Detail Katalog
ID: 30168Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) DALAM MENURUNKAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA SEMARANG : - / Chrisna Satya Wardhana
Edisi: -
Pengarang:
Chrisna Satya Wardhana ; Dyah Poespita
Chrisna Satya Wardhana ; Dyah Poespita
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
persediaan bahan makanan masalah stunting
Deskripsi Fisik:
15 hlm : - ; - -
15 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
363.859 826 52 CHR p
363.859 826 52 CHR p
Control Number:
INLIS000000001193397
INLIS000000001193397
BIB ID:
0010-0226000481
0010-0226000481
Catatan
Permasalahan (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada
pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Di Indonesia, termasuk
di Kota Semarang, prevalensi stunting masih menjadi permasalahan serius. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pengendalian
Penduduk dan KB melalui program BKB dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota
Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif
dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif,
dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, verivikasi data, dan triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dapat memberdayakan masyarakat melalui
Program Bina Keluarga Balita dengan pendidikan dan penyuluhan tentang gizi, perawatan
anak, dan kesehatan balita. Program ini dapat menurunkan prevalensi stunting. Faktor
pendukung program ini adalah respons positif dan antusiasme masyarakat serta keterampilan kader yang baik. Namun, hambatan dalam program ini adalah kurangnya informasi dan
keterbatasan akses teknologi bagi orang tua serta minimnya sarana prasarana untuk pelaksanaan
program. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi faktor penghambat dapat melalui teknologi,
sosialisasi dan penyuluhan disetiap kecamatan di Kota Semarang, kerjasama dengan pihak yang
punya kepentingan, peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang, sehingga target
stunting Nasional sebesar 14% dapat terealisasi di tahun 2024.
pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Di Indonesia, termasuk
di Kota Semarang, prevalensi stunting masih menjadi permasalahan serius. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pengendalian
Penduduk dan KB melalui program BKB dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota
Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif
dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif,
dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, verivikasi data, dan triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dapat memberdayakan masyarakat melalui
Program Bina Keluarga Balita dengan pendidikan dan penyuluhan tentang gizi, perawatan
anak, dan kesehatan balita. Program ini dapat menurunkan prevalensi stunting. Faktor
pendukung program ini adalah respons positif dan antusiasme masyarakat serta keterampilan kader yang baik. Namun, hambatan dalam program ini adalah kurangnya informasi dan
keterbatasan akses teknologi bagi orang tua serta minimnya sarana prasarana untuk pelaksanaan
program. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi faktor penghambat dapat melalui teknologi,
sosialisasi dan penyuluhan disetiap kecamatan di Kota Semarang, kerjasama dengan pihak yang
punya kepentingan, peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang, sehingga target
stunting Nasional sebesar 14% dapat terealisasi di tahun 2024.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04746/IPDN/2024 |
363.859 826 52 CHR p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193397 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260205022616 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000481 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) DALAM MENURUNKAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA SEMARANG : $b - /$c Chrisna Satya Wardhana | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Chrisna Satya Wardhana | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17325 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Dyah Poespita | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 363.859 826 52 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 363.859 826 52 CHR p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a persediaan bahan makanan masalah stunting | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Di Indonesia, termasuk di Kota Semarang, prevalensi stunting masih menjadi permasalahan serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB melalui program BKB dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verivikasi data, dan triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dapat memberdayakan masyarakat melalui Program Bina Keluarga Balita dengan pendidikan dan penyuluhan tentang gizi, perawatan anak, dan kesehatan balita. Program ini dapat menurunkan prevalensi stunting. Faktor pendukung program ini adalah respons positif dan antusiasme masyarakat serta keterampilan kader yang baik. Namun, hambatan dalam program ini adalah kurangnya informasi dan keterbatasan akses teknologi bagi orang tua serta minimnya sarana prasarana untuk pelaksanaan program. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi faktor penghambat dapat melalui teknologi, sosialisasi dan penyuluhan disetiap kecamatan di Kota Semarang, kerjasama dengan pihak yang punya kepentingan, peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang, sehingga target stunting Nasional sebesar 14% dapat terealisasi di tahun 2024. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Feb 2026