Detail Katalog

ID: 29619
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2021-2023 / A. Muhammad Fayi Farhan

Pengarang:
A. Muhammad Fayi Farhan ; Anindita Primastuti
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Jatinangor :
Tahun Terbit:
2025
Subjek
keuangan daerah
Deskripsi Fisik:
11
Nomor Panggil:
336.013 598 443 1 A. a
Control Number:
INLIS000000001192848
BIB ID:
0010-0126001293
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah. Namun, Pemerintah Kota Palu selama tahun anggaran 2021–2023 masih menunjukkan ketergantungan fiskal yang tinggi terhadap dana transfer pusat, dengan rasio derajat desentralisasi fiskal yang rendah, yaitu hanya sebesar 23,6%. Meskipun efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong sangat efektif (107,13%), kontribusinya terhadap total pendapatan daerah masih belum signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal Kota Palu belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan literatur terkait analisis kinerja keuangan daerah yang komprehensif, khususnya di wilayah berkembang seperti Kota Palu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Palu tahun 2021-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis kinerja keuangan dilakukan melalui empat rasio keuangan daerah menurut Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kota Palu masih tergolong rendah dalam mendukung otonomi daerah. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya penggalian potensi PAD, rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi. Meskipun capaian PAD telah melebihi target, dominasi dana transfer dalam struktur pendapatan masih sangat tinggi. Pemerintah Kota Palu telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan pegawai, reformasi pelayanan publik, serta strategi penguatan BUMD untuk meningkatkan pendapatan. Kesimpulan: Kinerja keuangan di kota palu masih tergolong rendah, maka dari itu diperlukan penguatan kapasitas fiskal melalui optimalisasi potensi lokal dan peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Pendapatan Asli Daerah, Desentralisasi Fiskal
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07228/IPDN/2025 Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001192848 1
005 _ _ 20260129114051 2
035 # # $a 0010-0126001293 3
245 1 # $a ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA PALU TAHUN 2021-2023 /$c A. Muhammad Fayi Farhan 4
100 _ # $a A. Muhammad Fayi Farhan 5
300 # # $a 11 6
700 _ # $a Anindita Primastuti 7
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 8
082 # # $a 336.013 598 443 1 9
084 # # $a 336.013 598 443 1 A. a 10
650 # 4 $a keuangan daerah 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah. Namun, Pemerintah Kota Palu selama tahun anggaran 2021–2023 masih menunjukkan ketergantungan fiskal yang tinggi terhadap dana transfer pusat, dengan rasio derajat desentralisasi fiskal yang rendah, yaitu hanya sebesar 23,6%. Meskipun efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong sangat efektif (107,13%), kontribusinya terhadap total pendapatan daerah masih belum signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal Kota Palu belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan literatur terkait analisis kinerja keuangan daerah yang komprehensif, khususnya di wilayah berkembang seperti Kota Palu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Palu tahun 2021-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis kinerja keuangan dilakukan melalui empat rasio keuangan daerah menurut Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kota Palu masih tergolong rendah dalam mendukung otonomi daerah. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya penggalian potensi PAD, rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi. Meskipun capaian PAD telah melebihi target, dominasi dana transfer dalam struktur pendapatan masih sangat tinggi. Pemerintah Kota Palu telah melakukan berbagai upaya seperti pelatihan pegawai, reformasi pelayanan publik, serta strategi penguatan BUMD untuk meningkatkan pendapatan. Kesimpulan: Kinerja keuangan di kota palu masih tergolong rendah, maka dari itu diperlukan penguatan kapasitas fiskal melalui optimalisasi potensi lokal dan peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Pendapatan Asli Daerah, Desentralisasi Fiskal 12
856 # # $a - 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name