era modern, khususnya terhadap kain tenun endek sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Rendahnya minat generasi muda terhadap seni menenun tradisional menciptakan kesenjangan (gap) yang mengancam keberlanjutan tradisi ini. Berdasarkan data, lebih dari 95% penduduk usia produktif (10–24 tahun) di Jembrana menunjukkan ketidaktertarikan terhadap tenun endek. Hal ini menegaskan perlunya strategi khusus dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pelestarian dan pengembangan tenun endek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai strategi yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melibatkan pemuda dalam pengembangan dan pelestarian kain tenun endek, serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari instansi pemerintah, pengrajin, pemuda, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai strategi, seperti pendirian sentra tenun, pelatihan keterampilan menenun, lomba desain kain, serta promosi melalui media sosial dan event budaya. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi tantangan seperti rendahnya minat pemuda, keterbatasan akses pelatihan dan pendanaan, serta jurang nilai antara budaya tradisional dan gaya hidup modern. Keterlibatan komunitas muda kreatif terbukti efektif dalam menarik minat serta meningkatkan partisipasi generasi muda. Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas pelestarian tenun endek, strategi pelibatan pemuda harus bersifat inklusif, responsif terhadap perkembangan teknologi, dan terintegrasi dengan penguatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor guna menjamin kelestarian dan keberlanjutan tenun endek di pasar lokal maupun global. Kata Kunci: Strategi pemerintah, pelibatan pemuda, tenun endek, pelestarian budaya,
ekonomi kreatif.
ekonomi kreatif.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00043/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191856 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260115100749 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000301 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI PEMERINTAH DAERAH UNTUK PELIBATAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN KAIN TENUN ENDEK DI KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI /$c I Putu Surya Bagaskara | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a I Putu Surya Bagaskara | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23070 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Eko Budi Santoso | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 306.095 986 211 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 306.095 986 211 I P s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Kebudayaan Indonesia | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelestarian budaya lokal menjadi tantangan besar di era modern, khususnya terhadap kain tenun endek sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Rendahnya minat generasi muda terhadap seni menenun tradisional menciptakan kesenjangan (gap) yang mengancam keberlanjutan tradisi ini. Berdasarkan data, lebih dari 95% penduduk usia produktif (10–24 tahun) di Jembrana menunjukkan ketidaktertarikan terhadap tenun endek. Hal ini menegaskan perlunya strategi khusus dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pelestarian dan pengembangan tenun endek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai strategi yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melibatkan pemuda dalam pengembangan dan pelestarian kain tenun endek, serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari instansi pemerintah, pengrajin, pemuda, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai strategi, seperti pendirian sentra tenun, pelatihan keterampilan menenun, lomba desain kain, serta promosi melalui media sosial dan event budaya. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi tantangan seperti rendahnya minat pemuda, keterbatasan akses pelatihan dan pendanaan, serta jurang nilai antara budaya tradisional dan gaya hidup modern. Keterlibatan komunitas muda kreatif terbukti efektif dalam menarik minat serta meningkatkan partisipasi generasi muda. Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas pelestarian tenun endek, strategi pelibatan pemuda harus bersifat inklusif, responsif terhadap perkembangan teknologi, dan terintegrasi dengan penguatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor guna menjamin kelestarian dan keberlanjutan tenun endek di pasar lokal maupun global. Kata Kunci: Strategi pemerintah, pelibatan pemuda, tenun endek, pelestarian budaya, ekonomi kreatif. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 15 Jan 2026