Detail Katalog
ID: 29339Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH (SIMPARDA) DALAM PENGELOLAAN PENDAPATAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI KOTA BINJAI / TARIGAN, YEHEZKIEL ALVA TIGANNA
Pengarang:
TARIGAN, YEHEZKIEL ALVA TIGANNA ; Haromin
TARIGAN, YEHEZKIEL ALVA TIGANNA ; Haromin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
pajak daerah
Deskripsi Fisik:
11 : Ilus
11 : Ilus
Nomor Panggil:
352.445 981 221 TAR i
352.445 981 221 TAR i
Control Number:
INLIS000000001192570
INLIS000000001192570
BIB ID:
0010-0126001015
0010-0126001015
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun Pemerintah Kota Binjai telah menerapkan Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah (SIMPARDA) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak dan retribusi, realisasi penerimaan masih belum optimal. Peningkatan capaian pendapatan memang terjadi sejak penerapan SIMPARDA, namun persentaserealisasi belum mencapai angka ideal di atas 80% yang dianggap sebagai realisasi yang baik. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi penerimaan yang dapat dimaksimalkan melalui teknologi informasi dengan hasil aktual yang masih di bawah ekspektasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIMPARDA dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah di Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada konsep implementasi menurut David C. Korten (1984) yang mencakup tiga dimensi: organisasi, program, dan pemanfaat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMPARDA telah membawa kontribusi positif terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Namun, efektivitasnya masih belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan akses oleh masyarakat umum dan masih terbatas pada pegawai internal. Hambatan lainnya meliputi kurangnya penguasaan teknologi oleh pegawai dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak secara tepat waktu. Kesimpulan: Implementasi Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah (SIMPARDA) di Kota Binjai telah berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Sistem ini membuat proses administrasi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipantau oleh instansi terkait. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan SDM, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta belum diterapkannya sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak patuh. Pemerintah Kota Binjai telah menanggapi tantangan ini melalui sosialisasi, pelatihan teknis, perluasan layanan digital, dan pemberian insentif. Dengan peningkatan kapasitas internal dan keterlibatan publik yang lebih luas, SIMPARDA berpotensi besar mendukung optimalisasi penerimaan daerah. Kata Kunci: Sistem Informasi Pajak, Retribusi Daerah, SIMPARDA, Transparansi, Akuntabilitas, Pengelolaan Pendapatan, Kota Binjai.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06985/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192570 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127114828 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001015 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH (SIMPARDA) DALAM PENGELOLAAN PENDAPATAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI KOTA BINJAI /$c TARIGAN, YEHEZKIEL ALVA TIGANNA | 4 |
| 100 | 3 |
# |
$a TARIGAN, YEHEZKIEL ALVA TIGANNA | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b Ilus | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Haromin | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 352.445 981 221 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 352.445 981 221 TAR i | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a pajak daerah | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun Pemerintah Kota Binjai telah menerapkan Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah (SIMPARDA) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak dan retribusi, realisasi penerimaan masih belum optimal. Peningkatan capaian pendapatan memang terjadi sejak penerapan SIMPARDA, namun persentaserealisasi belum mencapai angka ideal di atas 80% yang dianggap sebagai realisasi yang baik. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi penerimaan yang dapat dimaksimalkan melalui teknologi informasi dengan hasil aktual yang masih di bawah ekspektasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIMPARDA dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah di Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada konsep implementasi menurut David C. Korten (1984) yang mencakup tiga dimensi: organisasi, program, dan pemanfaat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMPARDA telah membawa kontribusi positif terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Namun, efektivitasnya masih belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan akses oleh masyarakat umum dan masih terbatas pada pegawai internal. Hambatan lainnya meliputi kurangnya penguasaan teknologi oleh pegawai dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak secara tepat waktu. Kesimpulan: Implementasi Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah (SIMPARDA) di Kota Binjai telah berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Sistem ini membuat proses administrasi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipantau oleh instansi terkait. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan SDM, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, serta belum diterapkannya sanksi tegas bagi wajib pajak yang tidak patuh. Pemerintah Kota Binjai telah menanggapi tantangan ini melalui sosialisasi, pelatihan teknis, perluasan layanan digital, dan pemberian insentif. Dengan peningkatan kapasitas internal dan keterlibatan publik yang lebih luas, SIMPARDA berpotensi besar mendukung optimalisasi penerimaan daerah. Kata Kunci: Sistem Informasi Pajak, Retribusi Daerah, SIMPARDA, Transparansi, Akuntabilitas, Pengelolaan Pendapatan, Kota Binjai. | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026