Detail Katalog
ID: 30142Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
KUALITAS PELAYANAN PADA PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA BANDARLAMPUNG PROVINSI LAMPUNG / Syifa Yuni Oktavia
Edisi: -
Pengarang:
Syifa Yuni Oktavia ; Asep Hendra
Syifa Yuni Oktavia ; Asep Hendra
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Administrasi Properti
Deskripsi Fisik:
9 : - ; - -
9 : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
352.559 821 1 SYI k
352.559 821 1 SYI k
Control Number:
INLIS000000001193371
INLIS000000001193371
BIB ID:
0010-0226000455
0010-0226000455
Catatan
Permasalahan (GAP): Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapat kompleksitas
birokrasi, kurangnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari pemilik bangunan terhadap PBG,
serta keluhan dari masyarakat terkait keterlambatan, kompleksitas prosedur, dan kurangnya
transparansi dalam proses pelayanan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di DPMPTSP Kota
Bandarlampung, kendala yang terjadi dalam proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota
Bandarlampung serta mengetahui Upaya yang dilakukan DPMPTSP Kota Bandarlampung untuk
menyelesaikan kendala tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah
menggunakan metode dekriptif kualitatif dengan pendekatan induktif sehingga penulis
menggambarkan keadaan sebenarnya di lokasi peneltian. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan:
Temuannya adalah bahwa kualitas pelayanan di DPMPTSP Kota Bandarlampung dalam
mengeluarkan surat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bergantung kepada kinerja
DISPERKIM dalam memberikan rekomendasi pemenuhan syarat Bangunan Gedung. Kemudian
masih terdapat kendala yaitu pada dimensi Tangible dan dimensi Assurance. Pada dimensi
Realiability, Responsiveness,dan Empathy sudah dilaksanakan dengan baik. Kendala dalam
proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota Bandarlampung meliputi kesalahan teknis pada akses
web, kesulitan akses bagi mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi, dan keterlibatan
Disperkim Kota Bandarlampung yang memengaruhi konsistensi waktu pelayanan. Kesimpulan:
Kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung masih perlu ditingkatkan
terutama pada kemudahan akses pelayanan dan juga koordinasi serta evaluasi yang baik dengan
DISPERKIM.
birokrasi, kurangnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari pemilik bangunan terhadap PBG,
serta keluhan dari masyarakat terkait keterlambatan, kompleksitas prosedur, dan kurangnya
transparansi dalam proses pelayanan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di DPMPTSP Kota
Bandarlampung, kendala yang terjadi dalam proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota
Bandarlampung serta mengetahui Upaya yang dilakukan DPMPTSP Kota Bandarlampung untuk
menyelesaikan kendala tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah
menggunakan metode dekriptif kualitatif dengan pendekatan induktif sehingga penulis
menggambarkan keadaan sebenarnya di lokasi peneltian. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan:
Temuannya adalah bahwa kualitas pelayanan di DPMPTSP Kota Bandarlampung dalam
mengeluarkan surat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bergantung kepada kinerja
DISPERKIM dalam memberikan rekomendasi pemenuhan syarat Bangunan Gedung. Kemudian
masih terdapat kendala yaitu pada dimensi Tangible dan dimensi Assurance. Pada dimensi
Realiability, Responsiveness,dan Empathy sudah dilaksanakan dengan baik. Kendala dalam
proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota Bandarlampung meliputi kesalahan teknis pada akses
web, kesulitan akses bagi mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi, dan keterlibatan
Disperkim Kota Bandarlampung yang memengaruhi konsistensi waktu pelayanan. Kesimpulan:
Kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung masih perlu ditingkatkan
terutama pada kemudahan akses pelayanan dan juga koordinasi serta evaluasi yang baik dengan
DISPERKIM.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04724/IPDN/2024 |
352.559 821 1 SYI k |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193371 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205015502 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000455 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a KUALITAS PELAYANAN PADA PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA BANDARLAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /$c Syifa Yuni Oktavia | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Syifa Yuni Oktavia | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 9 : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17020 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Asep Hendra | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 352.559 821 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 352.559 821 1 SYI k | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Administrasi Properti | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapat kompleksitas birokrasi, kurangnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari pemilik bangunan terhadap PBG, serta keluhan dari masyarakat terkait keterlambatan, kompleksitas prosedur, dan kurangnya transparansi dalam proses pelayanan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di DPMPTSP Kota Bandarlampung, kendala yang terjadi dalam proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota Bandarlampung serta mengetahui Upaya yang dilakukan DPMPTSP Kota Bandarlampung untuk menyelesaikan kendala tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode dekriptif kualitatif dengan pendekatan induktif sehingga penulis menggambarkan keadaan sebenarnya di lokasi peneltian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuannya adalah bahwa kualitas pelayanan di DPMPTSP Kota Bandarlampung dalam mengeluarkan surat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bergantung kepada kinerja DISPERKIM dalam memberikan rekomendasi pemenuhan syarat Bangunan Gedung. Kemudian masih terdapat kendala yaitu pada dimensi Tangible dan dimensi Assurance. Pada dimensi Realiability, Responsiveness,dan Empathy sudah dilaksanakan dengan baik. Kendala dalam proses pelayanan PBG di DPMPTSP Kota Bandarlampung meliputi kesalahan teknis pada akses web, kesulitan akses bagi mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi, dan keterlibatan Disperkim Kota Bandarlampung yang memengaruhi konsistensi waktu pelayanan. Kesimpulan: Kualitas pelayanan pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung masih perlu ditingkatkan terutama pada kemudahan akses pelayanan dan juga koordinasi serta evaluasi yang baik dengan DISPERKIM. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026