Detail Katalog
ID: 30250Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
DAMPAK MODAL SOSIAL DALAM KEMENANGAN MAHYELDI ANSYARULLAH-AUDY JOINALDY PADA PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE 2020 – 2024 : ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 / VENADA VANESYA SENO PUTRI
Edisi: -
Pengarang:
VENADA VANESYA SENO PUTRI ; Labolo Muhadam
VENADA VANESYA SENO PUTRI ; Labolo Muhadam
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Pemilihan Umum
Deskripsi Fisik:
12 hlm : ILUS ; - -
12 hlm : ILUS ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
324.598 13 VE d
324.598 13 VE d
Control Number:
INLIS000000001193479
INLIS000000001193479
BIB ID:
0010-0226000563
0010-0226000563
Catatan
Pemilihan Kepala Daerah merupakan ajang kontestasi
politik yang sangat ditunggu, baik dari masyarakat maupun individu yang ingin mencalonkan diri
sebagai Kepala Daerah. Untuk ikut dalam kontestasi, individu/aktor harus memiliki modal yang
cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Pada pemilihan Gubernur Sumatera
Barat Tahun 2020, modal sosial merupakan salah satu cara bagi calon untuk mampu menarik
perhatian dan dukungan dari masyarakat. Bourdieu mengatakan modal sosial adalah berupa sumber
daya aktual dan potensial yang dimiliki oleh seseorang dari jaringan sosial yang terlembagakan dan
berlangsung secara terus menerus yang memberikan dukungan secara kolektif terhadap anggotanya.
Modal sosial tidak terlepas dari apa yang melekat dari individu (habitat) serta arena untuk
memperebutkan dan mempertahankan modal (field). Hal inilah yang berhasil dilakukan oleh
pasangan Mahyeldi Ansyarullah dan Audy Joinaldy dengan memanfaatkan modal sosial yang
dimilikinya dan mampu memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 62.92% menang telak dari
lawannya 37.08%. Muncul asumsi dari peneliti bahwasannya modal sosial menjadi salah satu faktor
kemenangan Mahyeldi-Audy untuk berhasil meraih jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial
yang dimiliki oleh Mahyeldi- Audy serta pemanfaatannya dalam Pilkada. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melibatkan penggunaan
teknik dokumentasi dan wawancara sebagai alat utama yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi yang diperlukan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan penulis ialah
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian ini, menunjukkan bahwa memang pasangan ini memiliki modal sosial yang cukup besar
terbukti dari bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki antaranya, 1) Figur/kepribadiannya ditengah
masyarakat (Mahyeldi adalah seorang buya, mubalig, dan Audy dikenal sebagai anak muda, pandai
bergaul berpendidikan. 2) Hubungan dan jaringan keluarga (Mahyeldi tergabung kedalam IKKA,
dan Audy memiliki jaringan Majelis Taklim Ar-raudah milik keluarganya). 3) Jabatan/prestasi yang
dimiliki (Mahyeldi adalah seorang petahana dan Audy seorang Ketua Partai). 4) Organisasi sosial
dan kelompok sosial (Mahyeldi tergabung dalam beberapa organisasi sosial diantaranya Afta, PSP,
ICMI, MES, PSP,dll dan Audy tergabung dalam KSB, yayasan Paku dll. Kesimpulan: Kesemua
bentuk-bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Mahyeldi-Audy serta tim sukses untuk
berhasil menarik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumatera Barat.
politik yang sangat ditunggu, baik dari masyarakat maupun individu yang ingin mencalonkan diri
sebagai Kepala Daerah. Untuk ikut dalam kontestasi, individu/aktor harus memiliki modal yang
cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Pada pemilihan Gubernur Sumatera
Barat Tahun 2020, modal sosial merupakan salah satu cara bagi calon untuk mampu menarik
perhatian dan dukungan dari masyarakat. Bourdieu mengatakan modal sosial adalah berupa sumber
daya aktual dan potensial yang dimiliki oleh seseorang dari jaringan sosial yang terlembagakan dan
berlangsung secara terus menerus yang memberikan dukungan secara kolektif terhadap anggotanya.
