Detail Katalog
ID: 28709Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN INDEKS DESA MEMBANGUN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT / Alif Afadhil Ansani
Pengarang:
Alif Afadhil Ansani ; Mutiar Fitri Dewi
Alif Afadhil Ansani ; Mutiar Fitri Dewi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pembangunan dan Perencanaan Desa
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
354.340.959.846.32 ALI c
354.340.959.846.32 ALI c
Control Number:
INLIS000000001191964
INLIS000000001191964
BIB ID:
0010-0126000409
0010-0126000409
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indeks Desa Membangun merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun demi mendorong Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di tingkat Desa. Kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah Desa Mandiri sebanyak 32 desa pada tahun 2024 dari 144 desa. Namun masih terdapat kesenjangan pembangunan dan tingginya penduduk miskin di Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah 70,42 ribu jiwa. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan collaborative governance serta faktor pendukung dan penghambat dalam kebijakan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi.Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori collaborative governance menurut Ansell dan Gash memiliki dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif Hasil/Temuan: Temuan yang didapatkan oleh peneliti yaitu kurangnya koordinasi pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, kurangnya APBD Kabupaten Polewali Mandar dalam memberikan bantuan kepada desa sehingga berharap bantuan dari pemerintah pusat, setiap desa hanya menggunakan dana desa untuk pembangunan desa. Kesimpulan: Collaborative Governance dalam kebijakan indeks desa membangun di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan namun belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari dimensi kondisi awal yang dimana belum adanya insentif yang didapatkan oleh pemangku kepentingan. Dimensi desain kelembagaan, pemangku kepentingan saling berharap satu sama lain dan kurangnya forum komunikasi. Dimensi kepemimpinan fasilitatif telah berjalan cukup baik. Namun pada dimensi proses kolaboratif belum tercapai karena kurangnya dialog tatap muka, kepercayaan satu sama lain, hingga hasil sementara yang menunjukkan masih banyak desa belum mandiri.
Kata kunci: Collaborative Governance, Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri
Kata kunci: Collaborative Governance, Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00094/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001191964 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260118025450 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000409 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN INDEKS DESA MEMBANGUN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Alif Afadhil Ansani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Alif Afadhil Ansani | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23030 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Mutiar Fitri Dewi | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 354.340.959.846.32 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 354.340.959.846.32 ALI c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pembangunan dan Perencanaan Desa | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indeks Desa Membangun merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun demi mendorong Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di tingkat Desa. Kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah Desa Mandiri sebanyak 32 desa pada tahun 2024 dari 144 desa. Namun masih terdapat kesenjangan pembangunan dan tingginya penduduk miskin di Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah 70,42 ribu jiwa. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan collaborative governance serta faktor pendukung dan penghambat dalam kebijakan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi.Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori collaborative governance menurut Ansell dan Gash memiliki dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif Hasil/Temuan: Temuan yang didapatkan oleh peneliti yaitu kurangnya koordinasi pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, kurangnya APBD Kabupaten Polewali Mandar dalam memberikan bantuan kepada desa sehingga berharap bantuan dari pemerintah pusat, setiap desa hanya menggunakan dana desa untuk pembangunan desa. Kesimpulan: Collaborative Governance dalam kebijakan indeks desa membangun di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan namun belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari dimensi kondisi awal yang dimana belum adanya insentif yang didapatkan oleh pemangku kepentingan. Dimensi desain kelembagaan, pemangku kepentingan saling berharap satu sama lain dan kurangnya forum komunikasi. Dimensi kepemimpinan fasilitatif telah berjalan cukup baik. Namun pada dimensi proses kolaboratif belum tercapai karena kurangnya dialog tatap muka, kepercayaan satu sama lain, hingga hasil sementara yang menunjukkan masih banyak desa belum mandiri. Kata kunci: Collaborative Governance, Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 18 Jan 2026