Detail Katalog

ID: 29234
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA / i made maesa wisnantara

Pengarang:
i made maesa wisnantara ; Florianus Aser
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
kurang gizi
Deskripsi Fisik:
16
Nomor Panggil:
616.395 984 27 I M c
Control Number:
INLIS000000001192465
BIB ID:
0010-0126000910
Catatan
Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat
yang serius dengan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Kota Kotamobagu, sebagai wilayah yang berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting, telah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterlibatan masyarakat yang terbatas, data Posyandu yang kurang a kurat, serta peran kader kesehatan yang belum optimal. Kompleksitas ini memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang tidak hanya terstruktur tetapi juga adaptif terhadap dinamika lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Collaborative Governance dalam penanganan stunting di Kota Kotamobagu dengan menggunakan kerangka teori dari Ansell dan Gash (2008), yang menekankan pada dinamika interaksi antar aktor—mulai dari kondisi awal, desain institusional, kepemimpinan fasilitatif, hingga proses dan hasil kolaboratif. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian melibatkan aktor-aktor kunci seperti pemerintah daerah, pemangku kepentingan bisnis, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola kolaborasi. Hasil:Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Informan terdiri dari pejabat pemerintah daerah, akademisi, tokoh agama, dan organisasi masyarakat seperti PKK. Kesimpulan:Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang telah terbangun sejauh ini berjalan ke arah yang tepat, namun perlu diperkuat melalui koordinasi akar rumput yang lebih baik, validitas data yang ditingkatkan, serta evaluasi kolaboratif yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Collaborative Governance, penurunan stunting, proses kolaborasi, aktor multipemangku kepentingan, kebijakan kesehatan masyarakat.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06905/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192465 1
005 _ _ 20260126052058 2
035 # # $a 0010-0126000910 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA /$c i made maesa wisnantara 4
100 _ # $a i made maesa wisnantara 5
300 # # $a 16 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23096 7
700 _ # $a Florianus Aser 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 616.395 984 27 10
084 # # $a 616.395 984 27 I M c 11
650 # 4 $a kurang gizi 12
520 # # $a Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Kota Kotamobagu, sebagai wilayah yang berkomitmen dalam percepatan penurunan stunting, telah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterlibatan masyarakat yang terbatas, data Posyandu yang kurang a kurat, serta peran kader kesehatan yang belum optimal. Kompleksitas ini memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang tidak hanya terstruktur tetapi juga adaptif terhadap dinamika lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Collaborative Governance dalam penanganan stunting di Kota Kotamobagu dengan menggunakan kerangka teori dari Ansell dan Gash (2008), yang menekankan pada dinamika interaksi antar aktor—mulai dari kondisi awal, desain institusional, kepemimpinan fasilitatif, hingga proses dan hasil kolaboratif. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian melibatkan aktor-aktor kunci seperti pemerintah daerah, pemangku kepentingan bisnis, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola kolaborasi. Hasil:Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Informan terdiri dari pejabat pemerintah daerah, akademisi, tokoh agama, dan organisasi masyarakat seperti PKK. Kesimpulan:Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang telah terbangun sejauh ini berjalan ke arah yang tepat, namun perlu diperkuat melalui koordinasi akar rumput yang lebih baik, validitas data yang ditingkatkan, serta evaluasi kolaboratif yang berkelanjutan. Kata Kunci: Collaborative Governance, penurunan stunting, proses kolaborasi, aktor multipemangku kepentingan, kebijakan kesehatan masyarakat. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name