Detail Katalog
ID: 29482Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA LOHA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT / Siok, Meyti Hardini Utami
Pengarang:
Siok, Meyti Hardini Utami ; Afni Nooraini
Siok, Meyti Hardini Utami ; Afni Nooraini
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Administrasi Pembangunan
Deskripsi Fisik:
11
11
Nomor Panggil:
354.640 959 868 22 SIO c
354.640 959 868 22 SIO c
Control Number:
INLIS000000001192713
INLIS000000001192713
BIB ID:
0010-0126001158
0010-0126001158
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Wisata Loha di Kabupaten Manggarai Barat
menghadapi tantangan keterbatasan akses air bersih, listrik, dan minimnya promosi digital,
yang belum sepenuhnya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs)
Desa, khususnya tujuan ke-6 (air bersih), ke-7 (energi bersih), dan ke-17 (kemitraan). Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika Collaborative Governance
dalam pengembangan Desa Wisata Loha untuk mewujudkan Sustainable Development Goals
(SDGs) Desa di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dimana telah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi
dan dokumentasi, dengan 12 informan serta dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan
penelitian serta sumber data dari Data Primer dan Data Sekunder. Hasil/Temuan: collaborative
governance di Desa Wisata Loha berjalan melalui tiga indikator utama: (1) keterlibatan yang
berprinsip, tercermin dari musyawarah rutin dan pembagian peran yang jelas antar aktor; (2)
motivasi bersama, berupa komitmen kolektif dan kepercayaan antar pihak; serta (3) kapasitas
aksi kolektif, yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pelatihan masyarakat, dan
optimalisasi sumber daya lokal. Faktor pendorong keberhasilan kolaborasi meliputi saling
ketergantungan, insentif konsekuensial, dan kepemimpinan inisiasi, sementara hambatan
utama adalah keterbatasan infrastruktur dan promosi. Kesimpulan: collaborative governance
terbukti efektif dalam memperkuat pengelolaan desa wisata, meningkatkan partisipasi
masyarakat, dan mendorong pencapaian SDGs Desa secara inklusif dan berkelanjutan di Desa
Wisata Loha.
Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, SDGs, Manggarai Barat, kolaborasi
menghadapi tantangan keterbatasan akses air bersih, listrik, dan minimnya promosi digital,
yang belum sepenuhnya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs)
Desa, khususnya tujuan ke-6 (air bersih), ke-7 (energi bersih), dan ke-17 (kemitraan). Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika Collaborative Governance
dalam pengembangan Desa Wisata Loha untuk mewujudkan Sustainable Development Goals
(SDGs) Desa di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif dimana telah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi
dan dokumentasi, dengan 12 informan serta dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan
penelitian serta sumber data dari Data Primer dan Data Sekunder. Hasil/Temuan: collaborative
governance di Desa Wisata Loha berjalan melalui tiga indikator utama: (1) keterlibatan yang
berprinsip, tercermin dari musyawarah rutin dan pembagian peran yang jelas antar aktor; (2)
motivasi bersama, berupa komitmen kolektif dan kepercayaan antar pihak; serta (3) kapasitas
aksi kolektif, yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pelatihan masyarakat, dan
optimalisasi sumber daya lokal. Faktor pendorong keberhasilan kolaborasi meliputi saling
ketergantungan, insentif konsekuensial, dan kepemimpinan inisiasi, sementara hambatan
utama adalah keterbatasan infrastruktur dan promosi. Kesimpulan: collaborative governance
terbukti efektif dalam memperkuat pengelolaan desa wisata, meningkatkan partisipasi
masyarakat, dan mendorong pencapaian SDGs Desa secara inklusif dan berkelanjutan di Desa
Wisata Loha.
Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, SDGs, Manggarai Barat, kolaborasi
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07100/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192713 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260128125333 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001158 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA LOHA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT /$c Siok, Meyti Hardini Utami | 4 |
| 100 | 3 |
# |
$a Siok, Meyti Hardini Utami | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23526 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Afni Nooraini | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 354.640 959 868 22 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 354.640 959 868 22 SIO c | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Pembangunan | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Wisata Loha di Kabupaten Manggarai Barat menghadapi tantangan keterbatasan akses air bersih, listrik, dan minimnya promosi digital, yang belum sepenuhnya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya tujuan ke-6 (air bersih), ke-7 (energi bersih), dan ke-17 (kemitraan). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika Collaborative Governance dalam pengembangan Desa Wisata Loha untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana telah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan 12 informan serta dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan penelitian serta sumber data dari Data Primer dan Data Sekunder. Hasil/Temuan: collaborative governance di Desa Wisata Loha berjalan melalui tiga indikator utama: (1) keterlibatan yang berprinsip, tercermin dari musyawarah rutin dan pembagian peran yang jelas antar aktor; (2) motivasi bersama, berupa komitmen kolektif dan kepercayaan antar pihak; serta (3) kapasitas aksi kolektif, yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pelatihan masyarakat, dan optimalisasi sumber daya lokal. Faktor pendorong keberhasilan kolaborasi meliputi saling ketergantungan, insentif konsekuensial, dan kepemimpinan inisiasi, sementara hambatan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan promosi. Kesimpulan: collaborative governance terbukti efektif dalam memperkuat pengelolaan desa wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong pencapaian SDGs Desa secara inklusif dan berkelanjutan di Desa Wisata Loha. Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, SDGs, Manggarai Barat, kolaborasi | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 28 Jan 2026