Detail Katalog

ID: 29459
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / MUHAMMAD SULTAN ZAKY GIBRAN HAMDI

Pengarang:
MUHAMMAD SULTAN ZAKY GIBRAN HAMDI ; Komaedi
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pajak dan Perpajakan
Deskripsi Fisik:
15
Nomor Panggil:
336.209 598 36 MUH i
Control Number:
INLIS000000001192690
BIB ID:
0010-0126001135
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Kalimantan Selatan menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya kepatuhan wajib pajak, kurangnya sosialisasi, dan fasilitas yang tidak memadai di daerah terpencil. Tantangan ini menyoroti pentingnya implementasi kebijakan yang efektif dan sistem yang efisien untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan kontribusinya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan kunci, dokumentasi, dan observasi. Teori implementasi kebijakan Edward III digunakan sebagai dasar analisis, dengan fokus pada empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemungutan PKB di Provinsi Kalimantan Selatan belum optimal. Komunikasi antar unit kerja masih tidak konsisten, keterbatasan sumber daya seperti sistem informasi dan tenaga teknis menjadi kendala, dan tidak ada insentif yang cukup bagi pelaksana kebijakan. Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya seperti digitalisasi layanan, program pemutihan pajak, dan optimalisasi peraturan daerah untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan: Kebijakan pemungutan PKB telah berkontribusi terhadap peningkatan PAD, namun efektivitasnya masih terkendala oleh berbagai tantangan, termasuk masalah teknis, keterbatasan SDM, dan komunikasi yang tidak konsisten. Kata kunci: Implementasi Kebijakan; Inovasi Pelayanan Publik; Pajak Kendaraan Bermotor (PKB); Pendapatan Asli Daerah (PAD); Kalimantan Selatan; Transformasi Digital
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07077/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192690 1
005 _ _ 20260128113649 2
035 # # $a 0010-0126001135 3
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c MUHAMMAD SULTAN ZAKY GIBRAN HAMDI 4
100 _ # $a MUHAMMAD SULTAN ZAKY GIBRAN HAMDI 5
300 # # $a 15 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/23658 7
700 _ # $a Komaedi 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 9
082 # # $a 336.209 598 36 10
084 # # $a 336.209 598 36 MUH i 11
650 # 4 $a Pajak dan Perpajakan 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Kalimantan Selatan menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya kepatuhan wajib pajak, kurangnya sosialisasi, dan fasilitas yang tidak memadai di daerah terpencil. Tantangan ini menyoroti pentingnya implementasi kebijakan yang efektif dan sistem yang efisien untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan kontribusinya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan kunci, dokumentasi, dan observasi. Teori implementasi kebijakan Edward III digunakan sebagai dasar analisis, dengan fokus pada empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa MPP telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemungutan PKB di Provinsi Kalimantan Selatan belum optimal. Komunikasi antar unit kerja masih tidak konsisten, keterbatasan sumber daya seperti sistem informasi dan tenaga teknis menjadi kendala, dan tidak ada insentif yang cukup bagi pelaksana kebijakan. Meski demikian, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya seperti digitalisasi layanan, program pemutihan pajak, dan optimalisasi peraturan daerah untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan: Kebijakan pemungutan PKB telah berkontribusi terhadap peningkatan PAD, namun efektivitasnya masih terkendala oleh berbagai tantangan, termasuk masalah teknis, keterbatasan SDM, dan komunikasi yang tidak konsisten. Kata kunci: Implementasi Kebijakan; Inovasi Pelayanan Publik; Pajak Kendaraan Bermotor (PKB); Pendapatan Asli Daerah (PAD); Kalimantan Selatan; Transformasi Digital 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name