Detail Katalog
ID: 28860Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PERSEPSI POLITIK MASYARAKAT TENTANG FENOMENA KOTAK KOSONG PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA / MIFTAKHUL NUR LAILAH
Pengarang:
MIFTAKHUL NUR LAILAH ; Riyan Jaelani
MIFTAKHUL NUR LAILAH ; Riyan Jaelani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
politik pemilihan
Deskripsi Fisik:
10 : Ilus
10 : Ilus
Nomor Panggil:
324.659 859 839 11 MIF p
324.659 859 839 11 MIF p
Control Number:
INLIS000000001192111
INLIS000000001192111
BIB ID:
0010-0126000556
0010-0126000556
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena politik yang unik yang dikenal sebagai “kotak kosong”, yaitu situasi di mana hanya terdapat satu pasangan calon dalam suatu kontestasi pemilu. Fenomena ini menjadi perhatian khusus dalam Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Tarakan tahun 2024, di mana masyarakat dihadapkan pada pilihan antara memilih satu-satunya pasangan calon atau memilih kotak kosong sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat memahami dan merespons keberadaan kotak kosong dalam konteks demokrasi lokal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap fenomena kotak kosong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah. Metode: Penelitian ini mengacu pada teori persepsi dari Irwanto, yang menekankan bahwa persepsi dibentuk melalui proses penerimaan rangsangan dari lingkungan dan diinterpretasikan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan harapan individu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi
masyarakat terhadap kotak kosong cenderung positif. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena kurangnya pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu serta dominasi satu pasangan calon tanpa
lawan politik yang seimbang turut menyebabkan kebingungan dan apatisme di kalangan
pemilih. Akibatnya, partisipasi pemilih menurun secara signifikan, yang tercermin dari
tingginya angka golput. Kesimpulan: Fenomena kotak kosong menjadi indikator penting
dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan
lemahnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif politik yang tersedia, serta menunjukkan perlunya peningkatan edukasi pemilih dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu.
Kata Kunci: Persepsi Politik, Kotak Kosong, Pemilihan Daerah
masyarakat terhadap kotak kosong cenderung positif. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena kurangnya pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu serta dominasi satu pasangan calon tanpa
lawan politik yang seimbang turut menyebabkan kebingungan dan apatisme di kalangan
pemilih. Akibatnya, partisipasi pemilih menurun secara signifikan, yang tercermin dari
tingginya angka golput. Kesimpulan: Fenomena kotak kosong menjadi indikator penting
dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan
lemahnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif politik yang tersedia, serta menunjukkan perlunya peningkatan edukasi pemilih dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu.
Kata Kunci: Persepsi Politik, Kotak Kosong, Pemilihan Daerah
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06719/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192111 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260120111424 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000556 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERSEPSI POLITIK MASYARAKAT TENTANG FENOMENA KOTAK KOSONG PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /$c MIFTAKHUL NUR LAILAH | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a MIFTAKHUL NUR LAILAH | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22936 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Riyan Jaelani | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 324.659 859 839 11 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 324.659 859 839 11 MIF p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a politik pemilihan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena politik yang unik yang dikenal sebagai “kotak kosong”, yaitu situasi di mana hanya terdapat satu pasangan calon dalam suatu kontestasi pemilu. Fenomena ini menjadi perhatian khusus dalam Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Tarakan tahun 2024, di mana masyarakat dihadapkan pada pilihan antara memilih satu-satunya pasangan calon atau memilih kotak kosong sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat memahami dan merespons keberadaan kotak kosong dalam konteks demokrasi lokal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap fenomena kotak kosong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah. Metode: Penelitian ini mengacu pada teori persepsi dari Irwanto, yang menekankan bahwa persepsi dibentuk melalui proses penerimaan rangsangan dari lingkungan dan diinterpretasikan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan harapan individu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kotak kosong cenderung positif. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena kurangnya pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu serta dominasi satu pasangan calon tanpa lawan politik yang seimbang turut menyebabkan kebingungan dan apatisme di kalangan pemilih. Akibatnya, partisipasi pemilih menurun secara signifikan, yang tercermin dari tingginya angka golput. Kesimpulan: Fenomena kotak kosong menjadi indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan lemahnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif politik yang tersedia, serta menunjukkan perlunya peningkatan edukasi pemilih dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu. Kata Kunci: Persepsi Politik, Kotak Kosong, Pemilihan Daerah | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Jan 2026