Detail Katalog

ID: 29589
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN / Aipassa, Dyka Christine

Pengarang:
Aipassa, Dyka Christine ; Tarigan, Meliasta Hapri
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Partisipasi Warga Negara Dalam Politik
Deskripsi Fisik:
12
Nomor Panggil:
323.042 598 381 1 DYK p
Control Number:
INLIS000000001192818
BIB ID:
0010-0126001263
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya kesadaran politik di kalangan pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Balikpapan menunjukkan urgensi peningkatan partisipasi politik untuk menjaga kualitas demokrasi. Meskipun memiliki potensi strategis, pemilih pemula kerap tidak memahami hak dan prosedur politik. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ini, namun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan jangkauan, sumber daya
manusia yang terbatas, dan kurangnya strategi digital adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kesbangpol Kota Balikpapan dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pilkada 2024, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, mengkategorikan, dan menyimpulkan data berdasarkan teori peran dari Biddle & Thomas.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol telah melaksanakan pendidikan politik melalui kunjungan ke sekolah, seminar, dan kampanye media sosial yang menyasar generasi muda. Namun, upaya tersebut masih terbatas karena kurangnya kolaborasi dengan sekolah, tidak adanya sistem evaluasi yang terukur, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.Kesimpulan: Kesbangpol perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik digital Generasi Z, memperkuat koordinasi lintas sektor (misalnya dengan KPU dan Bawaslu), serta mengembangkan program pendidikan politik yang interaktif dan dapat diukur untuk meningkatkan keterlibatan pemilih pemula dalam pemilu mendatang.
Kata Kunci: Pemilih Pemula, Partisipasi Politik, Bakesbangpol
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07199/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192818 1
005 _ _ 20260129102505 2
035 # # $a 0010-0126001263 3
245 1 # $a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN /$c Aipassa, Dyka Christine 4
100 3 # $a Aipassa, Dyka Christine 5
300 # # $a 12 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24021 7
700 3 # $a Tarigan, Meliasta Hapri 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 323.042 598 381 1 10
084 # # $a 323.042 598 381 1 DYK p 11
650 # 4 $a Partisipasi Warga Negara Dalam Politik 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya kesadaran politik di kalangan pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Balikpapan menunjukkan urgensi peningkatan partisipasi politik untuk menjaga kualitas demokrasi. Meskipun memiliki potensi strategis, pemilih pemula kerap tidak memahami hak dan prosedur politik. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ini, namun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan jangkauan, sumber daya manusia yang terbatas, dan kurangnya strategi digital adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kesbangpol Kota Balikpapan dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pilkada 2024, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, mengkategorikan, dan menyimpulkan data berdasarkan teori peran dari Biddle & Thomas.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol telah melaksanakan pendidikan politik melalui kunjungan ke sekolah, seminar, dan kampanye media sosial yang menyasar generasi muda. Namun, upaya tersebut masih terbatas karena kurangnya kolaborasi dengan sekolah, tidak adanya sistem evaluasi yang terukur, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.Kesimpulan: Kesbangpol perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik digital Generasi Z, memperkuat koordinasi lintas sektor (misalnya dengan KPU dan Bawaslu), serta mengembangkan program pendidikan politik yang interaktif dan dapat diukur untuk meningkatkan keterlibatan pemilih pemula dalam pemilu mendatang. Kata Kunci: Pemilih Pemula, Partisipasi Politik, Bakesbangpol 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 29 Jan 2026
Export