Detail Katalog

ID: 29605
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

EFEKTIVITAS BANTUAN ALSINTAN DALAM MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Rico Muhammad Gabrill

Pengarang:
Rico Muhammad Gabrill ; Ridwan
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
Pemanenan Jagung
Deskripsi Fisik:
14 : Ilus
Nomor Panggil:
633.155 986 873 RIC e
Control Number:
INLIS000000001192834
BIB ID:
0010-0126001279
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat efektivitas pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh kelompok tani di Kabupaten Belu. Kondisi ini tercermin dari masih banyaknya kelompok tani yang belum mampu mengelola, merawat, dan memanfaatkan bantuan alsintan secara optimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bantuan alsintan dalam meningkatkan hasil produksi jagung di Kabupaten Belu melalui pendekatan pemberdayaan kelompok tani. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang terdiri dari pejabat dinas pertanian, penyuluh pertanian, dan petani, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian mengacu pada teori efektivitas organisasi oleh Duncan, dengan tiga indikator utama: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan bahwa program bantuan alsintan telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani jagung di Belu. Pencapaian tujuan program terlihat pada peningkatan hasil panen dan efisiensi waktu kerja. Dari sisi integrasi, sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah berjalan cukup baik, meskipun masih ditemukan tantangan pada kelompok tani yang kurang aktif. Aspek adaptasi juga berkembang, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan diversifikasi usaha, namun kendala pemeliharaan dan infrastruktur masih menjadi hambatan. Kesimpulan: Bantuan alsintan di Kabupaten Belu telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan produktivitas dan memberdayakan kelompok tani, terutama jika diikuti oleh pelatihan teknis dan penguatan kelembagaan. Namun, untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan dukungan infrastruktur, layanan teknis, serta integrasi program lintas sektor.
Kata Kunci: Efektivitas; Bantuan Alsintan; Pemberdayaan Kelompok Tani; Kabupaten Belu.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07214/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192834 1
005 _ _ 20260129110500 2
035 # # $a 0010-0126001279 3
245 1 # $a EFEKTIVITAS BANTUAN ALSINTAN DALAM MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Rico Muhammad Gabrill 4
100 _ # $a Rico Muhammad Gabrill 5
300 # # $a 14 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23327 7
700 _ # $a Ridwan 8
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 9
082 # # $a 633.155 986 873 10
084 # # $a 633.155 986 873 RIC e 11
650 # 4 $a Pemanenan Jagung 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat efektivitas pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh kelompok tani di Kabupaten Belu. Kondisi ini tercermin dari masih banyaknya kelompok tani yang belum mampu mengelola, merawat, dan memanfaatkan bantuan alsintan secara optimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bantuan alsintan dalam meningkatkan hasil produksi jagung di Kabupaten Belu melalui pendekatan pemberdayaan kelompok tani. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang terdiri dari pejabat dinas pertanian, penyuluh pertanian, dan petani, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian mengacu pada teori efektivitas organisasi oleh Duncan, dengan tiga indikator utama: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan bahwa program bantuan alsintan telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani jagung di Belu. Pencapaian tujuan program terlihat pada peningkatan hasil panen dan efisiensi waktu kerja. Dari sisi integrasi, sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah berjalan cukup baik, meskipun masih ditemukan tantangan pada kelompok tani yang kurang aktif. Aspek adaptasi juga berkembang, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan diversifikasi usaha, namun kendala pemeliharaan dan infrastruktur masih menjadi hambatan. Kesimpulan: Bantuan alsintan di Kabupaten Belu telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan produktivitas dan memberdayakan kelompok tani, terutama jika diikuti oleh pelatihan teknis dan penguatan kelembagaan. Namun, untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan dukungan infrastruktur, layanan teknis, serta integrasi program lintas sektor. Kata Kunci: Efektivitas; Bantuan Alsintan; Pemberdayaan Kelompok Tani; Kabupaten Belu. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name