Detail Katalog
ID: 28880Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MITIGASI PRA BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR PROVINSI DKI JAKARTA / Siti Sharfina Cesariani
Pengarang:
Siti Sharfina Cesariani ; M. Amin
Siti Sharfina Cesariani ; M. Amin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Penanggulangan Kebakaran
Deskripsi Fisik:
17 : Ilus
17 : Ilus
Nomor Panggil:
363.375.982.25 SIT r
363.375.982.25 SIT r
Control Number:
INLIS000000001192131
INLIS000000001192131
BIB ID:
0010-0126000576
0010-0126000576
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Resiliensi masyarakat dan transparansi dalam upaya mitigasi bencana sangat penting untuk kesiapsiagaan dan respons yang efektif terhadap bencana. Di Jakarta Timur, tingkat resiliensi masyarakat dalam mitigasi risiko kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk, masih menjadi isu signifikan. Meskipun telah ada upaya dari pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Penanggulangan Kebakaran, partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran masih belum memadai. Kekurangan ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada langkah-langkah positif, masih perlu peningkatan dalam keterlibatan masyarakat, pengelolaan sumber daya, dan sistem pengendalian internal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat resiliensi masyarakat di Jakarta Timur dalam mitigasi risiko kebakaran di permukiman padat penduduk. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Peserta penelitian melibatkan staf dari Dinas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Timur, pejabat pemerintah daerah, relawan kebakaran (REDKAR), dan masyarakat. Analisis didasarkan pada teori resiliensi Carl Folke (2006), yang menilai respons masyarakat terhadap risiko kebakaran melalui tiga dimensi: pengetahuan tentang risiko, kemampuan mengorganisasi diri, dan strategi adaptasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi masyarakat di Jakarta Timur, khususnya dalam mitigasi kebakaran, tergolong sedang. Tantangan utama yang ditemukan meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, partisipasi yang minim dalam program mitigasi, dan kurangnya keterampilan teknis dalam menggunakan
langkah-langkah pencegahan. Namun, inisiatif seperti program relawan kebakaran berbasis masyarakat (REDKAR) dan kampanye edukasi telah memberikan kontribusi positif, meskipun efektivitasnya terbatas oleh masalah literasi digital. Kesimpulan: Untuk meningkatkan resiliensi masyarakat di Jakarta Timur dalam mitigasi kebakaran, penting untuk memperkuat upaya sosialisasi, berinvestasi dalam infrastruktur, dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar. Penguatan literasi digital dan perbaikan sistem pengendalian internal juga sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan mitigasi bencana.
Kata kunci:, Mitigasi Kebakaran, Partisipasi Masyarakat, Resiliensi Masyarakat, Transparansi
langkah-langkah pencegahan. Namun, inisiatif seperti program relawan kebakaran berbasis masyarakat (REDKAR) dan kampanye edukasi telah memberikan kontribusi positif, meskipun efektivitasnya terbatas oleh masalah literasi digital. Kesimpulan: Untuk meningkatkan resiliensi masyarakat di Jakarta Timur dalam mitigasi kebakaran, penting untuk memperkuat upaya sosialisasi, berinvestasi dalam infrastruktur, dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar. Penguatan literasi digital dan perbaikan sistem pengendalian internal juga sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan mitigasi bencana.
Kata kunci:, Mitigasi Kebakaran, Partisipasi Masyarakat, Resiliensi Masyarakat, Transparansi
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00135/IPDN/2026 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192131 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260120024731 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000576 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MITIGASI PRA BENCANA KEBAKARAN PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR PROVINSI DKI JAKARTA /$c Siti Sharfina Cesariani | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Siti Sharfina Cesariani | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 17 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23571 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a M. Amin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.375.982.25 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.375.982.25 SIT r | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Penanggulangan Kebakaran | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Resiliensi masyarakat dan transparansi dalam upaya mitigasi bencana sangat penting untuk kesiapsiagaan dan respons yang efektif terhadap bencana. Di Jakarta Timur, tingkat resiliensi masyarakat dalam mitigasi risiko kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk, masih menjadi isu signifikan. Meskipun telah ada upaya dari pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Penanggulangan Kebakaran, partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran masih belum memadai. Kekurangan ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada langkah-langkah positif, masih perlu peningkatan dalam keterlibatan masyarakat, pengelolaan sumber daya, dan sistem pengendalian internal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat resiliensi masyarakat di Jakarta Timur dalam mitigasi risiko kebakaran di permukiman padat penduduk. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Peserta penelitian melibatkan staf dari Dinas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Timur, pejabat pemerintah daerah, relawan kebakaran (REDKAR), dan masyarakat. Analisis didasarkan pada teori resiliensi Carl Folke (2006), yang menilai respons masyarakat terhadap risiko kebakaran melalui tiga dimensi: pengetahuan tentang risiko, kemampuan mengorganisasi diri, dan strategi adaptasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi masyarakat di Jakarta Timur, khususnya dalam mitigasi kebakaran, tergolong sedang. Tantangan utama yang ditemukan meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, partisipasi yang minim dalam program mitigasi, dan kurangnya keterampilan teknis dalam menggunakan langkah-langkah pencegahan. Namun, inisiatif seperti program relawan kebakaran berbasis masyarakat (REDKAR) dan kampanye edukasi telah memberikan kontribusi positif, meskipun efektivitasnya terbatas oleh masalah literasi digital. Kesimpulan: Untuk meningkatkan resiliensi masyarakat di Jakarta Timur dalam mitigasi kebakaran, penting untuk memperkuat upaya sosialisasi, berinvestasi dalam infrastruktur, dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar. Penguatan literasi digital dan perbaikan sistem pengendalian internal juga sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan mitigasi bencana. Kata kunci:, Mitigasi Kebakaran, Partisipasi Masyarakat, Resiliensi Masyarakat, Transparansi | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 20 Jan 2026