Detail Katalog
ID: 28686Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BURU SELATAN MENGGUNAKAN SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) / Intan Junita Sari Kau
Pengarang:
Intan Junita Sari Kau ; Titis Sari Putri
Intan Junita Sari Kau ; Titis Sari Putri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pelayanan Administrasi Kependudukan
Deskripsi Fisik:
18 : Ilus
18 : Ilus
Nomor Panggil:
352.635.985.212 INT a
352.635.985.212 INT a
Control Number:
INLIS000000001191941
INLIS000000001191941
BIB ID:
0010-0126000386
0010-0126000386
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat pemanfaatan layanan publik digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buru Selatan. Meskipun pemerintah telah menyediakan layanan berbasis digital untuk mempermudah masyarakat, faktanya adopsi digital masih berjalan lambat. Tujuan: Mengidentifikasi penyebab permasalahan akar penyebab yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan layanan publik digital tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) oleh Checkland yang terdiri dari tahap mengkaji masalah yang tidak terstruktur (Situation considered Problematic), mengekspresikan situasi masalah (Problem Situation Expressed). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Terdapat lima faktor utama yang menjadi penyebab utama yakni keterbatasan jaringan internet, kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi digital masyarakat, kuatnya kebiasaan tradisional, serta rendahnya kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Pada wilayah-wilayah terpencil seperti Fena Fafan, Kapala Madan, dan Leksula, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat akses terhadap layanan digital tidak optimal. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai penggunaan layanan digital membuat masyarakat tidak mengetahui keberadaan dan manfaat layanan tersebut. Literasi digital yang masih rendah, terutama di kalangan lanjut usia dan masyarakat dengan pendidikan terbatas, turut memperbesar rasa ragu dalam menggunakan layanan daring. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan metode konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan pemanfaatan teknologi. Terakhir, rendahnya kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan membuat layanan digital hanya dimanfaatkan saat keadaan mendesak. Kesimpulan: Layanan administrasi kependudukan digital belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Kabupaten Buru Selatan karena internet yang terbatas, kurangnya informasi kepada warga, kemampuan digital yang rendah, kebiasaan memakai cara lama, dan belum sadarnya masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan.
Kata kunci: Layanan Publik Digital, Identifikasi Permasalahan, Akar Penyebab, Soft Systems Methodology (SSM), dukcapilburselkab.co.id
masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Pada wilayah-wilayah terpencil seperti Fena Fafan, Kapala Madan, dan Leksula, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat akses terhadap layanan digital tidak optimal. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai penggunaan layanan digital membuat masyarakat tidak mengetahui keberadaan dan manfaat layanan tersebut. Literasi digital yang masih rendah, terutama di kalangan lanjut usia dan masyarakat dengan pendidikan terbatas, turut memperbesar rasa ragu dalam menggunakan layanan daring. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan metode konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan pemanfaatan teknologi. Terakhir, rendahnya kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan membuat layanan digital hanya dimanfaatkan saat keadaan mendesak. Kesimpulan: Layanan administrasi kependudukan digital belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Kabupaten Buru Selatan karena internet yang terbatas, kurangnya informasi kepada warga, kemampuan digital yang rendah, kebiasaan memakai cara lama, dan belum sadarnya masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan.
Kata kunci: Layanan Publik Digital, Identifikasi Permasalahan, Akar Penyebab, Soft Systems Methodology (SSM), dukcapilburselkab.co.id
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00071/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191941 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260118121543 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000386 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BURU SELATAN MENGGUNAKAN SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) /$c Intan Junita Sari Kau | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Intan Junita Sari Kau | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 18 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23729 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Titis Sari Putri | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.635.985.212 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.635.985.212 INT a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pelayanan Administrasi Kependudukan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya tingkat pemanfaatan layanan publik digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buru Selatan. Meskipun pemerintah telah menyediakan layanan berbasis digital untuk mempermudah masyarakat, faktanya adopsi digital masih berjalan lambat. Tujuan: Mengidentifikasi penyebab permasalahan akar penyebab yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan layanan publik digital tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) oleh Checkland yang terdiri dari tahap mengkaji masalah yang tidak terstruktur (Situation considered Problematic), mengekspresikan situasi masalah (Problem Situation Expressed). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Terdapat lima faktor utama yang menjadi penyebab utama yakni keterbatasan jaringan internet, kurangnya sosialisasi, rendahnya literasi digital masyarakat, kuatnya kebiasaan tradisional, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Pada wilayah-wilayah terpencil seperti Fena Fafan, Kapala Madan, dan Leksula, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi membuat akses terhadap layanan digital tidak optimal. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai penggunaan layanan digital membuat masyarakat tidak mengetahui keberadaan dan manfaat layanan tersebut. Literasi digital yang masih rendah, terutama di kalangan lanjut usia dan masyarakat dengan pendidikan terbatas, turut memperbesar rasa ragu dalam menggunakan layanan daring. Di sisi lain, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan metode konvensional menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan pemanfaatan teknologi. Terakhir, rendahnya kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan membuat layanan digital hanya dimanfaatkan saat keadaan mendesak. Kesimpulan: Layanan administrasi kependudukan digital belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Kabupaten Buru Selatan karena internet yang terbatas, kurangnya informasi kepada warga, kemampuan digital yang rendah, kebiasaan memakai cara lama, dan belum sadarnya masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan. Kata kunci: Layanan Publik Digital, Identifikasi Permasalahan, Akar Penyebab, Soft Systems Methodology (SSM), dukcapilburselkab.co.id | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 17 Jan 2026