Detail Katalog
ID: 29602Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
MITIGASI BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Vito Mahardika
Pengarang:
Vito Mahardika ; Agus Supriatna
Vito Mahardika ; Agus Supriatna
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
2025
Subjek
Pengamanan Bencana Banjir
Deskripsi Fisik:
14
14
Nomor Panggil:
363.3493 598 443 1 VIT m
363.3493 598 443 1 VIT m
Control Number:
INLIS000000001192831
INLIS000000001192831
BIB ID:
0010-0126001276
0010-0126001276
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Palu merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD Kota Palu, seperti penyusunan regulasi, edukasi, dan pembangunan infrastruktur, namun bencana banjir masih terus terjadi setiap tahun dengan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023 terjadi 1.255 kejadian banjir di Indonesia, dengan 818 kasus tercatat hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas program mitigasi masih menjadi tantangan, terutama di daerah rawan seperti Kota Palu. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek teknis atau respons bencana, namun belum mengkaji secara mendalam bagaimana strategi kelembagaan BPBD Kota Palu dalam mitigasi banjir.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan BPBD Kota Palu mencakup dua dimensi utama. Pada dimensi struktural, dilakukan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul, drainase, kolam retensi, serta normalisasi sungai bekerja sama dengan Dinas PUPR. Sementara pada dimensi non-struktural, BPBD menyusun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, RPBD, dan RTRW 2020–2024 yang mengintegrasikan mitigasi dalam kebijakan tata ruang. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, BPBD mengoperasikan sistem peringatan dini (EWS) dan rutin menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi lintas sektor. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang aktif dalam program KSB mengalami penurunan tingkat risiko banjir ringan, ditunjukkan dengan pengurangan titik genangan air di beberapa kelurahan rawan. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kota Palu telah mencakup aspek struktural dan non-struktural secara terpadu, serta berbasis regulasi, komunitas, dan tata ruang. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi lintas sektor perlu segera diatasi agar strategi ini berdampak lebih luas dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Mitigasi Banjir, BPBD Kota Palu, Strategi Struktural, Strategi Non-Struktural
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan BPBD Kota Palu mencakup dua dimensi utama. Pada dimensi struktural, dilakukan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul, drainase, kolam retensi, serta normalisasi sungai bekerja sama dengan Dinas PUPR. Sementara pada dimensi non-struktural, BPBD menyusun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, RPBD, dan RTRW 2020–2024 yang mengintegrasikan mitigasi dalam kebijakan tata ruang. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, BPBD mengoperasikan sistem peringatan dini (EWS) dan rutin menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi lintas sektor. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang aktif dalam program KSB mengalami penurunan tingkat risiko banjir ringan, ditunjukkan dengan pengurangan titik genangan air di beberapa kelurahan rawan. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kota Palu telah mencakup aspek struktural dan non-struktural secara terpadu, serta berbasis regulasi, komunitas, dan tata ruang. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi lintas sektor perlu segera diatasi agar strategi ini berdampak lebih luas dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Mitigasi Banjir, BPBD Kota Palu, Strategi Struktural, Strategi Non-Struktural
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
07212/IPDN/2025 |
|
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001192831 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260129105802 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0126001276 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a MITIGASI BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Vito Mahardika | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Vito Mahardika | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 14 | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24826 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Agus Supriatna | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 363.3493 598 443 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 363.3493 598 443 1 VIT m | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengamanan Bencana Banjir | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Palu merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD Kota Palu, seperti penyusunan regulasi, edukasi, dan pembangunan infrastruktur, namun bencana banjir masih terus terjadi setiap tahun dengan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023 terjadi 1.255 kejadian banjir di Indonesia, dengan 818 kasus tercatat hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas program mitigasi masih menjadi tantangan, terutama di daerah rawan seperti Kota Palu. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek teknis atau respons bencana, namun belum mengkaji secara mendalam bagaimana strategi kelembagaan BPBD Kota Palu dalam mitigasi banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan BPBD Kota Palu mencakup dua dimensi utama. Pada dimensi struktural, dilakukan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul, drainase, kolam retensi, serta normalisasi sungai bekerja sama dengan Dinas PUPR. Sementara pada dimensi non-struktural, BPBD menyusun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, RPBD, dan RTRW 2020–2024 yang mengintegrasikan mitigasi dalam kebijakan tata ruang. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, BPBD mengoperasikan sistem peringatan dini (EWS) dan rutin menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi lintas sektor. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang aktif dalam program KSB mengalami penurunan tingkat risiko banjir ringan, ditunjukkan dengan pengurangan titik genangan air di beberapa kelurahan rawan. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kota Palu telah mencakup aspek struktural dan non-struktural secara terpadu, serta berbasis regulasi, komunitas, dan tata ruang. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi lintas sektor perlu segera diatasi agar strategi ini berdampak lebih luas dan berkelanjutan. Kata Kunci: Mitigasi Banjir, BPBD Kota Palu, Strategi Struktural, Strategi Non-Struktural | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 29 Jan 2026