Detail Katalog
ID: 29126Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM MENINGKATKAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Adrianus Theo Lima Lerek
Pengarang:
Adrianus Theo Lima Lerek ; Dahyar daraba
Adrianus Theo Lima Lerek ; Dahyar daraba
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
administrasi pemerintahan kabupaten
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
16 : Ilus
Nomor Panggil:
352.150 959 868 ADR s
352.150 959 868 ADR s
Control Number:
INLIS000000001192358
INLIS000000001192358
BIB ID:
0010-0126000803
0010-0126000803
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Transformasi digital nasional yang belum teratasi secara tuntas khususnya capaian aktivasi IKD di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dimana capaian aktivasi yang masih sangat rendah dan jauh dari target nasional, walaupun sudah dilaksanakan berbagai macam cara untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori strategi Kooten (1991), meliputi strategi organisasi, strategi kelembagaan, strategi pendukung sumber daya, dan strategi program.
Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Pada dimensi strategi organisasi, Disdukcapil telah mengadopsi strategi jemput bola untuk memperluas akses aktivasi IKD, tetapi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi masih
menghambat pencapaian target. Strategi kelembagaan, kerjasama dengan instansi lain seperti Dinas Sosial dan Bank NTT membantu meningkatkan aktivasi IKD, namun koordinasi yang
lebih luas diperlukan untuk integrasi penuh dalam layanan publik. Strategi sumber daya, SDM Disdukcapil cukup kompeten, tetapi keterbatasan infrastruktur dan teknologi menjadi tantangan
utama dalam optimalisasi pelayanan aktivasi IKD. Sedangkan strategi program, program jemput bola berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang IKD, tetapi keterbatasan anggaran menghambat keberlanjutan dan perlu strategi pendanaan yang lebih efektif. Kesimpulan: Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata menurut konsep teori Kooten (1991), maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah berjalan dengan baik namun belum bisa dikatakan maksimal karena masih ditemui kendala dikarenakan kurangnya kualitas sarana prasarana, anggaran yang masih belum cukup baik, kurangnya informasi dan manfaat langsung yang dirasakan terkait IKD, masyarakat yang masih memiliki keterbatasan atau kendala dalam pengetahuan teknologi, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencari informasi mengenai program yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kendala tersebut dapat di atasi melalui upaya-upaya yang dilakukan seperti memaksimalkan program Jebol Bimtek dukcpil, Membangun kerjasama antar instansi baik pemerintah maupun swasta, serta memperbaharui sarana dan prasarana yang mendukung Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata.
Kata kunci: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Strategi, Identitas Kependuduka Digital,
Meningkatkan
Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Pada dimensi strategi organisasi, Disdukcapil telah mengadopsi strategi jemput bola untuk memperluas akses aktivasi IKD, tetapi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi masih
menghambat pencapaian target. Strategi kelembagaan, kerjasama dengan instansi lain seperti Dinas Sosial dan Bank NTT membantu meningkatkan aktivasi IKD, namun koordinasi yang
lebih luas diperlukan untuk integrasi penuh dalam layanan publik. Strategi sumber daya, SDM Disdukcapil cukup kompeten, tetapi keterbatasan infrastruktur dan teknologi menjadi tantangan
utama dalam optimalisasi pelayanan aktivasi IKD. Sedangkan strategi program, program jemput bola berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang IKD, tetapi keterbatasan anggaran menghambat keberlanjutan dan perlu strategi pendanaan yang lebih efektif. Kesimpulan: Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata menurut konsep teori Kooten (1991), maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah berjalan dengan baik namun belum bisa dikatakan maksimal karena masih ditemui kendala dikarenakan kurangnya kualitas sarana prasarana, anggaran yang masih belum cukup baik, kurangnya informasi dan manfaat langsung yang dirasakan terkait IKD, masyarakat yang masih memiliki keterbatasan atau kendala dalam pengetahuan teknologi, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencari informasi mengenai program yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kendala tersebut dapat di atasi melalui upaya-upaya yang dilakukan seperti memaksimalkan program Jebol Bimtek dukcpil, Membangun kerjasama antar instansi baik pemerintah maupun swasta, serta memperbaharui sarana dan prasarana yang mendukung Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata.
Kata kunci: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Strategi, Identitas Kependuduka Digital,
Meningkatkan
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06857/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192358 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260122081458 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126000803 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM MENINGKATKAN AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Adrianus Theo Lima Lerek | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Adrianus Theo Lima Lerek | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 16 : $b Ilus | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23025 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Dahyar daraba | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 352.150 959 868 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 352.150 959 868 ADR s | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a administrasi pemerintahan kabupaten | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Transformasi digital nasional yang belum teratasi secara tuntas khususnya capaian aktivasi IKD di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dimana capaian aktivasi yang masih sangat rendah dan jauh dari target nasional, walaupun sudah dilaksanakan berbagai macam cara untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori strategi Kooten (1991), meliputi strategi organisasi, strategi kelembagaan, strategi pendukung sumber daya, dan strategi program. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Pada dimensi strategi organisasi, Disdukcapil telah mengadopsi strategi jemput bola untuk memperluas akses aktivasi IKD, tetapi keterbatasan literasi digital dan akses teknologi masih menghambat pencapaian target. Strategi kelembagaan, kerjasama dengan instansi lain seperti Dinas Sosial dan Bank NTT membantu meningkatkan aktivasi IKD, namun koordinasi yang lebih luas diperlukan untuk integrasi penuh dalam layanan publik. Strategi sumber daya, SDM Disdukcapil cukup kompeten, tetapi keterbatasan infrastruktur dan teknologi menjadi tantangan utama dalam optimalisasi pelayanan aktivasi IKD. Sedangkan strategi program, program jemput bola berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang IKD, tetapi keterbatasan anggaran menghambat keberlanjutan dan perlu strategi pendanaan yang lebih efektif. Kesimpulan: Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata menurut konsep teori Kooten (1991), maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah berjalan dengan baik namun belum bisa dikatakan maksimal karena masih ditemui kendala dikarenakan kurangnya kualitas sarana prasarana, anggaran yang masih belum cukup baik, kurangnya informasi dan manfaat langsung yang dirasakan terkait IKD, masyarakat yang masih memiliki keterbatasan atau kendala dalam pengetahuan teknologi, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencari informasi mengenai program yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kendala tersebut dapat di atasi melalui upaya-upaya yang dilakukan seperti memaksimalkan program Jebol Bimtek dukcpil, Membangun kerjasama antar instansi baik pemerintah maupun swasta, serta memperbaharui sarana dan prasarana yang mendukung Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Meningkatkan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Lembata. Kata kunci: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Strategi, Identitas Kependuduka Digital, Meningkatkan | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 22 Jan 2026