Detail Katalog

ID: 29812
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : - / Reza Saputra

Edisi: -

Pengarang:
Reza Saputra
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Pedagang Kaki Lima
Deskripsi Fisik:
9 hlm : - ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
381.185 981 616 2 REZ k
Control Number:
INLIS000000001193041
BIB ID:
0010-0226000125
Catatan
Satuan Polisi Pamong Praja menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan
daerah yang berlaku. Tujuan utamanya adalah menciptakan ketertiban yang merupakan hak dari
seluruh masyarakat. Namun, dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP terkadang harus melakukan
penertiban terhadap mereka yang melanggar aturan dengan terpaksa. Komunikasi persuasif dianggap
sebagai alternatif untuk mengatasi situasi-situasi yang telah disebutkan sebelumnya. Komunikasi
persuasif adalah upaya untuk memengaruhi pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain, baik
melalui kata-kata maupun tindakan yang tidak bersifat verbal. Tujuan: Fokus dari penelitian ini
adalah untuk menggambarkan komunikasi persuasif antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja
yang berpatroli di lapangan dengan masyarakat, upaya yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong
Praja untuk meningkatkan komunikasi persuasif dalam penertiban pedagang kaki lima dan hambatan
dalam melakukan komunikasi persuasif dengan pedagang kaki lima untuk melakukan penertiban.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder.
2
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik
pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Komunikasi
Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima untuk berargumen, daya
tarik psikologis dan daya tarik kredibilitas seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Palembang belum terlalu optimal dalam menangani suatu permasalahan. Kesimpulan: Perlu adanya
pelatihan khusus dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Satuan Polisi Pamong
Praja agar dapat melaksanakan penertiban yang lebih persuasif serta humanis.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00229/IPDN/2026 381.185 981 616 2 REZ k Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 14 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193041 1
005 _ _ 20260203021144 2
035 # # $a 0010-0226000125 3
245 1 # $a KOMUNIKASI PERSUASIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : $b - /$c Reza Saputra 4
100 _ # $a Reza Saputra 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 9 hlm : $b - ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16533 8
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 9
082 # # $a 381.185 981 616 2 10
084 # # $a 381.185 981 616 2 REZ k 11
020 # # $a - 12
650 # 4 $a Pedagang Kaki Lima 13
520 # # $a Satuan Polisi Pamong Praja menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Tujuan utamanya adalah menciptakan ketertiban yang merupakan hak dari seluruh masyarakat. Namun, dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP terkadang harus melakukan penertiban terhadap mereka yang melanggar aturan dengan terpaksa. Komunikasi persuasif dianggap sebagai alternatif untuk mengatasi situasi-situasi yang telah disebutkan sebelumnya. Komunikasi persuasif adalah upaya untuk memengaruhi pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain, baik melalui kata-kata maupun tindakan yang tidak bersifat verbal. Tujuan: Fokus dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan komunikasi persuasif antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang berpatroli di lapangan dengan masyarakat, upaya yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan komunikasi persuasif dalam penertiban pedagang kaki lima dan hambatan dalam melakukan komunikasi persuasif dengan pedagang kaki lima untuk melakukan penertiban. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. 2 Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Komunikasi Persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima untuk berargumen, daya tarik psikologis dan daya tarik kredibilitas seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang belum terlalu optimal dalam menangani suatu permasalahan. Kesimpulan: Perlu adanya pelatihan khusus dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Satuan Polisi Pamong Praja agar dapat melaksanakan penertiban yang lebih persuasif serta humanis. 14
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 03 Feb 2026
Export