Detail Katalog

ID: 28913
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM 2024 DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU / ROYNALDO SAMUEL NOYA

Pengarang:
ROYNALDO SAMUEL NOYA ; Ani Martini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
pemilihan umum
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
324.659 852 22 ROY s
Control Number:
INLIS000000001192164
BIB ID:
0010-0126000609
Catatan
Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kota Ambon dalam pemilu dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui strategi komunikasi politik. Tujuan: Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancar mendalam terhadap 15 informan yang terdiri dari anggota KPU, PPK, PPS, camat, sekcam, raja negri, sekretaris negri, dan masyarakat serta dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator Teori Strategi Komunikasi Politik menurut Anwar Arifin. Hasil/Temuan: Strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon belum berjalan optimal akibat kendala sosial budaya seperti kebiasaan mabuk, apatisme politik, keterbatasan geografis, serta komunikasi langsung yang belum intensif. Pemilihan metode dan media komunikasi juga belum sepenuhnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di wilayah dengan literasi digital rendah. Meski begitu, strategi ini didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, serta pemanfaatan media sosial dan pendekatan tatap muka yang masih efektif. Kesimpulan: Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh KPU belum optimal karena beberapa kendala, namun disisi lain strategi ini didukung dengan keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, pemanfaatan media serta pendekatan tatap muka. Guna memaksimalkan strategi komunikasi politik ini, KPU Kota Ambon disarankan untuk meningkatkan komunikasi langsung kepada kelompok rentan dan pemilih pemula, memperkuat pemetaan wilayah dalam pelaksanaan sosialisasi, serta melakukan evaluasi berkelanjutan guna mengatasi hambatan sosial yang ada.
Kata kunci: Strategi Komunikasi Politik, Partisipasi Masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Pemilu
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06745/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192164 1
005 _ _ 20260121085741 2
035 # # $a 0010-0126000609 3
245 1 # $a STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM 2024 DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /$c ROYNALDO SAMUEL NOYA 4
100 _ # $a ROYNALDO SAMUEL NOYA 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24137 7
700 _ # $a Ani Martini 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 324.659 852 22 10
084 # # $a 324.659 852 22 ROY s 11
650 # 4 $a pemilihan umum 12
520 # # $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kota Ambon dalam pemilu dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui strategi komunikasi politik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancar mendalam terhadap 15 informan yang terdiri dari anggota KPU, PPK, PPS, camat, sekcam, raja negri, sekretaris negri, dan masyarakat serta dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator Teori Strategi Komunikasi Politik menurut Anwar Arifin. Hasil/Temuan: Strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon belum berjalan optimal akibat kendala sosial budaya seperti kebiasaan mabuk, apatisme politik, keterbatasan geografis, serta komunikasi langsung yang belum intensif. Pemilihan metode dan media komunikasi juga belum sepenuhnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di wilayah dengan literasi digital rendah. Meski begitu, strategi ini didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, serta pemanfaatan media sosial dan pendekatan tatap muka yang masih efektif. Kesimpulan: Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh KPU belum optimal karena beberapa kendala, namun disisi lain strategi ini didukung dengan keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, pemanfaatan media serta pendekatan tatap muka. Guna memaksimalkan strategi komunikasi politik ini, KPU Kota Ambon disarankan untuk meningkatkan komunikasi langsung kepada kelompok rentan dan pemilih pemula, memperkuat pemetaan wilayah dalam pelaksanaan sosialisasi, serta melakukan evaluasi berkelanjutan guna mengatasi hambatan sosial yang ada. Kata kunci: Strategi Komunikasi Politik, Partisipasi Masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name