Detail Katalog

ID: 31540
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN / Muh. Idhil Adha

Pengarang:
Muh. Idhil Adha
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Keuangan Daerah
Deskripsi Fisik:
16 : Ilus
Nomor Panggil:
352.459 842 MUH a
Control Number:
INLIS000000001194764
BIB ID:
0010-0326000211
Catatan
Perbandingan antara pendapatan asli daerah yang kecil dengan besarnya pendapatan transfer terhadap kinerja keuangan menjadikan Kota Makassar masih bergantung pada pemasukan pendapatan transfer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah daerah Kota Makassar tahun anggran 2017-2021, mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan kinerja keuangan, menjelaskan upaya dalam pelaksanaan kinerja keuangan. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskripstif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah Laporan Realisasi APBD Kota Makassar sebagai data sekunder dan data primer yaitu hasil wawancara dari Informan yang ada di BPKAD Kota Makassar. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data, deskripsi data melalui analisis rasio keuangan dan penarikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan analisis rasio derajat desentralisasi desentralisasi fiskal di kota makassar yaitu tidak kurang dari 40% yang dikategorikan sedang, analisis rasio ketegantungan daerah sebesar 60% termasuk pada presentase >50,00. Perhitungan kontribusi pendapatan transfer yang tinggi terhadap pendapatan daerah menunjukkan bahwa ketergantungan daerah Kota Makassar sangat tinggi. Analisis rasio kemandirian daerah menunjukkan angka yang berkisar pada 50-75%. Artinya selama 5 tahun kemandirian daerah Pemerintah Kota Makassar dikategorikan sedang dengan pola hubungan yang bersifat partisipatif. Analisis rasio efektivitas penerimaan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2017 dan tahun 2020 menunujukkan efektivitas pengelolaan PAD berkisar 90% - 99% menunjukkan kriteria cukup efektif. Tahun 2018,2019 dan 2021 menunjukkan hasil rasio yang berkisar 75% - 89% berarti kriteria yang kurang efektif untuk pengelolaan PAD. Kesimpulan: Untuk mengatatasi permasalahan tersersebut saran peneliti yakni dengan mengoptimalkan kembali peningkatan terhadap intensifikasi dan ekstensifikasi sumber sumber pendapatan sesuai potensi yang ada, mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, Menguatkan pendapatan asli daerah melalui upaya normatif yang membenahi prosedur pemungutan pendapatan asli daerah menjadi efisien.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06513/IPDN/2023 352.459 842 MUH a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194764 1
005 _ _ 20260316015123 2
035 # # $a 0010-0326000211 3
245 1 # $a ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c Muh. Idhil Adha 4
100 _ # $a Muh. Idhil Adha 5
300 # # $a 16 : $b Ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14605 7
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 8
082 # # $a 352.459 842 9
084 # # $a 352.459 842 MUH a 10
650 # 4 $a Keuangan Daerah 11
520 # # $a Perbandingan antara pendapatan asli daerah yang kecil dengan besarnya pendapatan transfer terhadap kinerja keuangan menjadikan Kota Makassar masih bergantung pada pemasukan pendapatan transfer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah daerah Kota Makassar tahun anggran 2017-2021, mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan kinerja keuangan, menjelaskan upaya dalam pelaksanaan kinerja keuangan. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskripstif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah Laporan Realisasi APBD Kota Makassar sebagai data sekunder dan data primer yaitu hasil wawancara dari Informan yang ada di BPKAD Kota Makassar. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data, deskripsi data melalui analisis rasio keuangan dan penarikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan analisis rasio derajat desentralisasi desentralisasi fiskal di kota makassar yaitu tidak kurang dari 40% yang dikategorikan sedang, analisis rasio ketegantungan daerah sebesar 60% termasuk pada presentase >50,00. Perhitungan kontribusi pendapatan transfer yang tinggi terhadap pendapatan daerah menunjukkan bahwa ketergantungan daerah Kota Makassar sangat tinggi. Analisis rasio kemandirian daerah menunjukkan angka yang berkisar pada 50-75%. Artinya selama 5 tahun kemandirian daerah Pemerintah Kota Makassar dikategorikan sedang dengan pola hubungan yang bersifat partisipatif. Analisis rasio efektivitas penerimaan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2017 dan tahun 2020 menunujukkan efektivitas pengelolaan PAD berkisar 90% - 99% menunjukkan kriteria cukup efektif. Tahun 2018,2019 dan 2021 menunjukkan hasil rasio yang berkisar 75% - 89% berarti kriteria yang kurang efektif untuk pengelolaan PAD. Kesimpulan: Untuk mengatatasi permasalahan tersersebut saran peneliti yakni dengan mengoptimalkan kembali peningkatan terhadap intensifikasi dan ekstensifikasi sumber sumber pendapatan sesuai potensi yang ada, mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, Menguatkan pendapatan asli daerah melalui upaya normatif yang membenahi prosedur pemungutan pendapatan asli daerah menjadi efisien. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 16 Mar 2026
Export