Detail Katalog
ID: 29037Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BROKEN BEACH NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI / I Dewa Made Arisudana
Pengarang:
I Dewa Made Arisudana ; Sulthon Rohmadin
I Dewa Made Arisudana ; Sulthon Rohmadin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
keselamatan
Deskripsi Fisik:
13 : Ilus
13 : Ilus
Nomor Panggil:
362. 598 624 I D m
362. 598 624 I D m
Control Number:
INLIS000000001192274
INLIS000000001192274
BIB ID:
0010-0126000719
0010-0126000719
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia menjadi salah satu negara pariwisata dan Bali menjadi bagian dari sumber destinasi wisata tepatnya di Objek Wisata Broken Beach di Nusa Penida merupakan destinasi populer dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun memiliki risiko keselamatan tinggi bagi wisatawan akibat medan terjal, tebing curam, dan ombak kuat dari lautan lepas. Maraknya kecelakaan wisatawan, seperti terjatuh dari tebing atau terbawa arus, menunjukkan belum optimalnya manajemen risiko keselamatan di lokasi tersebut. Minimnya fasilitas dan infrastruktur keselamatan seperti posko keamanan, akses jalan yang belum layak dilalui karena rusak dan keterbatasan sumber daya manusia khususnya dalam pengoptimalan ketersediaan petugas keamanan harian yang berjaga di lokasi menjadi faktor penghambat utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Risiko keselamatan wisatawan,
mengidentifikasi faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan yang telah dilakukan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas telah tersedia, tetapi belum optimal. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dikarenakan tanah jalan masih dibangun milik tanah pribadi, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan perlu peningkatan kapasitas. Lingkungan dan peraturan juga memengaruhi keselamatan wisatawan. Faktor penghambat utama
meliputi keterbatasan fasilitas, kesulitan akses, dan kurangnya kapasitas petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Kesimpulan: Diperlukan penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas agar bersertifikat keselamatan, serta sosialisasi kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan Wisatawan, Broken Beach,
Pariwisata.
mengidentifikasi faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan yang telah dilakukan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas telah tersedia, tetapi belum optimal. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dikarenakan tanah jalan masih dibangun milik tanah pribadi, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan perlu peningkatan kapasitas. Lingkungan dan peraturan juga memengaruhi keselamatan wisatawan. Faktor penghambat utama
meliputi keterbatasan fasilitas, kesulitan akses, dan kurangnya kapasitas petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Kesimpulan: Diperlukan penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas agar bersertifikat keselamatan, serta sosialisasi kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan Wisatawan, Broken Beach,
Pariwisata.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06778/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192274 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260122101031 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000719 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BROKEN BEACH NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI /$c I Dewa Made Arisudana | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a I Dewa Made Arisudana | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20884 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Sulthon Rohmadin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 362. 598 624 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 362. 598 624 I D m | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a keselamatan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia menjadi salah satu negara pariwisata dan Bali menjadi bagian dari sumber destinasi wisata tepatnya di Objek Wisata Broken Beach di Nusa Penida merupakan destinasi populer dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun memiliki risiko keselamatan tinggi bagi wisatawan akibat medan terjal, tebing curam, dan ombak kuat dari lautan lepas. Maraknya kecelakaan wisatawan, seperti terjatuh dari tebing atau terbawa arus, menunjukkan belum optimalnya manajemen risiko keselamatan di lokasi tersebut. Minimnya fasilitas dan infrastruktur keselamatan seperti posko keamanan, akses jalan yang belum layak dilalui karena rusak dan keterbatasan sumber daya manusia khususnya dalam pengoptimalan ketersediaan petugas keamanan harian yang berjaga di lokasi menjadi faktor penghambat utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Risiko keselamatan wisatawan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan yang telah dilakukan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas telah tersedia, tetapi belum optimal. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dikarenakan tanah jalan masih dibangun milik tanah pribadi, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan perlu peningkatan kapasitas. Lingkungan dan peraturan juga memengaruhi keselamatan wisatawan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan fasilitas, kesulitan akses, dan kurangnya kapasitas petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Kesimpulan: Diperlukan penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas agar bersertifikat keselamatan, serta sosialisasi kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman. Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan Wisatawan, Broken Beach, Pariwisata. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2026