Detail Katalog

ID: 29500
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN / Sulthan Ardhieka Nabigh F

Pengarang:
Sulthan Ardhieka Nabigh F ; Aleknaek Martua
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Permasalahan Orang Miskin (Kemiskinan)
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
Nomor Panggil:
363.375 981 61 SUL c
Control Number:
INLIS000000001192731
BIB ID:
0010-0126001176
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan individu atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup secara layak, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan angka 11,90% pada tahun
2022. Penurunan menjadi 11,78% pada tahun 2023. Setelah itu, pada tahun 2024 persentase angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 10,97%. dalam tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Provinsi Sumatera
Selatan masih diatas rata-rata kemiskinan nasional. Sehingga dibutuhkan langkah efektif melalui keterlibatan aktor diluar pemerintahan sehingga konsep collaborative governance dilakukan. Tujuan: Untuk menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada informan yang dipilih berdasarkan keikutsertaannya dalam penangulangan kemiskinan. Adapun jumlah informan pada penelitian ini berjumlah 7. Pelaksanaan analisis data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian data dan
juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan pada dimensi kondisi awal dengan tiga indikatornya didapatkan bahwa terdapat masalah pada salah satu indikator yaitu insentif. Pada dimensi desain kelembagaan dengan indikator aturan jelas dan transparansi sudah berjalan dengan baik. Setelah itu, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif juga berjalan dengan baik. Setelah itu, pada dimensi proses kolaborasi dengan kelima indikatornya menunjukkan hasil yang baik. Setelah itu, pada dimensi tepat kebijakan, kebijakan ini dapat menyelesaikan permasalahan. Setelah itu, dimensi tepat pelaksanaan, indikatornya berjalan dengan baik yaitu dengan adanya kolaborasi antar pemerintah, masyarakat dan CSR. Setelah itu, dimensi tepat target, terdapat permasalahan pada kesiapan targer intervensi. Setelah itu, dimensi tepat lingkungan kebijakan,
yaitu eksternal dan internal, hal ini menunjukkan adanya masalah yang terjadi pada lingkungan eksternal kebijakan. Kesimpulan: Kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta (CSR), dan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan masih menghadapi ketidakseimbangan sumber daya, kurangnya insentif, serta belum optimalnya partisipasi stakeholders tertentu. Meski demikian, desain kelembagaan dan sejarah kerja sama yang baik menjadi faktor pendukung. Penelitian ini berkontribusi terhadap kolaborasi dalam kebijakan publik dan memberikan rekomendasi praktis untuk peningkatan sinergi antar aktor dalam penanggulangan kemiskinan.
Kata Kunci:Collaborative Governance, Implementasi Kebijakan, Kemiskinan, Kebijakan Publik
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07114/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192731 1
005 _ _ 20260128013423 2
035 # # $a 0010-0126001176 3
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Sulthan Ardhieka Nabigh F 4
100 _ # $a Sulthan Ardhieka Nabigh F 5
300 # # $a 16 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/25022 7
700 _ # $a Aleknaek Martua 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 363.375 981 61 10
084 # # $a 363.375 981 61 SUL c 11
650 # 4 $a Permasalahan Orang Miskin (Kemiskinan) 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan individu atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup secara layak, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan angka 11,90% pada tahun 2022. Penurunan menjadi 11,78% pada tahun 2023. Setelah itu, pada tahun 2024 persentase angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 10,97%. dalam tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan masih diatas rata-rata kemiskinan nasional. Sehingga dibutuhkan langkah efektif melalui keterlibatan aktor diluar pemerintahan sehingga konsep collaborative governance dilakukan. Tujuan: Untuk menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada informan yang dipilih berdasarkan keikutsertaannya dalam penangulangan kemiskinan. Adapun jumlah informan pada penelitian ini berjumlah 7. Pelaksanaan analisis data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan pada dimensi kondisi awal dengan tiga indikatornya didapatkan bahwa terdapat masalah pada salah satu indikator yaitu insentif. Pada dimensi desain kelembagaan dengan indikator aturan jelas dan transparansi sudah berjalan dengan baik. Setelah itu, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif juga berjalan dengan baik. Setelah itu, pada dimensi proses kolaborasi dengan kelima indikatornya menunjukkan hasil yang baik. Setelah itu, pada dimensi tepat kebijakan, kebijakan ini dapat menyelesaikan permasalahan. Setelah itu, dimensi tepat pelaksanaan, indikatornya berjalan dengan baik yaitu dengan adanya kolaborasi antar pemerintah, masyarakat dan CSR. Setelah itu, dimensi tepat target, terdapat permasalahan pada kesiapan targer intervensi. Setelah itu, dimensi tepat lingkungan kebijakan, yaitu eksternal dan internal, hal ini menunjukkan adanya masalah yang terjadi pada lingkungan eksternal kebijakan. Kesimpulan: Kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta (CSR), dan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan masih menghadapi ketidakseimbangan sumber daya, kurangnya insentif, serta belum optimalnya partisipasi stakeholders tertentu. Meski demikian, desain kelembagaan dan sejarah kerja sama yang baik menjadi faktor pendukung. Penelitian ini berkontribusi terhadap kolaborasi dalam kebijakan publik dan memberikan rekomendasi praktis untuk peningkatan sinergi antar aktor dalam penanggulangan kemiskinan. Kata Kunci:Collaborative Governance, Implementasi Kebijakan, Kemiskinan, Kebijakan Publik 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name