Detail Katalog

ID: 29586
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH / M.Asyraful Fatih

Pengarang:
M.Asyraful Fatih ; Udaya Madjid
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Administrasi Kependudukan di Kota
Deskripsi Fisik:
13
Nomor Panggil:
352.160 959 811 61 M.A o
Control Number:
INLIS000000001192815
BIB ID:
0010-0126001260
Catatan
Latar Belakang Permasalahan (GAP): Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Identitas
Kependudukan Digital (IKD) secara nasional pada tahun 2022. Namun, tingkat aktivasi di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, masih jauh di bawah target nasional yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yaitu hanya sebesar 3,47% atau sekitar 5.983 dari 172.564 penduduk wajib KTP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Selatan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori Hotniar Siringoringo (2005). Data primer diperoleh langsung dari para informan, sedangkan data sekunder bersumber dari artikel, laporan, dan dokumen terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan belum optimal. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, belum maksimalnya integrasi IKD dalam kehidupan sehari-hari, serta kendala jaringan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas melakukan layanan jemput bola serta memperkuat
komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi Identitas
Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, upaya seperti program layanan jemput bola dan sosialisasi yang berkelanjutan merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penggunaan teknologi dan kolaborasi lintas sektor disarankan untuk mendorong keberhasilan program ini.
Kata Kunci : Optimalisasi, Identitas Kependudukan Digital
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07196/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192815 1
005 _ _ 20260129101941 2
035 # # $a 0010-0126001260 3
245 1 # $a OPTIMALISASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH /$c M.Asyraful Fatih 4
100 _ # $a M.Asyraful Fatih 5
300 # # $a 13 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21010 7
700 _ # $a Udaya Madjid 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 352.160 959 811 61 10
084 # # $a 352.160 959 811 61 M.A o 11
650 # 4 $a Administrasi Kependudukan di Kota 12
520 # # $a Latar Belakang Permasalahan (GAP): Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara nasional pada tahun 2022. Namun, tingkat aktivasi di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, masih jauh di bawah target nasional yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yaitu hanya sebesar 3,47% atau sekitar 5.983 dari 172.564 penduduk wajib KTP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Selatan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori Hotniar Siringoringo (2005). Data primer diperoleh langsung dari para informan, sedangkan data sekunder bersumber dari artikel, laporan, dan dokumen terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan belum optimal. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, belum maksimalnya integrasi IKD dalam kehidupan sehari-hari, serta kendala jaringan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas melakukan layanan jemput bola serta memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, upaya seperti program layanan jemput bola dan sosialisasi yang berkelanjutan merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penggunaan teknologi dan kolaborasi lintas sektor disarankan untuk mendorong keberhasilan program ini. Kata Kunci : Optimalisasi, Identitas Kependudukan Digital 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name