Modal sosial tidak terlepas dari apa yang melekat dari individu (habitat) serta arena untuk
memperebutkan dan mempertahankan modal (field). Hal inilah yang berhasil dilakukan oleh
pasangan Mahyeldi Ansyarullah dan Audy Joinaldy dengan memanfaatkan modal sosial yang
dimilikinya dan mampu memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 62.92% menang telak dari
lawannya 37.08%. Muncul asumsi dari peneliti bahwasannya modal sosial menjadi salah satu faktor
kemenangan Mahyeldi-Audy untuk berhasil meraih jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial
yang dimiliki oleh Mahyeldi- Audy serta pemanfaatannya dalam Pilkada. Metode: Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melibatkan penggunaan
teknik dokumentasi dan wawancara sebagai alat utama yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi yang diperlukan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan penulis ialah
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil
penelitian ini, menunjukkan bahwa memang pasangan ini memiliki modal sosial yang cukup besar
terbukti dari bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki antaranya, 1) Figur/kepribadiannya ditengah
masyarakat (Mahyeldi adalah seorang buya, mubalig, dan Audy dikenal sebagai anak muda, pandai
bergaul berpendidikan. 2) Hubungan dan jaringan keluarga (Mahyeldi tergabung kedalam IKKA,
dan Audy memiliki jaringan Majelis Taklim Ar-raudah milik keluarganya). 3) Jabatan/prestasi yang
dimiliki (Mahyeldi adalah seorang petahana dan Audy seorang Ketua Partai). 4) Organisasi sosial
dan kelompok sosial (Mahyeldi tergabung dalam beberapa organisasi sosial diantaranya Afta, PSP,
ICMI, MES, PSP,dll dan Audy tergabung dalam KSB, yayasan Paku dll. Kesimpulan: Kesemua
bentuk-bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Mahyeldi-Audy serta tim sukses untuk
berhasil menarik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumatera Barat.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
00294/IPDN/2026 |
324.598 13 VE d |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193479 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206092108 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000563 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a DAMPAK MODAL SOSIAL DALAM KEMENANGAN MAHYELDI ANSYARULLAH-AUDY JOINALDY PADA PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE 2020 – 2024 : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c VENADA VANESYA SENO PUTRI | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a VENADA VANESYA SENO PUTRI | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 12 hlm : $b ILUS ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19798 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Labolo Muhadam | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 324.598 13 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 324.598 13 VE d | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 600 | # |
4 |
$a Pemilihan Umum | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Pemilihan Kepala Daerah merupakan ajang kontestasi politik yang sangat ditunggu, baik dari masyarakat maupun individu yang ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah. Untuk ikut dalam kontestasi, individu/aktor harus memiliki modal yang cukup besar untuk mampu bersaing dengan lawan politiknya. Pada pemilihan Gubernur Sumatera Barat Tahun 2020, modal sosial merupakan salah satu cara bagi calon untuk mampu menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat. Bourdieu mengatakan modal sosial adalah berupa sumber daya aktual dan potensial yang dimiliki oleh seseorang dari jaringan sosial yang terlembagakan dan berlangsung secara terus menerus yang memberikan dukungan secara kolektif terhadap anggotanya. Modal sosial tidak terlepas dari apa yang melekat dari individu (habitat) serta arena untuk memperebutkan dan mempertahankan modal (field). Hal inilah yang berhasil dilakukan oleh pasangan Mahyeldi Ansyarullah dan Audy Joinaldy dengan memanfaatkan modal sosial yang dimilikinya dan mampu memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 62.92% menang telak dari lawannya 37.08%. Muncul asumsi dari peneliti bahwasannya modal sosial menjadi salah satu faktor kemenangan Mahyeldi-Audy untuk berhasil meraih jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki oleh Mahyeldi- Audy serta pemanfaatannya dalam Pilkada. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melibatkan penggunaan teknik dokumentasi dan wawancara sebagai alat utama yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan penulis ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa memang pasangan ini memiliki modal sosial yang cukup besar terbukti dari bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki antaranya, 1) Figur/kepribadiannya ditengah masyarakat (Mahyeldi adalah seorang buya, mubalig, dan Audy dikenal sebagai anak muda, pandai bergaul berpendidikan. 2) Hubungan dan jaringan keluarga (Mahyeldi tergabung kedalam IKKA, dan Audy memiliki jaringan Majelis Taklim Ar-raudah milik keluarganya). 3) Jabatan/prestasi yang dimiliki (Mahyeldi adalah seorang petahana dan Audy seorang Ketua Partai). 4) Organisasi sosial dan kelompok sosial (Mahyeldi tergabung dalam beberapa organisasi sosial diantaranya Afta, PSP, ICMI, MES, PSP,dll dan Audy tergabung dalam KSB, yayasan Paku dll. Kesimpulan: Kesemua bentuk-bentuk tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Mahyeldi-Audy serta tim sukses untuk berhasil menarik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumatera Barat. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026