Detail Katalog
ID: 30355Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO MELALUI PROGRAM SUBSIDI MARGIN OLEH DINAS KOPERASI DAN UKM DI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT : - / MUHAMMAD FADEL
Edisi: -
Pengarang:
MUHAMMAD FADEL ; Kartiwi
MUHAMMAD FADEL ; Kartiwi
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
usaha mikro
Deskripsi Fisik:
15 hlm : - ; - -
15 hlm : - ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
338.642 598 137 MUH p
338.642 598 137 MUH p
Control Number:
INLIS000000001193583
INLIS000000001193583
BIB ID:
0010-0226000667
0010-0226000667
Catatan
Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program
subsidi margin dan permasalahan keterbatasan modal pelaku usaha mikro di kecamatan nanggalo.
Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan pelaku usaha mikro
melalui program subsidi margin di Kecamatan Nanggalo. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dan konsep pemberdayaan menurut pranaka dan prijono. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (18 informan), dokumentasi dan
observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih
kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap program pemberdayaan, masih kurangnya antusias
dari pelaku usaha mikro terhadap program pemberdayaan, program pemberdayaan memiliki
manfaat yang nyata terhadap perkembangan usaha pelaku usaha mikro. Faktor yang menjadi
penghambat yaitu Pelaku Usaha Mikro lebih tertarik melakukan pinjaman ke pihak lain, Pengurus
KSPPS tidak semangat untuk menyalurkan program ini kepada pelaku usaha mikro, Pelaku Usaha
Mikro kesulitan dalam membayar angsuran Subsidi Margin, Terbatasnya anggaran Subsidi
Margin. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang
yaitu meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada KSPPS Penyalur, menambah
anggaran subsidi margin, membantu usaha mikro untuk fokus pada kinerja produktivitasnya.
Kesimpulan: kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan antusiasme pelaku usaha mikro
menghambat efektivitas program pemberdayaan, meskipun program tersebut terbukti bermanfaat
bagi perkembangan usaha mikro.Guna meningkatkan pemberdayaan pelakku usaha mikro
disarankan untuk melakukan kampanye edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro tentang manfaat dari
program subsidi margin, memberikan insentif atau bonus kepada Pengurus KSPPS, menyediakan
fleksibilitas dalam skema pembayaran angsuran subsidi margin, melakukan evaluasi dan
optimalisasi terhadap manajemen anggaran subsidi margin.
subsidi margin dan permasalahan keterbatasan modal pelaku usaha mikro di kecamatan nanggalo.
Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan pelaku usaha mikro
melalui program subsidi margin di Kecamatan Nanggalo. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dan konsep pemberdayaan menurut pranaka dan prijono. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (18 informan), dokumentasi dan
observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih
kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap program pemberdayaan, masih kurangnya antusias
dari pelaku usaha mikro terhadap program pemberdayaan, program pemberdayaan memiliki
manfaat yang nyata terhadap perkembangan usaha pelaku usaha mikro. Faktor yang menjadi
penghambat yaitu Pelaku Usaha Mikro lebih tertarik melakukan pinjaman ke pihak lain, Pengurus
KSPPS tidak semangat untuk menyalurkan program ini kepada pelaku usaha mikro, Pelaku Usaha
Mikro kesulitan dalam membayar angsuran Subsidi Margin, Terbatasnya anggaran Subsidi
Margin. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang
yaitu meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada KSPPS Penyalur, menambah
anggaran subsidi margin, membantu usaha mikro untuk fokus pada kinerja produktivitasnya.
Kesimpulan: kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan antusiasme pelaku usaha mikro
menghambat efektivitas program pemberdayaan, meskipun program tersebut terbukti bermanfaat
bagi perkembangan usaha mikro.Guna meningkatkan pemberdayaan pelakku usaha mikro
disarankan untuk melakukan kampanye edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro tentang manfaat dari
program subsidi margin, memberikan insentif atau bonus kepada Pengurus KSPPS, menyediakan
fleksibilitas dalam skema pembayaran angsuran subsidi margin, melakukan evaluasi dan
optimalisasi terhadap manajemen anggaran subsidi margin.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04890/IPDN/2024 |
338.642 598 137 MUH p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193583 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260206112727 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000667 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO MELALUI PROGRAM SUBSIDI MARGIN OLEH DINAS KOPERASI DAN UKM DI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT : $b - /$c MUHAMMAD FADEL | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a MUHAMMAD FADEL | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b - ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16646 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Kartiwi | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 338.642 598 137 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 338.642 598 137 MUH p | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a usaha mikro | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan (GAP): Penulis berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin dan permasalahan keterbatasan modal pelaku usaha mikro di kecamatan nanggalo. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program subsidi margin di Kecamatan Nanggalo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan konsep pemberdayaan menurut pranaka dan prijono. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (18 informan), dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu masih kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap program pemberdayaan, masih kurangnya antusias dari pelaku usaha mikro terhadap program pemberdayaan, program pemberdayaan memiliki manfaat yang nyata terhadap perkembangan usaha pelaku usaha mikro. Faktor yang menjadi penghambat yaitu Pelaku Usaha Mikro lebih tertarik melakukan pinjaman ke pihak lain, Pengurus KSPPS tidak semangat untuk menyalurkan program ini kepada pelaku usaha mikro, Pelaku Usaha Mikro kesulitan dalam membayar angsuran Subsidi Margin, Terbatasnya anggaran Subsidi Margin. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang yaitu meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada KSPPS Penyalur, menambah anggaran subsidi margin, membantu usaha mikro untuk fokus pada kinerja produktivitasnya. Kesimpulan: kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan antusiasme pelaku usaha mikro menghambat efektivitas program pemberdayaan, meskipun program tersebut terbukti bermanfaat bagi perkembangan usaha mikro.Guna meningkatkan pemberdayaan pelakku usaha mikro disarankan untuk melakukan kampanye edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro tentang manfaat dari program subsidi margin, memberikan insentif atau bonus kepada Pengurus KSPPS, menyediakan fleksibilitas dalam skema pembayaran angsuran subsidi margin, melakukan evaluasi dan optimalisasi terhadap manajemen anggaran subsidi margin. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Feb 2026