Detail Katalog

ID: 29353
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KARAKTERISTIK ANCAMAN SIBER PADA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA / Wira Fattah Pasha

Pengarang:
Wira Fattah Pasha ; Sudarmono
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi pemerintahan umum dan pengawasan
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
353.959 8 WIR k
Control Number:
INLIS000000001192584
BIB ID:
0010-0126001029
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada seringnya terjadi serangan siber pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan tidak adanya data serangan siber yang spesifik pada suatu instansi pemerintah di Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis ancaman siber yang menargetkan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan menganalisis motif di balik serangan-serangan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan klasifikasi MITRE ATT&CK yang mana datanya bersumber dari laporan Pusdatin. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu serangan siber yang paling sering terjadi adalah Distributed Denial of Service (DoS) dan Vulnerability Scanning yang mana motif pelaku serangan siber adalah gangguan operasional pemerintahan, eksploitasi kerentanan sistem, dan pencurian atau manipulasi data sensitif. Kesimpulan: Klasifikasi insiden menggunakan kerangka MITRE ATT&CK menunjukkan bahwa DoS dan vulnerability scanning merupakan vektor serangan utama terhadap Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.Pemahaman motif—mulai dari upaya mengganggu layanan hingga mengeksfiltrasi data—menjadi dasar penting untuk merancang strategi keamanan siber yang lebih menyeluruh. Disarankan agar pemerintah memperkuat monitoring real-time, menerapkan manajemen patch yang ketat, dan meningkatkan kesadaran siber melalui pelatihan bagi seluruh pegawai untuk memperkuat ketahanan sistem administrasi publik digital. Kata kunci: Cyber Threats, E-Government, Dos Attacks, Vulnerability Scanning, Information Security
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06993/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192584 1
005 _ _ 20260127012516 2
035 # # $a 0010-0126001029 3
245 1 # $a KARAKTERISTIK ANCAMAN SIBER PADA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA /$c Wira Fattah Pasha 4
100 _ # $a Wira Fattah Pasha 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
700 _ # $a Sudarmono 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 353.959 8 9
084 # # $a 353.959 8 WIR k 10
650 # 4 $a Administrasi pemerintahan umum dan pengawasan 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada seringnya terjadi serangan siber pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan tidak adanya data serangan siber yang spesifik pada suatu instansi pemerintah di Indonesia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis ancaman siber yang menargetkan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan menganalisis motif di balik serangan-serangan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan klasifikasi MITRE ATT&CK yang mana datanya bersumber dari laporan Pusdatin. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu serangan siber yang paling sering terjadi adalah Distributed Denial of Service (DoS) dan Vulnerability Scanning yang mana motif pelaku serangan siber adalah gangguan operasional pemerintahan, eksploitasi kerentanan sistem, dan pencurian atau manipulasi data sensitif. Kesimpulan: Klasifikasi insiden menggunakan kerangka MITRE ATT&CK menunjukkan bahwa DoS dan vulnerability scanning merupakan vektor serangan utama terhadap Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.Pemahaman motif—mulai dari upaya mengganggu layanan hingga mengeksfiltrasi data—menjadi dasar penting untuk merancang strategi keamanan siber yang lebih menyeluruh. Disarankan agar pemerintah memperkuat monitoring real-time, menerapkan manajemen patch yang ketat, dan meningkatkan kesadaran siber melalui pelatihan bagi seluruh pegawai untuk memperkuat ketahanan sistem administrasi publik digital. Kata kunci: Cyber Threats, E-Government, Dos Attacks, Vulnerability Scanning, Information Security 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name