Detail Katalog

ID: 30370
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

STUDI KELAYAKAN DESA METI KECAMATAN TOBELO TIMUR MENJADI DESA WISATA BAHARI DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA : - / Yared Valenthino Kolle

Edisi: -

Pengarang:
Yared Valenthino Kolle ; Haikal Ali
Penerbit:
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
pariwisata kepariwisataan
Deskripsi Fisik:
13 hlm : Ilus ; - -
ISBN:
-
Nomor Panggil:
910.598 544 2 YAR s
Control Number:
INLIS000000001193598
BIB ID:
0010-0226000682
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Halmahera Utara, memiliki banyak tempat wisata
yang indah, meskipun begitu, belum ada desa wisata di daerah tersebut, oleh karena itu, rencananya
adalah membuat Desa Meti menjadi Desa Wisata Bahari pertama di Kabupaten Halmahera Utara.
Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis kelayakan terhadap Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari
di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif, dengan metode skoring untuk menganalisis potensi Desa Meti sebagai Desa
Wisata Bahari, data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan
data dari sumber sekunder dan primer. Potensi Desa Meti dievaluasi berdasarkan indikator dari pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA
(2003). Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Meti memiliki potensi besar untuk
dikembangkan menjadi Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, dengan indeks akhir
83,6%.Indeks ini menunjukkan bahwa Desa Meti layak untuk dikembangkan, sebagaimana juga
disebutkan oleh Karsudi (dalam Barus, 2013) bahwa daerah dengan indeks kelayakan di atas 66,6%
layak untuk dikembangkan. Kesimpulan: . Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu
diperbaiki, seperti peningkatan sarana dan prasarana penunjang, serta promosi dan pemasaran yang
lebih efektif. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat
diperlukan untuk mendukung pengembangan Desa Meti sebagai destinasi wisata yang berkualitas.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04901/IPDN/2024 910.598 544 2 YAR s Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001193598 1
005 _ _ 20260206122509 2
035 # # $a 0010-0226000682 3
245 1 # $a STUDI KELAYAKAN DESA METI KECAMATAN TOBELO TIMUR MENJADI DESA WISATA BAHARI DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA : $b - /$c Yared Valenthino Kolle 4
100 _ # $a Yared Valenthino Kolle 5
250 # # $a - 6
300 # # $a 13 hlm : $b Ilus ; $c -$e - 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19590 8
700 _ # $a Haikal Ali 9
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 10
082 # # $a 910.598 544 2 11
084 # # $a 910.598 544 2 YAR s 12
020 # # $a - 13
650 # 4 $a pariwisata kepariwisataan 14
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Halmahera Utara, memiliki banyak tempat wisata yang indah, meskipun begitu, belum ada desa wisata di daerah tersebut, oleh karena itu, rencananya adalah membuat Desa Meti menjadi Desa Wisata Bahari pertama di Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis kelayakan terhadap Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode skoring untuk menganalisis potensi Desa Meti sebagai Desa Wisata Bahari, data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan data dari sumber sekunder dan primer. Potensi Desa Meti dievaluasi berdasarkan indikator dari pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA (2003). Hasil/Temuan: Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Meti memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Bahari di Kabupaten Halmahera Utara, dengan indeks akhir 83,6%.Indeks ini menunjukkan bahwa Desa Meti layak untuk dikembangkan, sebagaimana juga disebutkan oleh Karsudi (dalam Barus, 2013) bahwa daerah dengan indeks kelayakan di atas 66,6% layak untuk dikembangkan. Kesimpulan: . Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti peningkatan sarana dan prasarana penunjang, serta promosi dan pemasaran yang lebih efektif. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat setempat diperlukan untuk mendukung pengembangan Desa Meti sebagai destinasi wisata yang berkualitas. 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 06 Feb 2026
Export