Detail Katalog
ID: 29362Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENGEMBANGAN KARIER PNS YANG TERDAMPAK PENYETARAAN JABATAN DI BKPSDM KABUPATEN PIDIE / Muhammad Revi Muldana
Pengarang:
Muhammad Revi Muldana ; Neni Alyani
Muhammad Revi Muldana ; Neni Alyani
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Manajemen Personalia
Deskripsi Fisik:
10
10
Nomor Panggil:
658.309 598 111 4 MUH p
658.309 598 111 4 MUH p
Control Number:
INLIS000000001192593
INLIS000000001192593
BIB ID:
0010-0126001038
0010-0126001038
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun kebijakan dan penelitian sebelumnya telah
membahas transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam institusi pemerintahan,
masih terdapat keterbatasan penelitian empiris yang secara khusus menyoroti dampak penyetaraan
jabatan ini terhadap pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat pemerintah daerah,
khususnya di Kabupaten Pidie. Sebagian besar studi yang ada belum secara komprehensif
mengeksplorasi implementasi pengembangan karier melalui empat dimensi utama—pendidikan,
pelatihan, mutasi, dan promosi—setelah restrukturisasi jabatan dilakukan. Selain itu, tantangan
spesifik yang dihadapi pegawai dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem jabatan
fungsional, serta bagaimana respons lembaga daerah terhadap isu-isu ini, masih jarang dikaji.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan karier PNS yang
terdampak oleh penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan karier di
BKPSDM Kabupaten Pidie telah mengikuti empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi,
dan promosi. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah jabatan fungsional,
rendahnya pemahaman pegawai terhadap sistem fungsional, serta kurangnya pelatihan dan
sosialisasi. Kesimpulan: Pengembangan karier bagi PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan
di BKPSDM Kabupaten Pidie telah dilaksanakan berdasarkan dimensi-dimensi utama. Namun
demikian, masih dihadapkan pada berbagai kendala yang memerlukan peningkatan dukungan,
pemahaman, dan pelatihan agar adaptasi terhadap jabatan fungsional dapat berjalan secara efektif.
Kata Kunci: Pengembangan Karier, Pegawai Negeri Sipil, Penyetaraan Jabatan.
membahas transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam institusi pemerintahan,
masih terdapat keterbatasan penelitian empiris yang secara khusus menyoroti dampak penyetaraan
jabatan ini terhadap pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat pemerintah daerah,
khususnya di Kabupaten Pidie. Sebagian besar studi yang ada belum secara komprehensif
mengeksplorasi implementasi pengembangan karier melalui empat dimensi utama—pendidikan,
pelatihan, mutasi, dan promosi—setelah restrukturisasi jabatan dilakukan. Selain itu, tantangan
spesifik yang dihadapi pegawai dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem jabatan
fungsional, serta bagaimana respons lembaga daerah terhadap isu-isu ini, masih jarang dikaji.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan karier PNS yang
terdampak oleh penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan karier di
BKPSDM Kabupaten Pidie telah mengikuti empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi,
dan promosi. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah jabatan fungsional,
rendahnya pemahaman pegawai terhadap sistem fungsional, serta kurangnya pelatihan dan
sosialisasi. Kesimpulan: Pengembangan karier bagi PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan
di BKPSDM Kabupaten Pidie telah dilaksanakan berdasarkan dimensi-dimensi utama. Namun
demikian, masih dihadapkan pada berbagai kendala yang memerlukan peningkatan dukungan,
pemahaman, dan pelatihan agar adaptasi terhadap jabatan fungsional dapat berjalan secara efektif.
Kata Kunci: Pengembangan Karier, Pegawai Negeri Sipil, Penyetaraan Jabatan.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07001/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192593 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260127015512 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001038 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENGEMBANGAN KARIER PNS YANG TERDAMPAK PENYETARAAN JABATAN DI BKPSDM KABUPATEN PIDIE /$c Muhammad Revi Muldana | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Muhammad Revi Muldana | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 10 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24768 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Neni Alyani | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 658.309 598 111 4 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 658.309 598 111 4 MUH p | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Manajemen Personalia | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun kebijakan dan penelitian sebelumnya telah membahas transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam institusi pemerintahan, masih terdapat keterbatasan penelitian empiris yang secara khusus menyoroti dampak penyetaraan jabatan ini terhadap pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Pidie. Sebagian besar studi yang ada belum secara komprehensif mengeksplorasi implementasi pengembangan karier melalui empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi—setelah restrukturisasi jabatan dilakukan. Selain itu, tantangan spesifik yang dihadapi pegawai dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem jabatan fungsional, serta bagaimana respons lembaga daerah terhadap isu-isu ini, masih jarang dikaji. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan karier PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan karier di BKPSDM Kabupaten Pidie telah mengikuti empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah jabatan fungsional, rendahnya pemahaman pegawai terhadap sistem fungsional, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi. Kesimpulan: Pengembangan karier bagi PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan di BKPSDM Kabupaten Pidie telah dilaksanakan berdasarkan dimensi-dimensi utama. Namun demikian, masih dihadapkan pada berbagai kendala yang memerlukan peningkatan dukungan, pemahaman, dan pelatihan agar adaptasi terhadap jabatan fungsional dapat berjalan secara efektif. Kata Kunci: Pengembangan Karier, Pegawai Negeri Sipil, Penyetaraan Jabatan. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 27 Jan 2026