Detail Katalog

ID: 29444
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN LEMBAGA ADAT MELAYU DALAM MELESTARIKAN BAHASA MELAYU DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU / Boya Bimantara

Pengarang:
Boya Bimantara ; Dewi Safitri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi Negara Bidang Kebudayaan
Deskripsi Fisik:
15 : Ilus
Nomor Panggil:
353.709 598 141 11 BOY p
Control Number:
INLIS000000001192675
BIB ID:
0010-0126001120
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Menurunnya penggunaan bahasa Melayu di Kota Pekanbaru menjadi persoalan serius yang mengancam identitas budaya lokal. Dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Minangkabau, serta minimnya minat generasi muda terhadap bahasa Melayu mempercepat proses marginalisasi bahasa tersebut. Fenomena ini menunjukkan lemahnya intergenerasi pewarisan bahasa sebagai warisan budaya yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran Lembaga Adat Melayu Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori peran Biddle & Thomas. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan adalah peran Lembaga Adat Melayu(LAM) Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru dianalisis melalui dimensi pada teori peran Biddle & Thomas, pada dimensi harapan yang muncul menghasilkan empat kategori utama yaitu pelestarian bahasa melalui integrasi kurikulum dan sosialisasi, dukungan pemerintah berupa regulasi dan anggaran, peningkatan koordinasi dalam LAM, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya pendukung, pada dimensi norma diketahui bahwa LAM telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku baik berdasarkan anggaran rumah tangga internal maupun Peraturan Daerah yang telah disahkan oleh pemerintah, pada dimensi peforma diketahui bahwa tingkat keikutsertaan perilaku pada peran yang dijalankan sudah berjalan cukup baik tetapi masih menghadapi tantangan namun LAM berkomitmen untuk melakukan evaluasi pendekatan manajemen yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pada dimensi evaluasi dan sanksi diketahui bahwa program dari LAM mendapat respon positif dan respon negatif yang dijadikan bahan evaluasi dan pentingnya pendekatan demokratis dan berbasis konsensus dalam pelestarian budaya, dengan tujuan agar semua elemen masyarakat merasa dihargai dalam proses tersebut Kesimpulan: Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berperan aktif dalam melestarikan bahasa Melayu melalui kegiatan edukatif, sosial-budaya, serta kerja sama dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. Kata Kunci:Bahasa Melayu, Lembaga Adat, Pelestarian Budaya, Pekanbaru, Identitas Kultural
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07066/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192675 1
005 _ _ 20260128110943 2
035 # # $a 0010-0126001120 3
245 1 # $a PERAN LEMBAGA ADAT MELAYU DALAM MELESTARIKAN BAHASA MELAYU DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU /$c Boya Bimantara 4
100 _ # $a Boya Bimantara 5
300 # # $a 15 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24610 7
700 _ # $a Dewi Safitri 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 353.709 598 141 11 10
084 # # $a 353.709 598 141 11 BOY p 11
650 # 4 $a Administrasi Negara Bidang Kebudayaan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Menurunnya penggunaan bahasa Melayu di Kota Pekanbaru menjadi persoalan serius yang mengancam identitas budaya lokal. Dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Minangkabau, serta minimnya minat generasi muda terhadap bahasa Melayu mempercepat proses marginalisasi bahasa tersebut. Fenomena ini menunjukkan lemahnya intergenerasi pewarisan bahasa sebagai warisan budaya yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran Lembaga Adat Melayu Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan analisis menggunakan teori peran Biddle & Thomas. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: hasil temuan adalah peran Lembaga Adat Melayu(LAM) Riau dalam pelestarian bahasa Melayu di Kota Pekanbaru dianalisis melalui dimensi pada teori peran Biddle & Thomas, pada dimensi harapan yang muncul menghasilkan empat kategori utama yaitu pelestarian bahasa melalui integrasi kurikulum dan sosialisasi, dukungan pemerintah berupa regulasi dan anggaran, peningkatan koordinasi dalam LAM, serta penyediaan fasilitas dan sumber daya pendukung, pada dimensi norma diketahui bahwa LAM telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku baik berdasarkan anggaran rumah tangga internal maupun Peraturan Daerah yang telah disahkan oleh pemerintah, pada dimensi peforma diketahui bahwa tingkat keikutsertaan perilaku pada peran yang dijalankan sudah berjalan cukup baik tetapi masih menghadapi tantangan namun LAM berkomitmen untuk melakukan evaluasi pendekatan manajemen yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pada dimensi evaluasi dan sanksi diketahui bahwa program dari LAM mendapat respon positif dan respon negatif yang dijadikan bahan evaluasi dan pentingnya pendekatan demokratis dan berbasis konsensus dalam pelestarian budaya, dengan tujuan agar semua elemen masyarakat merasa dihargai dalam proses tersebut Kesimpulan: Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berperan aktif dalam melestarikan bahasa Melayu melalui kegiatan edukatif, sosial-budaya, serta kerja sama dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. Kata Kunci:Bahasa Melayu, Lembaga Adat, Pelestarian Budaya, Pekanbaru, Identitas Kultural 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name