Detail Katalog
ID: 30576Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
STRATEGI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PULISAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA / PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ
Edisi: -
Pengarang:
PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ ; Rahmawati Sururama
PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ ; Rahmawati Sururama
Penerbit:
IPDN,
IPDN,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
2024
Subjek
Pengembangan Pariwisata
Deskripsi Fisik:
15 hlm : Ilust ; - -
15 hlm : Ilust ; - -
ISBN:
-
-
Nomor Panggil:
354 598 423 1 PIN s
354 598 423 1 PIN s
Control Number:
INLIS000000001193804
INLIS000000001193804
BIB ID:
0010-0226000888
0010-0226000888
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada Dampak
pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Minahasa Utara sangat signifikan dengan
penurunan kunjungan wisatawan sejak tahun 2020. Masalah-masalah utama yang
dihadapi termasuk terbatasnya promosi dan infrastruktur pariwisata yang kurang
memadai seperti toilet umum yang tidak layak dan minimnya jaringan internet.
Masalah kebersihan di lokasi wisata, kurangnya penjualan merchandise, serta
perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak matang juga menjadi kendala
serius. Partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak pemangku kepentingan, serta
konsep pariwisata berkelanjutan, dianggap krusial untuk mengatasi tantangan ini
dan mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama di wilayah Likupang. Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keadaan kawasan wisata di Likupang,
mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pengembangan lokasi wisata
Likupang dan strategi pengembangannya. Metode : Jenis penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan purposive sampling
method. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer
dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan diskusi serta dokumentasi.
Wawancara dan Diskusi dilakukan dengan melaksanakan Sedangkan data sekunder
dikumpulkan dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik dan Kantor
Kabupaten Minahasa Utara. Data dianalisa dengan menggunakan analisis strategi
Bryson. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pantai
Pulisan Likupang masih memiliki banyak kekurangan dari faktor internal maupun
eksternal dimana perlu dutungkatkan lagi pengembangan dan penglolaan objek
wisata Pantai Pulisan. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi
pengembangan objek wisata Pantai Pulisan Likupang dapat dilakukan dengan tetap
menjaga panorama dan kelestarian pantai Strategi yang direkomendasikan
mencakup promosi besar-besaran melalui program pemerintah daerah untuk
menarik pengunjung domestik dan internasional, peningkatan pada kualitas sumber
daya manusia dan fasilitas pendukung,dan taman laut serta berupaya untuk
melengkapi sarana prasarana terutama ketersediaan fasilitas listrik, air dan jaringan
internet. Selanjutnya mempercepat pembangunan jalan penghubung baru dari
bandara ke Likupang sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta
mendirikan pusat informasi wisata bagi para wisatawan. dan kesimpulan yang
ditarik dari penelitian ini adalah dimana strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Minahasa Utara yakni menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik
dengan seluruh pihak yang terkait, meningkatkan fasilitas yang ada, meningkatkan
promosi mengenai informasi tentang pantai Pulisan sehingga dapat menarik
pengunjung. Tetapi ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam
pelaksanaan strategi yang dilakukan yakni kemungkinan terjadinya longsor,
munculnya objek wisata lain yang lebih menarik, kurangnya minat pengunjung dan
juga upaya untuk mengatasinya yakni menjaga panorama dan kelestarian pantai,
melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan mempercepat pembangunan jalan
penghubung dari bandara ke Likupang dan menyiapkan pusat informasi wisata.
pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Minahasa Utara sangat signifikan dengan
penurunan kunjungan wisatawan sejak tahun 2020. Masalah-masalah utama yang
dihadapi termasuk terbatasnya promosi dan infrastruktur pariwisata yang kurang
memadai seperti toilet umum yang tidak layak dan minimnya jaringan internet.
Masalah kebersihan di lokasi wisata, kurangnya penjualan merchandise, serta
perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak matang juga menjadi kendala
serius. Partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak pemangku kepentingan, serta
konsep pariwisata berkelanjutan, dianggap krusial untuk mengatasi tantangan ini
dan mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama di wilayah Likupang. Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keadaan kawasan wisata di Likupang,
mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pengembangan lokasi wisata
Likupang dan strategi pengembangannya. Metode : Jenis penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan purposive sampling
method. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer
dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan diskusi serta dokumentasi.
