Detail Katalog

ID: 30856
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA / Muh. Hajarul Aswar

Pengarang:
Muh. Hajarul Aswar ; Agung Nurrahman
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2024
Subjek
Perencanaan Administrasi Negara
Deskripsi Fisik:
27 hlm : illus
Nomor Panggil:
352.340 959 854 23 MUH a
Control Number:
INLIS000000001194081
BIB ID:
0010-0226001165
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang diperlukan penelitian ini yang pertama, belum ada riset atau kajian literatur yang membahas terkait kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Kedua, Adanya website pelayanan dan informasi publik yang tidak dapat diakses. Ketiga, Indeks SPBE Kota Ternate yang rendah seProvinsi Maluku Utara. Keempat, Belum adanya kebijakan terkait Smart City di Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Qualitative. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan egovernment dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Metode: Alasan digunakannya metode ini karena hasil penelitian yang diperoleh menggunakan teori sebagai dasar pemikiran dari awal penelitian atau alat analisis di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Purposive sampling dalam teknik
pengambilan sampel. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 2 teori sebagai alat analisis yaitu pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2007). Kedua, teori smart governance (Giffinger,2007).
Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesiapan e-government dalam mewujudkan
smart governance di Kota Ternate belum bisa terpenuhi secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hambatan seperti, kurangnya infrastruktur, kurangnya SDM yang memiliki kapabilitas dalam bidang IT, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan teknologi informasi.
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, e-government untuk mewujudkan smart
governance di Kota Ternate masih belum berjalan dengan optimal sehingga peneliti memberikan saran Pertama, segera melengkapi infrastruktur penunjang pelaksanaan SPBE seperti command center dan jaringan telekomunikasi. Kedua, Melakukan pelatihan pegawai untuk memperdalam pengetahuan dan skill tentang teknologi informasi. Ketiga, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang
penggunaan Teknologi Informasi untuk mengakses layanan pemerintah.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05093/IPDN/2024 352.340 959 854 23 MUH a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194081 1
005 _ _ 20260211104802 2
035 # # $a 0010-0226001165 3
245 1 # $a ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /$c Muh. Hajarul Aswar 4
100 _ # $a Muh. Hajarul Aswar 5
300 # # $a 27 hlm : $b illus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18934 7
700 _ # $a Agung Nurrahman 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 9
082 # # $a 352.340 959 854 23 10
084 # # $a 352.340 959 854 23 MUH a 11
650 # 4 $a Perencanaan Administrasi Negara 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang diperlukan penelitian ini yang pertama, belum ada riset atau kajian literatur yang membahas terkait kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Kedua, Adanya website pelayanan dan informasi publik yang tidak dapat diakses. Ketiga, Indeks SPBE Kota Ternate yang rendah seProvinsi Maluku Utara. Keempat, Belum adanya kebijakan terkait Smart City di Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Qualitative. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan egovernment dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate. Metode: Alasan digunakannya metode ini karena hasil penelitian yang diperoleh menggunakan teori sebagai dasar pemikiran dari awal penelitian atau alat analisis di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Purposive sampling dalam teknik pengambilan sampel. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 2 teori sebagai alat analisis yaitu pertama, teori kesiapan e-government (Indrajit, 2007). Kedua, teori smart governance (Giffinger,2007). Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesiapan e-government dalam mewujudkan smart governance di Kota Ternate belum bisa terpenuhi secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan beberapa hambatan seperti, kurangnya infrastruktur, kurangnya SDM yang memiliki kapabilitas dalam bidang IT, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan teknologi informasi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, e-government untuk mewujudkan smart governance di Kota Ternate masih belum berjalan dengan optimal sehingga peneliti memberikan saran Pertama, segera melengkapi infrastruktur penunjang pelaksanaan SPBE seperti command center dan jaringan telekomunikasi. Kedua, Melakukan pelatihan pegawai untuk memperdalam pengetahuan dan skill tentang teknologi informasi. Ketiga, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan Teknologi Informasi untuk mengakses layanan pemerintah. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name