Detail Katalog

ID: 28885
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

MARKETING POLITIK ANGGOTA LEGISLATIF PARTAI DEMOKRAT : PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 PADA MEDIA SOSIAL DI KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT / Sulhatul Haeria Sani

Pengarang:
Sulhatul Haeria Sani ; Ardika Nurfurkon
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
kampanye
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
324.959 846 31 SUL m
Control Number:
INLIS000000001192136
BIB ID:
0010-0126000581
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa Partai Demokrat Kabupaten Majene belum memanfaatkan media sosial dengan benar, terutama Instagram, untuk melakukan kampanye online. Meskipun Demokrat seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol media sosial dengan lebih terorganisir sebagai partai besar, pendekatan yang digunakan masih berfokus pada citra individu anggota daripada citra institusional partai. Ini ditunjukkan oleh hasil pemilihan 2024–2029, di mana partai hanya memperoleh dua kursi, menunjukkan kegagalan pendekatan kampanye digital yang terintegrasi. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan: untuk memahami fenomena sosial secara mendalam yang fokusnya adalah pada pemasaran politik Partai Demokrat dalam Pemilu legislatif 2024 di media sosial, khususnya di Kabupaten Majene. Teori yang digunakan mengacu pada indikator politik pemasaran menurut Speed et al. (2015), yang mencakup dimensi organisasi, pribadi, dan ideologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa meskipun Partai Demokrat telah menjalankan politik pemasaran dengan baik, penerapan di media sosial, terutama Instagram, masih kurang optimal. Kesimpulan: Dari enam anggota DPRD Kabupaten Majene yang berasal dari Partai Demokrat, hanya sedikit yang memanfaatkan Instagram sebagai sarana pemasaran politik. Sebagian besar masyarakat lebih aktif menggunakan Facebook dibandingkan Instagram. Penelitian ini memiliki batasan terkait waktu dan jarak yang mengganggu pengumpulan data. Saran: Oleh karena itu, disarankan agar
penelitian selanjutnya memperpanjang durasi studi dan melibatkan wilayah yang lebih luas untuk mendapatkan data yang lebih representatif. Penggunaan teknologi komunikasi seperti video conference dapat membantu mengatasi kendala jarak. Selain itu, analisis data besar dari platform media sosial dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang perilaku pemilih dan efektivitas pemasaran politik. Pendekatan komprehensif ini penting untuk merancang pemasaran politik yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
Kata Kunci : Demokrasi, Marketing Politik, Partai Demokrat
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06733/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192136 1
005 _ _ 20260120054817 2
035 # # $a 0010-0126000581 3
245 1 # $a MARKETING POLITIK ANGGOTA LEGISLATIF PARTAI DEMOKRAT : PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 PADA MEDIA SOSIAL DI KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Sulhatul Haeria Sani 4
100 _ # $a Sulhatul Haeria Sani 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21917 7
700 _ # $a Ardika Nurfurkon 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 324.959 846 31 10
084 # # $a 324.959 846 31 SUL m 11
650 # 4 $a kampanye 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa Partai Demokrat Kabupaten Majene belum memanfaatkan media sosial dengan benar, terutama Instagram, untuk melakukan kampanye online. Meskipun Demokrat seharusnya memiliki kemampuan untuk mengontrol media sosial dengan lebih terorganisir sebagai partai besar, pendekatan yang digunakan masih berfokus pada citra individu anggota daripada citra institusional partai. Ini ditunjukkan oleh hasil pemilihan 2024–2029, di mana partai hanya memperoleh dua kursi, menunjukkan kegagalan pendekatan kampanye digital yang terintegrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan: untuk memahami fenomena sosial secara mendalam yang fokusnya adalah pada pemasaran politik Partai Demokrat dalam Pemilu legislatif 2024 di media sosial, khususnya di Kabupaten Majene. Teori yang digunakan mengacu pada indikator politik pemasaran menurut Speed et al. (2015), yang mencakup dimensi organisasi, pribadi, dan ideologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Partai Demokrat telah menjalankan politik pemasaran dengan baik, penerapan di media sosial, terutama Instagram, masih kurang optimal. Kesimpulan: Dari enam anggota DPRD Kabupaten Majene yang berasal dari Partai Demokrat, hanya sedikit yang memanfaatkan Instagram sebagai sarana pemasaran politik. Sebagian besar masyarakat lebih aktif menggunakan Facebook dibandingkan Instagram. Penelitian ini memiliki batasan terkait waktu dan jarak yang mengganggu pengumpulan data. Saran: Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya memperpanjang durasi studi dan melibatkan wilayah yang lebih luas untuk mendapatkan data yang lebih representatif. Penggunaan teknologi komunikasi seperti video conference dapat membantu mengatasi kendala jarak. Selain itu, analisis data besar dari platform media sosial dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang perilaku pemilih dan efektivitas pemasaran politik. Pendekatan komprehensif ini penting untuk merancang pemasaran politik yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial. Kata Kunci : Demokrasi, Marketing Politik, Partai Demokrat 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name