Detail Katalog
ID: 29542Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KABUPATEN BONDOWOSO / Angga Mahendra Putra Juniarto
Pengarang:
Angga Mahendra Putra Juniarto ; Syaefullah
Angga Mahendra Putra Juniarto ; Syaefullah
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
gelandang
Deskripsi Fisik:
22 : Ilus
22 : Ilus
Nomor Panggil:
362.592 598 287 1 ANG c
362.592 598 287 1 ANG c
Control Number:
INLIS000000001192773
INLIS000000001192773
BIB ID:
0010-0126001218
0010-0126001218
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fenomena sosial gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini didasarkan pada fenomena gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso yang belum dapat ditangani dengan maksimal. Keterbatasan sumber daya dan kekompleksan masalah dalam penanganannya membawa pada kebutuhan cara penyelesaian yang lebih komprehensif dan menyeluruh. Kontribusi dari berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi dipilih sebagai suatu cara solutif dalam penyelesaian masalah gelandangan dan pengemis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bagaimana proses Collaborative Governance dalam menangani permasalahan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui secara mendalam proses penanganan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso. Adapun informan yang dipilih dalam penelitian ini berasal dari perwakilan pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat. Teknik pengumpulan datanya berupa triangulasi yang meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan teori Analisis Data oleh Miles dan Huberman (1994) dengan tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji dan menganalisis penelitian ini didasarkan pada teori Collaborative Governance yang diprakarsai oleh Bryson, Crosby, dan Stone (2006). Teori ini memiliki 5 (lima) dimensi dan 19 (sembilan belas) indikator. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kolaborasi terjadi dalam 2 (dua) opsi yaitu kolaborasi antar 3 (tiga) sektor meliputi pemerintah, swasta, dan masyarakat serta antar sub-sub sektor meliputi sub-sub pemerintah yaitu DinsosP3AKB, Satpol PP, DPMPTSPNaker, dan Disdukcapil. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kolaborasi didasarkan pada indikator dimana terdapat 8 (delapan) faktor pendukung dan 11 (sebelas) faktor penghambat. Kesimpulan: Pelaksanaan kolaborasi dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso sudah berjalan namun masih perlu ditingkatkan kualitasnya Kata Kunci: Collaborative Governance, Gelandangan dan Pengemis, Penanganan
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07155/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192773 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260129083040 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001218 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KABUPATEN BONDOWOSO /$c Angga Mahendra Putra Juniarto | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Angga Mahendra Putra Juniarto | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 22 : $b Ilus | 6 |
| 700 | _ |
# |
$a Syaefullah | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 362.592 598 287 1 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 362.592 598 287 1 ANG c | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a gelandang | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fenomena sosial gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini didasarkan pada fenomena gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso yang belum dapat ditangani dengan maksimal. Keterbatasan sumber daya dan kekompleksan masalah dalam penanganannya membawa pada kebutuhan cara penyelesaian yang lebih komprehensif dan menyeluruh. Kontribusi dari berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi dipilih sebagai suatu cara solutif dalam penyelesaian masalah gelandangan dan pengemis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bagaimana proses Collaborative Governance dalam menangani permasalahan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui secara mendalam proses penanganan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso. Adapun informan yang dipilih dalam penelitian ini berasal dari perwakilan pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat. Teknik pengumpulan datanya berupa triangulasi yang meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan teori Analisis Data oleh Miles dan Huberman (1994) dengan tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji dan menganalisis penelitian ini didasarkan pada teori Collaborative Governance yang diprakarsai oleh Bryson, Crosby, dan Stone (2006). Teori ini memiliki 5 (lima) dimensi dan 19 (sembilan belas) indikator. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kolaborasi terjadi dalam 2 (dua) opsi yaitu kolaborasi antar 3 (tiga) sektor meliputi pemerintah, swasta, dan masyarakat serta antar sub-sub sektor meliputi sub-sub pemerintah yaitu DinsosP3AKB, Satpol PP, DPMPTSPNaker, dan Disdukcapil. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kolaborasi didasarkan pada indikator dimana terdapat 8 (delapan) faktor pendukung dan 11 (sebelas) faktor penghambat. Kesimpulan: Pelaksanaan kolaborasi dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Bondowoso sudah berjalan namun masih perlu ditingkatkan kualitasnya Kata Kunci: Collaborative Governance, Gelandangan dan Pengemis, Penanganan | 12 |
| 856 | # |
# |
$a - | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 29 Jan 2026