Wawancara dan Diskusi dilakukan dengan melaksanakan Sedangkan data sekunder
dikumpulkan dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik dan Kantor
Kabupaten Minahasa Utara. Data dianalisa dengan menggunakan analisis strategi
Bryson. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pantai
Pulisan Likupang masih memiliki banyak kekurangan dari faktor internal maupun
eksternal dimana perlu dutungkatkan lagi pengembangan dan penglolaan objek
wisata Pantai Pulisan. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi
pengembangan objek wisata Pantai Pulisan Likupang dapat dilakukan dengan tetap
menjaga panorama dan kelestarian pantai Strategi yang direkomendasikan
mencakup promosi besar-besaran melalui program pemerintah daerah untuk
menarik pengunjung domestik dan internasional, peningkatan pada kualitas sumber
daya manusia dan fasilitas pendukung,dan taman laut serta berupaya untuk
melengkapi sarana prasarana terutama ketersediaan fasilitas listrik, air dan jaringan
internet. Selanjutnya mempercepat pembangunan jalan penghubung baru dari
bandara ke Likupang sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta
mendirikan pusat informasi wisata bagi para wisatawan. dan kesimpulan yang
ditarik dari penelitian ini adalah dimana strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kabupaten Minahasa Utara yakni menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik
dengan seluruh pihak yang terkait, meningkatkan fasilitas yang ada, meningkatkan
promosi mengenai informasi tentang pantai Pulisan sehingga dapat menarik
pengunjung. Tetapi ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam
pelaksanaan strategi yang dilakukan yakni kemungkinan terjadinya longsor,
munculnya objek wisata lain yang lebih menarik, kurangnya minat pengunjung dan
juga upaya untuk mengatasinya yakni menjaga panorama dan kelestarian pantai,
melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan mempercepat pembangunan jalan
penghubung dari bandara ke Likupang dan menyiapkan pusat informasi wisata.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
04993/IPDN/2024 |
354 598 423 1 PIN s |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001193804 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260210090513 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0226000888 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a STRATEGI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PULISAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA /$c PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a PINORI, STEVANO RIDEL SWARZ | 5 |
| 250 | # |
# |
$a - | 6 |
| 300 | # |
# |
$a 15 hlm : $b Ilust ; $c -$e - | 7 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19884 | 8 |
| 700 | _ |
# |
$a Rahmawati Sururama | 9 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 | 10 |
| 082 | # |
# |
$a 354 598 423 1 | 11 |
| 084 | # |
# |
$a 354 598 423 1 PIN s | 12 |
| 020 | # |
# |
$a - | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Pengembangan Pariwisata | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Penulis berfokus pada Dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Minahasa Utara sangat signifikan dengan penurunan kunjungan wisatawan sejak tahun 2020. Masalah-masalah utama yang dihadapi termasuk terbatasnya promosi dan infrastruktur pariwisata yang kurang memadai seperti toilet umum yang tidak layak dan minimnya jaringan internet. Masalah kebersihan di lokasi wisata, kurangnya penjualan merchandise, serta perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak matang juga menjadi kendala serius. Partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak pemangku kepentingan, serta konsep pariwisata berkelanjutan, dianggap krusial untuk mengatasi tantangan ini dan mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama di wilayah Likupang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keadaan kawasan wisata di Likupang, mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pengembangan lokasi wisata Likupang dan strategi pengembangannya. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan purposive sampling method. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan diskusi serta dokumentasi. Wawancara dan Diskusi dilakukan dengan melaksanakan Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik dan Kantor Kabupaten Minahasa Utara. Data dianalisa dengan menggunakan analisis strategi Bryson. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Pantai Pulisan Likupang masih memiliki banyak kekurangan dari faktor internal maupun eksternal dimana perlu dutungkatkan lagi pengembangan dan penglolaan objek wisata Pantai Pulisan. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan objek wisata Pantai Pulisan Likupang dapat dilakukan dengan tetap menjaga panorama dan kelestarian pantai Strategi yang direkomendasikan mencakup promosi besar-besaran melalui program pemerintah daerah untuk menarik pengunjung domestik dan internasional, peningkatan pada kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pendukung,dan taman laut serta berupaya untuk melengkapi sarana prasarana terutama ketersediaan fasilitas listrik, air dan jaringan internet. Selanjutnya mempercepat pembangunan jalan penghubung baru dari bandara ke Likupang sehingga mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta mendirikan pusat informasi wisata bagi para wisatawan. dan kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah dimana strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Utara yakni menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak yang terkait, meningkatkan fasilitas yang ada, meningkatkan promosi mengenai informasi tentang pantai Pulisan sehingga dapat menarik pengunjung. Tetapi ada juga beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan strategi yang dilakukan yakni kemungkinan terjadinya longsor, munculnya objek wisata lain yang lebih menarik, kurangnya minat pengunjung dan juga upaya untuk mengatasinya yakni menjaga panorama dan kelestarian pantai, melengkapi sarana dan prasarana yang ada dan mempercepat pembangunan jalan penghubung dari bandara ke Likupang dan menyiapkan pusat informasi wisata. | 15 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 10 Feb 2026