Detail Katalog

ID: 28900
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA / Sirait, Christoffel Aguesto

Pengarang:
Sirait, Christoffel Aguesto ; Nurhadi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Usaha Mikro Kecil
Deskripsi Fisik:
13
Nomor Panggil:
338.642 598 126 1 SIR u
Control Number:
INLIS000000001192151
BIB ID:
0010-0126000596
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Upaya pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan rendahnya kapasitas modal, keterampilan, dan akses pasar bagi pelaku usaha mikro. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), kesenjangan antara usaha mikro dengan usaha kecil dan menengah (UKM) masih terlihat jelas. kesenjangan ini mempengaruhi keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro di daerah tersebut, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Sekretaris Dinas, dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Analisis data dilakukan menggunakan teori kapabilitas Amartya Sen yang berfokus pada empat dimensi pemberdayaan: akses terhadap sumber daya dasar, peningkatan keterampilan, kebebasan ekonomi melalui akses pasar, dan partisipasi sosial-politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM telah melibatkan berbagai program, seperti pemberian peralatan produksi, pelatihan keterampilan, pendampingan digital marketing, dan pelaksanaan program “Temu Usaha” untuk memperluas jaringan pasar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi adanya program bantuan peralatan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan akses pasar melalui pameran dan bazaar. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan permodalan, rendahnya kapasitas teknologi, dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan formal. Kesimpulan: Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu telah melaksanakan sejumlah upaya pemberdayaan yang cukup signifikan, keberhasilan program-program tersebut masih terbatas oleh faktor anggaran dan kesenjangan keterampilan serta teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas pelaku usaha mikro dalam rangka mempercepat pengembangan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Kata Kunci: Pemberdayaan, Usaha Mikro, UMKM, Teori Kapabilitas,
Kabupaten Labuhanbatu
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00144/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192151 1
005 _ _ 20260121065224 2
035 # # $a 0010-0126000596 3
245 1 # $a UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN LABUHANBATU PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Sirait, Christoffel Aguesto 4
100 _ # $a Sirait, Christoffel Aguesto 5
300 # # $a 13 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22963 7
700 _ # $a Nurhadi 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 338.642 598 126 1 10
084 # # $a 338.642 598 126 1 SIR u 11
650 # 4 $a Usaha Mikro Kecil 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Upaya pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan rendahnya kapasitas modal, keterampilan, dan akses pasar bagi pelaku usaha mikro. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), kesenjangan antara usaha mikro dengan usaha kecil dan menengah (UKM) masih terlihat jelas. kesenjangan ini mempengaruhi keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro di daerah tersebut, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pemberdayaan usaha mikro yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Sekretaris Dinas, dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Analisis data dilakukan menggunakan teori kapabilitas Amartya Sen yang berfokus pada empat dimensi pemberdayaan: akses terhadap sumber daya dasar, peningkatan keterampilan, kebebasan ekonomi melalui akses pasar, dan partisipasi sosial-politik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM telah melibatkan berbagai program, seperti pemberian peralatan produksi, pelatihan keterampilan, pendampingan digital marketing, dan pelaksanaan program “Temu Usaha” untuk memperluas jaringan pasar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi adanya program bantuan peralatan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan akses pasar melalui pameran dan bazaar. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan permodalan, rendahnya kapasitas teknologi, dan kesulitan dalam mengakses pembiayaan formal. Kesimpulan: Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu telah melaksanakan sejumlah upaya pemberdayaan yang cukup signifikan, keberhasilan program-program tersebut masih terbatas oleh faktor anggaran dan kesenjangan keterampilan serta teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas pelaku usaha mikro dalam rangka mempercepat pengembangan usaha mikro di Kabupaten Labuhanbatu. Kata Kunci: Pemberdayaan, Usaha Mikro, UMKM, Teori Kapabilitas, Kabupaten Labuhanbatu 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 20 Jan 2026
Export