Detail Katalog

ID: 31612
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Maria Intan Bere Besin

Pengarang:
Maria Intan Bere Besin ; Widodo Sigit Pudjianto
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Stunting
Deskripsi Fisik:
9
Nomor Panggil:
362.196 390 959 853 1 MAR o
Control Number:
INLIS000000001194836
BIB ID:
0010-0326000283
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis berfokus pada permasalahan masih tingginya angka prevalensi stunting di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu, yang menunjukkan bahwa kualitas penduduk dalam aspek kesehatan belum terpenuhi dengan baik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis cara optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat dalam optimalisasi program penanganan stunting Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Optimalisasi dari Hotniar Siringorigo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu program penanganan stunting di Kabupaten Belu difokuskan untuk beberapa kecamatan yang masih tinggi angka stunting. Upaya pemerintah dalam optimalisasi penanganan stunting salah satunya program Keluarga Berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk. Kebijakan yang dibuat membuahkan hasil baik dan prevalensi stunting dapat ditekan, serta terdapat ketersediaan sarana prasaran kesehatan, tenaga penanganan stunting dan adanya kerjasama antar segala pihak, baik dari pemerintah sampai masyarakat. Namun ditemukan juga kendala yaitu kurang kesadaran dan pengetahuan ibu, serta dibutuhkan tambahan fasilitas kesehatan dan tenaga petugas yang menangani stunting. Kesimpulan: Optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu sudah berjalan dengan baik dan optimal, namun tetap membutuhkan peningkatan pada program yang dilakukan serta partisipasi dari semua lapisan lintas sektor. Dan dibutuhkan peningkatan saranan prasarana kesehatan dan tenaga penanganan yang menangani stunting.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06583/IPDN/2023 362.196 390 959 853 1 MAR o Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 14 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194836 1
005 _ _ 20260317020305 2
035 # # $a 0010-0326000283 3
035 # # $a 0010-0326000282 4
245 1 # $a OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Maria Intan Bere Besin 5
100 _ # $a Maria Intan Bere Besin 6
300 # # $a 9 7
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13566 8
700 _ # $a Widodo Sigit Pudjianto 9
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 10
082 # # $a 362.196 390 959 853 1 11
084 # # $a 362.196 390 959 853 1 MAR o 12
650 # 4 $a Stunting 13
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis berfokus pada permasalahan masih tingginya angka prevalensi stunting di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu, yang menunjukkan bahwa kualitas penduduk dalam aspek kesehatan belum terpenuhi dengan baik.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis cara optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu, untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat dalam optimalisasi program penanganan stunting Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Optimalisasi dari Hotniar Siringorigo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu program penanganan stunting di Kabupaten Belu difokuskan untuk beberapa kecamatan yang masih tinggi angka stunting. Upaya pemerintah dalam optimalisasi penanganan stunting salah satunya program Keluarga Berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk. Kebijakan yang dibuat membuahkan hasil baik dan prevalensi stunting dapat ditekan, serta terdapat ketersediaan sarana prasaran kesehatan, tenaga penanganan stunting dan adanya kerjasama antar segala pihak, baik dari pemerintah sampai masyarakat. Namun ditemukan juga kendala yaitu kurang kesadaran dan pengetahuan ibu, serta dibutuhkan tambahan fasilitas kesehatan dan tenaga petugas yang menangani stunting. Kesimpulan: Optimalisasi program penanganan stunting di Kabupaten Belu sudah berjalan dengan baik dan optimal, namun tetap membutuhkan peningkatan pada program yang dilakukan serta partisipasi dari semua lapisan lintas sektor. Dan dibutuhkan peningkatan saranan prasarana kesehatan dan tenaga penanganan yang menangani stunting. 14
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name