Detail Katalog
ID: 28815Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Jenny Kharisa
Pengarang:
Jenny Kharisa ; Dr. Herson Simbolon, S.H., M.Si
Jenny Kharisa ; Dr. Herson Simbolon, S.H., M.Si
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Kesehatan masyarakat
Deskripsi Fisik:
13
13
Nomor Panggil:
362.125 983 4 JEN p
362.125 983 4 JEN p
Control Number:
INLIS000000001192067
INLIS000000001192067
BIB ID:
0010-0126000512
0010-0126000512
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang
berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di
masa depan. Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan
prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, meskipun telah terjadi fluktuasi penurunan dan peningkatan angka stunting dari tahun ke tahun. Permasalahan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai pelaksana kebijakan di bidang kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penurunan stunting, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero, yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis sebagai kerangka analisis dalam memahami pelaksanaan fungsi Dinas Kesehatan. Hasil/Temuan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelaksanaan program Rembuk Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi nasional. Namun, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta hambatan geografis. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran yang signifikan dalam upaya penurunan stunting, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, dan pemerataan akses layanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal.
Kata kunci: Peran, Dinas Kesehatan, Stunting, Gizi, Kabupaten Kotawaringin Timur
berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di
masa depan. Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan
prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, meskipun telah terjadi fluktuasi penurunan dan peningkatan angka stunting dari tahun ke tahun. Permasalahan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai pelaksana kebijakan di bidang kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penurunan stunting, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero, yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis sebagai kerangka analisis dalam memahami pelaksanaan fungsi Dinas Kesehatan. Hasil/Temuan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelaksanaan program Rembuk Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi nasional. Namun, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta hambatan geografis. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran yang signifikan dalam upaya penurunan stunting, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, dan pemerataan akses layanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal.
Kata kunci: Peran, Dinas Kesehatan, Stunting, Gizi, Kabupaten Kotawaringin Timur
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00114/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192067 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260120095629 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000512 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Jenny Kharisa | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Jenny Kharisa | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Dr. Herson Simbolon, S.H., M.Si | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 362.125 983 4 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 362.125 983 4 JEN p | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Kesehatan masyarakat | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, meskipun telah terjadi fluktuasi penurunan dan peningkatan angka stunting dari tahun ke tahun. Permasalahan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan sebagai pelaksana kebijakan di bidang kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan dalam penurunan stunting, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero, yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis sebagai kerangka analisis dalam memahami pelaksanaan fungsi Dinas Kesehatan. Hasil/Temuan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, dan pelaksanaan program Rembuk Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi nasional. Namun, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta hambatan geografis. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran yang signifikan dalam upaya penurunan stunting, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, dan pemerataan akses layanan kesehatan untuk mencapai hasil yang optimal. Kata kunci: Peran, Dinas Kesehatan, Stunting, Gizi, Kabupaten Kotawaringin Timur | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Jan 2026