Detail Katalog

ID: 28660
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

"KOLABORASI PENANGANAN ORANG DALAM GANGGUAN JIWA OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BERSAMA PUSKESMAS BANJARNEGARA 1 MELALUI PROGRAM BANJARNEGARA SATU PELAYANAN KESEHATAN JIWA TERPADU (RATU NAN JITU) DI KABUPATEN BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH" / Nur Wiji Lestari

Pengarang:
Nur Wiji Lestari ; Irfan Uluputty
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
sakit jiwa
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
Nomor Panggil:
362.259 826 35 NUR "
Control Number:
INLIS000000001191915
BIB ID:
0010-0126000360
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gangguan jiwa menjadi masalah global kesehatan mental.
Ketertiban dan ketentraman masyarakat sering kali terganggu ketika Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk dan menyerang warga. Kolaborasi lintas sektor menentukan keberhasilan penanganan kesehatan jiwa masyarakat, karena kompleksitas permasalahan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian serta kerja sama dari berbagai pihak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi penanganan ODGJ. Metode: Studi berbasis eksploratif dengan pendekatan kualitatif dilakukan di Satpol PP dan Puskesmas Banjarnegara 1 meminjam teori Collaborative Governance. Informan dipilih secara purposive dari pihak Satpol PP, dan Puskesmas, serta masyarakat. Data hasil wawancara dianalisis secara tematik dan dilakukan triangulasi dengan data observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara Satpol PP dan Puskesmas Banjarnegara 1 dalam menangani ODGJ melalui program Ratu Nan Jitu menunjukkan komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Meskipun prosedur penanganan telah dilakukan sesuai dengan peraturan, masih terdapat tantangan besar dalam hal ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi yang belum optimal. Kesimpulan: Pembentukan tim lintas lembaga yang terintegrasi dan pengembangan regulasi yang lebih jelas perlu dilakukan agar setiap instansi memiliki peran yang terdefinisi dengan baik, terutama melalui pengembangan sistem pendataan dan pelaporan terintegrasi untuk memantau kasus ODGJ secara real-time.
Kata kunci: Ketentraman, Kolaborasi Pemerintahan, ODGJ
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06623/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001191915 1
005 _ _ 20260116112841 2
035 # # $a 0010-0126000360 3
245 1 # $a "KOLABORASI PENANGANAN ORANG DALAM GANGGUAN JIWA OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BERSAMA PUSKESMAS BANJARNEGARA 1 MELALUI PROGRAM BANJARNEGARA SATU PELAYANAN KESEHATAN JIWA TERPADU (RATU NAN JITU) DI KABUPATEN BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH" /$c Nur Wiji Lestari 4
100 _ # $a Nur Wiji Lestari 5
300 # # $a 11 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20560 7
700 _ # $a Irfan Uluputty 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 362.259 826 35 10
084 # # $a 362.259 826 35 NUR " 11
650 # 4 $a sakit jiwa 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gangguan jiwa menjadi masalah global kesehatan mental. Ketertiban dan ketentraman masyarakat sering kali terganggu ketika Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk dan menyerang warga. Kolaborasi lintas sektor menentukan keberhasilan penanganan kesehatan jiwa masyarakat, karena kompleksitas permasalahan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian serta kerja sama dari berbagai pihak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi penanganan ODGJ. Metode: Studi berbasis eksploratif dengan pendekatan kualitatif dilakukan di Satpol PP dan Puskesmas Banjarnegara 1 meminjam teori Collaborative Governance. Informan dipilih secara purposive dari pihak Satpol PP, dan Puskesmas, serta masyarakat. Data hasil wawancara dianalisis secara tematik dan dilakukan triangulasi dengan data observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara Satpol PP dan Puskesmas Banjarnegara 1 dalam menangani ODGJ melalui program Ratu Nan Jitu menunjukkan komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Meskipun prosedur penanganan telah dilakukan sesuai dengan peraturan, masih terdapat tantangan besar dalam hal ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi yang belum optimal. Kesimpulan: Pembentukan tim lintas lembaga yang terintegrasi dan pengembangan regulasi yang lebih jelas perlu dilakukan agar setiap instansi memiliki peran yang terdefinisi dengan baik, terutama melalui pengembangan sistem pendataan dan pelaporan terintegrasi untuk memantau kasus ODGJ secara real-time. Kata kunci: Ketentraman, Kolaborasi Pemerintahan, ODGJ 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name