Detail Katalog

ID: 29194
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KOTA TOLERANSI DI KOTA SINGKAWANG / Gina Agrivina

Pengarang:
Gina Agrivina ; Ani Martini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Toleransi Sosial
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
201.559 832 12 GIN c
Control Number:
INLIS000000001192425
BIB ID:
0010-0126000870
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keragaman sosial yang meningkat di kota multikultural seperti Singkawang menuntut tata kelola yang efektif untuk mengelola pluralisme dan membangun toleransi. Namun, koordinasi antar pemangku kepentingan seringkali terfragmentasi sehingga membatasi potensi terciptanya harmoni sosial yang inklusif. Penelitian ini memfokuskan pada tantangan pelaksanaan collaborative governance sebagai strategi membangun kota toleran melalui kerjasama lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam mewujudkan kota toleran di Singkawang, dengan fokus pada partisipasi pemangku kepentingan, kemitraan kelembagaan, pengambilan keputusan demokratis, desentralisasi, jaringan sosial, dan adaptabilitas kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami interaksi sosial dan praktik tata kelola secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 informan yang dipilih secara purposif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat,
organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, serta analisis dokumen dan observasi lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance di Singkawang telah terwujud melalui partisipasi aktif, kemitraan lintas sektor, pengambilan keputusan yang transparan, dan pelaksanaan kebijakan yang adaptif. Namun, tantangan seperti ketimpangan keterlibatan pemangku kepentingan, keterbatasan kelembagaan, dan kesenjangan koordinasi masih ditemukan. Kesimpulan: Collaborative governance di Singkawang memberikan kontribusi positif terhadap toleransi sosial, tetapi perlu diperkuat melalui peningkatan inklusivitas, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta mekanisme penyelesaian konflik yang fleksibel agar harmoni sosial dapat terjaga secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Tata Kelola Kolaboratif, Toleransi, Pemerintah Daerah
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00194/IPDN/2026 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192425 1
005 _ _ 20260126085411 2
035 # # $a 0010-0126000870 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KOTA TOLERANSI DI KOTA SINGKAWANG /$c Gina Agrivina 4
100 _ # $a Gina Agrivina 5
300 # # $a 12 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23920 7
700 _ # $a Ani Martini 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 201.559 832 12 10
084 # # $a 201.559 832 12 GIN c 11
650 # 4 $a Toleransi Sosial 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keragaman sosial yang meningkat di kota multikultural seperti Singkawang menuntut tata kelola yang efektif untuk mengelola pluralisme dan membangun toleransi. Namun, koordinasi antar pemangku kepentingan seringkali terfragmentasi sehingga membatasi potensi terciptanya harmoni sosial yang inklusif. Penelitian ini memfokuskan pada tantangan pelaksanaan collaborative governance sebagai strategi membangun kota toleran melalui kerjasama lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam mewujudkan kota toleran di Singkawang, dengan fokus pada partisipasi pemangku kepentingan, kemitraan kelembagaan, pengambilan keputusan demokratis, desentralisasi, jaringan sosial, dan adaptabilitas kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami interaksi sosial dan praktik tata kelola secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 informan yang dipilih secara purposif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, serta analisis dokumen dan observasi lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance di Singkawang telah terwujud melalui partisipasi aktif, kemitraan lintas sektor, pengambilan keputusan yang transparan, dan pelaksanaan kebijakan yang adaptif. Namun, tantangan seperti ketimpangan keterlibatan pemangku kepentingan, keterbatasan kelembagaan, dan kesenjangan koordinasi masih ditemukan. Kesimpulan: Collaborative governance di Singkawang memberikan kontribusi positif terhadap toleransi sosial, tetapi perlu diperkuat melalui peningkatan inklusivitas, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta mekanisme penyelesaian konflik yang fleksibel agar harmoni sosial dapat terjaga secara berkelanjutan. Kata Kunci: Tata Kelola Kolaboratif, Toleransi, Pemerintah Daerah 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name