Detail Katalog

ID: 29213
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

1 STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT / Arya Nugraha

Pengarang:
Arya Nugraha ; Helwani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Stunting
Deskripsi Fisik:
13
Nomor Panggil:
363.859 846 11 ARY s
Control Number:
INLIS000000001192444
BIB ID:
0010-0126000889
Catatan
Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus, metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah.
Kata Kunci: Stunting, Strategi Kolaboratif, Penanganan Stunting
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06884/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192444 1
005 _ _ 20260126112416 2
035 # # $a 0010-0126000889 3
245 1 # $a 1 STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Arya Nugraha 4
100 _ # $a Arya Nugraha 5
300 # # $a 13 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23764 7
700 _ # $a Helwani 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.859 846 11 10
084 # # $a 363.859 846 11 ARY s 11
650 # 4 $a Stunting 12
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus, metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah. Kata Kunci: Stunting, Strategi Kolaboratif, Penanganan Stunting 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 26 Jan 2026
Export