Detail Katalog

ID: 28822
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH / M. Reksy Noverdi

Pengarang:
M. Reksy Noverdi ; Selvia Junita Praja, S.IP, M.Si
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Kesehatan masyarakat
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
Nomor Panggil:
362.125 981 11 M. c
Control Number:
INLIS000000001192074
BIB ID:
0010-0126000519
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi
lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan
aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan,
Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal
berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program.
Kata kunci: Collaborative Governance; Ketahanan Pangan; Gerakan Menanam; Masyarakat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00117/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192074 1
005 _ _ 20260120100424 2
035 # # $a 0010-0126000519 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM GERAKAN MENANAM SERENTAK (GERMAS) DI KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH /$c M. Reksy Noverdi 4
100 _ # $a M. Reksy Noverdi 5
300 # # $a 13 : $b Ilus 6
700 _ # $a Selvia Junita Praja, S.IP, M.Si 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 362.125 981 11 9
084 # # $a 362.125 981 11 M. c 10
650 # 4 $a Kesehatan masyarakat 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya alih fungsi lahan secara ekstrem, fluktuasi inflasi, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini berdampak pada terganggunya ketahanan pangan lokal meskipun telah diluncurkan berbagai program pemerintah di sektor pertanian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Menanam Serentak (GERMAS) yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena sesuai untuk menggali secara mendalam dinamika interaksi antar aktor dalam pelaksanaan program GERMAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan aktor-aktor utama yang berperan langsung dalam program, seperti pejabat Dinas Pangan, Hortikultura, dan Peternakan, kepala desa pelaksana GERMAS, kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Ketahanan Pangan karena memiliki peran strategis dalam perencanaan dan koordinasi program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Singkil pada rentang waktu Januari hingga Maret 2024 selama kurang lebih 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo dengan kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2007), yang mencakup empat dimensi utama: kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GERMAS di Kabupaten Aceh Singkil telah berkontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator dinilai krusial dalam membangun koordinasi dan kepercayaan antar aktor. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, keterbatasan sumber daya, hambatan regulasi, serta keberlanjutan program dalam jangka panjang. Meski demikian, program ini telah menunjukkan dampak awal berupa peningkatan produksi pertanian dan stabilisasi harga pangan lokal. Kesimpulan: Program GERMAS terbukti mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan daerah. Optimalisasi peran pemerintah dan penguatan kapasitas sumber daya lokal perlu terus dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program. Kata kunci: Collaborative Governance; Ketahanan Pangan; Gerakan Menanam; Masyarakat 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name