Detail Katalog

ID: 28857
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

DINAMIKA KONFLIK SOSIAL DALAM PEMINDAHAN IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DI KOTA BANJARBARU / Andip Bima Fahriza

Pengarang:
Andip Bima Fahriza ; Rossy Lambelanov
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi Pemerintahan Daerah
Deskripsi Fisik:
17
Nomor Panggil:
352.150.959.836.13 AND d
Control Number:
INLIS000000001192108
BIB ID:
0010-0126000553
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemindahan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dari Banjarmasin ke Banjarbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 telah menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Meski secara hukum sah, proses pemindahan ini memicu ketegangan antara berbagai kelompok masyarakat, terutama antara warga terdampak, elite lokal, dan institusi pemerintah. Konflik ini muncul
akibat ketimpangan akses terhadap sumber daya, kurangnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan, serta perbedaan pengaruh sosial-politik antara Banjarbaru dan Banjarmasin. Ketidakhadiran komunikasi yang inklusif dan perencanaan transisi yang merata memperparah resistensi masyarakat dan melemahkan kohesi sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika konflik sosial akibat pemindahan ibu kota provinsi di Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta kajian media, dengan melibatkan informan kunci seperti pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga terdampak. Analisis data menggunakan teori konflik sosial Ralf Dahrendorf (1896) yang berfokus pada struktur otoritas, kepentingan yang bertentangan, dan perubahan sosial.. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan adanya konflik vertikal (antara masyarakat dan pemerintah) dan konflik horizontal (antar kelompok masyarakat). Faktor penghambat utama meliputi minimnya
pelibatan masyarakat, ketidaksiapan infrastruktur, rivalitas antar elite, serta lemahnya mekanisme sosialisasi kebijakan. Sebagai respon, Kesbangpol menerapkan strategi seperti dialog partisipatif, pemberdayaan UMKM, serta penyusunan kebijakan kolaboratif. Meskipun strategi tersebut mulai meredam ketegangan, tantangan struktural dan kultural masih mengemuka. Kesimpulan: Konflik sosial akibat pemindahan ibu kota mencerminkan adanya ketimpangan sosial-politik yang lebih dalam dan kelemahan dalam tata kelola transisi. Meski konflik belum sepenuhnya reda, keterlibatan aktif lembaga lokal seperti Kesbangpol menunjukkan potensi dalam membangun rekonsiliasi sosial dan transisi yang lebih inklusif.
Kata kunci: Banjarbaru, Dinamika Politik, Kebijakan Publik, Konflik Sosial, Partisipasi Masyarakat, Pemindahan Ibu Kota, Ralf Dahrendorf
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00129/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192108 1
005 _ _ 20260120111032 2
035 # # $a 0010-0126000553 3
245 1 # $a DINAMIKA KONFLIK SOSIAL DALAM PEMINDAHAN IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DI KOTA BANJARBARU /$c Andip Bima Fahriza 4
100 _ # $a Andip Bima Fahriza 5
300 # # $a 17 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24056 7
700 _ # $a Rossy Lambelanov 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.150.959.836.13 10
084 # # $a 352.150.959.836.13 AND d 11
650 # 4 $a Administrasi Pemerintahan Daerah 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemindahan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dari Banjarmasin ke Banjarbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 telah menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Meski secara hukum sah, proses pemindahan ini memicu ketegangan antara berbagai kelompok masyarakat, terutama antara warga terdampak, elite lokal, dan institusi pemerintah. Konflik ini muncul akibat ketimpangan akses terhadap sumber daya, kurangnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan, serta perbedaan pengaruh sosial-politik antara Banjarbaru dan Banjarmasin. Ketidakhadiran komunikasi yang inklusif dan perencanaan transisi yang merata memperparah resistensi masyarakat dan melemahkan kohesi sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika konflik sosial akibat pemindahan ibu kota provinsi di Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta kajian media, dengan melibatkan informan kunci seperti pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga terdampak. Analisis data menggunakan teori konflik sosial Ralf Dahrendorf (1896) yang berfokus pada struktur otoritas, kepentingan yang bertentangan, dan perubahan sosial.. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan adanya konflik vertikal (antara masyarakat dan pemerintah) dan konflik horizontal (antar kelompok masyarakat). Faktor penghambat utama meliputi minimnya pelibatan masyarakat, ketidaksiapan infrastruktur, rivalitas antar elite, serta lemahnya mekanisme sosialisasi kebijakan. Sebagai respon, Kesbangpol menerapkan strategi seperti dialog partisipatif, pemberdayaan UMKM, serta penyusunan kebijakan kolaboratif. Meskipun strategi tersebut mulai meredam ketegangan, tantangan struktural dan kultural masih mengemuka. Kesimpulan: Konflik sosial akibat pemindahan ibu kota mencerminkan adanya ketimpangan sosial-politik yang lebih dalam dan kelemahan dalam tata kelola transisi. Meski konflik belum sepenuhnya reda, keterlibatan aktif lembaga lokal seperti Kesbangpol menunjukkan potensi dalam membangun rekonsiliasi sosial dan transisi yang lebih inklusif. Kata kunci: Banjarbaru, Dinamika Politik, Kebijakan Publik, Konflik Sosial, Partisipasi Masyarakat, Pemindahan Ibu Kota, Ralf Dahrendorf 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name