Detail Katalog

ID: 29479
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN ASET MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA / Muhammad Adzhan

Pengarang:
Muhammad Adzhan ; Restu Widyo Sasongko
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
pendapatan asli
Deskripsi Fisik:
19 : Ilus
Nomor Panggil:
336.025 982 2 MUH o
Control Number:
INLIS000000001192710
BIB ID:
0010-0126001155
Catatan
Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan lahan aset di Jakarta, tantangan yang dihadapi semakin kompleks lahan aset yang belum dimanfaatkan secara optimal tanpa pengelolaan yang baik, dapat menjadi sumber masalah seperti keuangan negara akan semakin terbebani oleh asetaset yang tidak produktif tersebut, yang pada akhirnya kehilangan potensi ekonomi dan nilai produktifnya. Dengan adanya teknologi informasi dapat mengoptimalisasi pemanfaatan aset DKI Jakarta. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan aset melalui sistem informasi manajemen aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di DKI Jakarta, Provinsi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori transformasi digital menurut Siregar (2019) Hasil: Berdasarkan penelitian yang pada indikator inventarisasi pencatatan fisik (lokasi, luas, penggunaan) dan yuridis (sertifikat, status hukum) dengan tim multisektoral. DKI Jakarta memiliki 737 lahan dan 974 bangunan terinventarisasi, namun SDM terbatas menghambat optimalisasi. Pada indikator audit Identifikasi masalah legal (aset tanpa sertifikat, sengketa) melalui verifikasi dokumen kepemilikan. Sebanyak 1.579 aset tanah belum teridentifikasi, menghambat pemanfaatan akibat ketidakpastian hukum Penentuan nilai ekonomi aset berdasarkan kondisi fisik, lokasi, dan potensi pasar. Data SIMDA BMD dan JAKASET digunakan untuk menilai aset seperti Gor Bulungan (nilai Rp2,25 triliun).Pemanfaatan melalui sewa, KSP, dan BGS/BOT oleh UP JAMC, menghasilkan pendapatan Rp847,3 miliar. Kendala birokrasi memperlambat realisasi kerjasama dengan pihak ketiga Monitoring via Inspektorat, SOP, dan sistem JAKASET untuk transparansi. Integrasi sistem mempermudah pelaporan, namun 20% aset belum termonitor akibat cakupan luas dan SDM terbatas. Kesimpulan: Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Aset Melalui Sistem Informasi Manajemen Aset Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu Pemanfaatan Barang Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta belum optimal karena dua dari lima indikator manajemen aset belum optimal yakni indikator inventarisasi fisik,permasalahan legal aset, implementasi optimalisasi pemanfaatan lahan aset. Sementara yang sudah berjalan baik yaitu indikator inventarisasi yuridis, perencanaan pemanfaatan lahan aset, pengendalian dan pengawasan Kata Kunci: Barang Milik Daerah, Manajemen Aset, Pemanfaatan aset
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07097/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192710 1
005 _ _ 20260128124450 2
035 # # $a 0010-0126001155 3
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN ASET MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA /$c Muhammad Adzhan 4
100 _ # $a Muhammad Adzhan 5
300 # # $a 19 : $b Ilus 6
700 _ # $a Restu Widyo Sasongko 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 336.025 982 2 9
084 # # $a 336.025 982 2 MUH o 10
650 # 4 $a pendapatan asli 11
520 # # $a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Pengelolaan lahan aset di Jakarta, tantangan yang dihadapi semakin kompleks lahan aset yang belum dimanfaatkan secara optimal tanpa pengelolaan yang baik, dapat menjadi sumber masalah seperti keuangan negara akan semakin terbebani oleh asetaset yang tidak produktif tersebut, yang pada akhirnya kehilangan potensi ekonomi dan nilai produktifnya. Dengan adanya teknologi informasi dapat mengoptimalisasi pemanfaatan aset DKI Jakarta. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan aset melalui sistem informasi manajemen aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di DKI Jakarta, Provinsi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori transformasi digital menurut Siregar (2019) Hasil: Berdasarkan penelitian yang pada indikator inventarisasi pencatatan fisik (lokasi, luas, penggunaan) dan yuridis (sertifikat, status hukum) dengan tim multisektoral. DKI Jakarta memiliki 737 lahan dan 974 bangunan terinventarisasi, namun SDM terbatas menghambat optimalisasi. Pada indikator audit Identifikasi masalah legal (aset tanpa sertifikat, sengketa) melalui verifikasi dokumen kepemilikan. Sebanyak 1.579 aset tanah belum teridentifikasi, menghambat pemanfaatan akibat ketidakpastian hukum Penentuan nilai ekonomi aset berdasarkan kondisi fisik, lokasi, dan potensi pasar. Data SIMDA BMD dan JAKASET digunakan untuk menilai aset seperti Gor Bulungan (nilai Rp2,25 triliun).Pemanfaatan melalui sewa, KSP, dan BGS/BOT oleh UP JAMC, menghasilkan pendapatan Rp847,3 miliar. Kendala birokrasi memperlambat realisasi kerjasama dengan pihak ketiga Monitoring via Inspektorat, SOP, dan sistem JAKASET untuk transparansi. Integrasi sistem mempermudah pelaporan, namun 20% aset belum termonitor akibat cakupan luas dan SDM terbatas. Kesimpulan: Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Aset Melalui Sistem Informasi Manajemen Aset Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu Pemanfaatan Barang Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta belum optimal karena dua dari lima indikator manajemen aset belum optimal yakni indikator inventarisasi fisik,permasalahan legal aset, implementasi optimalisasi pemanfaatan lahan aset. Sementara yang sudah berjalan baik yaitu indikator inventarisasi yuridis, perencanaan pemanfaatan lahan aset, pengendalian dan pengawasan Kata Kunci: Barang Milik Daerah, Manajemen Aset, Pemanfaatan aset 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name