Detail Katalog
ID: 30537Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
ANALISIS KEAMANAN WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT MENGGUNAKAN METODE VULNERABILITY ASSESSMENT / FAHRIL YAU
Pengarang:
FAHRIL YAU ; Ismail Nurdin
FAHRIL YAU ; Ismail Nurdin
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Teknik Informatika
Deskripsi Fisik:
13 hlm
13 hlm
Nomor Panggil:
004.095 598 831 1 FAH a
004.095 598 831 1 FAH a
Control Number:
INLIS000000001193765
INLIS000000001193765
BIB ID:
0010-0226000849
0010-0226000849
Catatan
Latar Belakang (GAP): Pengujian keamanan website penting untuk dilakukan karena semakin
meningkatnya ancaman kejahatan dunia maya dan pentingnya perlindungan informasi dalam sistem pemerintahan, termasuk pada website pemerintah daerah yang banyak memuat data pribadi dan informasi masyarakat. Salah satu daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal ini adalah Kabupaten Raja Ampat. Tujuan: Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keamanan website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggunakan metode Vulnerability Assessment, mengevaluasi kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi (TI) yang mempengaruhi tingkat keamanan website, dan mengidentifikasi upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Mix Methods dan Vulnerability Assessment. Penelitian ini melibatkan pengujian otomatis melalui pemindaian keamanan jaringan untuk mengidentifikasi kerentanan dan potensi ancaman. Data dikumpulkan dari laporan evaluasi kerentanan dan dokumen kinerja instansi pemerintah terkait. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 kerentanan pada website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dapat mempengaruhi keamanan data yang terdapat pada website. Beberapa kerentanan tersebut antara lain PII Disclosure, Absence of Anti-CSRF Tokens, Content
Security Policy (CSP) Header Not Set, HTTP to HTTPS Insecure Transaction in Form Post, Missing Anti-clickjacking Header, Secure Pages Include Mixed Content, Strict-Transport-Security Header Not Set, Timestamp Disclosure - Unix, X-Content-Type-Options Header Missing, Charset Mismatch, Information Disclosure - Suspicious Comments, Modern Web Application, Re-examine Cachecontrol Directives, dan User Controllable HTML Element Attribute (Potential XSS). Selain itu,
evaluasi terhadap kualitas sumber daya manusia di bidang TI menunjukkan bahwa kurangnya tenaga ahli dengan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi mempengaruhi efektivitas pengelolaan dan keamanan situs web. Kesimpulan: Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang TI serta penerapan kebijakan keamanan yang lebih ketat dan terstruktur untuk melindungi sistem informasi pemerintah dari ancaman siber. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan pengembangan sistem keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.
meningkatnya ancaman kejahatan dunia maya dan pentingnya perlindungan informasi dalam sistem pemerintahan, termasuk pada website pemerintah daerah yang banyak memuat data pribadi dan informasi masyarakat. Salah satu daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal ini adalah Kabupaten Raja Ampat. Tujuan: Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keamanan website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggunakan metode Vulnerability Assessment, mengevaluasi kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi (TI) yang mempengaruhi tingkat keamanan website, dan mengidentifikasi upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Mix Methods dan Vulnerability Assessment. Penelitian ini melibatkan pengujian otomatis melalui pemindaian keamanan jaringan untuk mengidentifikasi kerentanan dan potensi ancaman. Data dikumpulkan dari laporan evaluasi kerentanan dan dokumen kinerja instansi pemerintah terkait. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 kerentanan pada website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dapat mempengaruhi keamanan data yang terdapat pada website. Beberapa kerentanan tersebut antara lain PII Disclosure, Absence of Anti-CSRF Tokens, Content
Security Policy (CSP) Header Not Set, HTTP to HTTPS Insecure Transaction in Form Post, Missing Anti-clickjacking Header, Secure Pages Include Mixed Content, Strict-Transport-Security Header Not Set, Timestamp Disclosure - Unix, X-Content-Type-Options Header Missing, Charset Mismatch, Information Disclosure - Suspicious Comments, Modern Web Application, Re-examine Cachecontrol Directives, dan User Controllable HTML Element Attribute (Potential XSS). Selain itu,
evaluasi terhadap kualitas sumber daya manusia di bidang TI menunjukkan bahwa kurangnya tenaga ahli dengan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi mempengaruhi efektivitas pengelolaan dan keamanan situs web. Kesimpulan: Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang TI serta penerapan kebijakan keamanan yang lebih ketat dan terstruktur untuk melindungi sistem informasi pemerintah dari ancaman siber. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan pengembangan sistem keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04977/IPDN/2024 |
004.095 598 831 1 FAH a |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193765 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260209022221 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000849 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS KEAMANAN WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT MENGGUNAKAN METODE VULNERABILITY ASSESSMENT /$c FAHRIL YAU | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a FAHRIL YAU | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 13 hlm | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19609 | 7 |
| 700 | _ |
# |
$a Ismail Nurdin | 8 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 | 9 |
| 082 | # |
# |
$a 004.095 598 831 1 | 10 |
| 084 | # |
# |
$a 004.095 598 831 1 FAH a | 11 |
| 650 | # |
4 |
$a Teknik Informatika | 12 |
| 520 | # |
# |
$a Latar Belakang (GAP): Pengujian keamanan website penting untuk dilakukan karena semakin meningkatnya ancaman kejahatan dunia maya dan pentingnya perlindungan informasi dalam sistem pemerintahan, termasuk pada website pemerintah daerah yang banyak memuat data pribadi dan informasi masyarakat. Salah satu daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal ini adalah Kabupaten Raja Ampat. Tujuan: Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keamanan website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggunakan metode Vulnerability Assessment, mengevaluasi kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi (TI) yang mempengaruhi tingkat keamanan website, dan mengidentifikasi upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Mix Methods dan Vulnerability Assessment. Penelitian ini melibatkan pengujian otomatis melalui pemindaian keamanan jaringan untuk mengidentifikasi kerentanan dan potensi ancaman. Data dikumpulkan dari laporan evaluasi kerentanan dan dokumen kinerja instansi pemerintah terkait. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 kerentanan pada website Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dapat mempengaruhi keamanan data yang terdapat pada website. Beberapa kerentanan tersebut antara lain PII Disclosure, Absence of Anti-CSRF Tokens, Content Security Policy (CSP) Header Not Set, HTTP to HTTPS Insecure Transaction in Form Post, Missing Anti-clickjacking Header, Secure Pages Include Mixed Content, Strict-Transport-Security Header Not Set, Timestamp Disclosure - Unix, X-Content-Type-Options Header Missing, Charset Mismatch, Information Disclosure - Suspicious Comments, Modern Web Application, Re-examine Cachecontrol Directives, dan User Controllable HTML Element Attribute (Potential XSS). Selain itu, evaluasi terhadap kualitas sumber daya manusia di bidang TI menunjukkan bahwa kurangnya tenaga ahli dengan pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi mempengaruhi efektivitas pengelolaan dan keamanan situs web. Kesimpulan: Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang TI serta penerapan kebijakan keamanan yang lebih ketat dan terstruktur untuk melindungi sistem informasi pemerintah dari ancaman siber. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan pengembangan sistem keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah. | 13 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 09 Feb 2026