Detail Katalog

ID: 31644
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

ANALISIS PEMBIAYAAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PUBLIK DI DAERAH MELALUI SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH DENGAN BADAN USAHA / Aldinovitra

Pengarang:
Aldinovitra
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Pembangunan ekonomi
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
338.909 598 ALD a
Control Number:
INLIS000000001194868
BIB ID:
0010-0426000013
Catatan
Masalah/ Latar Belakang (GAP): Pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) ini perkembangannya belum berjalan sesuai harapan. Realisasi proyek pembangunan infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) terkendala oleh berbagai hal, seperti isu pembebasan lahan, revenue stream terkait kepastian pengembalian dana pihak swasta, kapasitas Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) yang kurang memadai untuk mempersiapkan proyek kerjasama terkait lingkup dan cakupan proyek, serta terlalu banyaknya izin yang diperoleh dari berbagai otoritas terkait dan kendala sinkronisasi peraturan daerah dengan pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dari skema pembiayaan infrastruktur yaitu Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha Availability Payment di Indonesia dan daerah yang diambil sebagai contoh yang sudah menerapkan skema tersebut yaitu Dharmasraya dan Madiun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dengan cara cara wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil / Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahwa dari tiga indikator kemitraan dalam pembiayaan infrastruktur, masing-masing indikator masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaan KPDBU khususnya di Dharmasraya dan Madiun. Masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi pemerintah dengan cara mengoptimalkan program-program pemerintah serta membangun infrastruktur dengan skema KPDBU. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan KPDBU diantaranya memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap calon-calon pemrakarsa dalam mengelola dokumen KPDBU, melakukan sinkronisasi program baik antara eksekutif dan legislatif, diharapkan pemda konsisten terhadap program KPDBU, meminta bantuan dari pemerintah pusat atau melakukan kerjasama dengan konsultan.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06602/IPDN/2023 338.909 598 ALD a Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 12 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001194868 1
005 _ _ 20260403110240 2
035 # # $a 0010-0426000013 3
245 1 # $a ANALISIS PEMBIAYAAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PUBLIK DI DAERAH MELALUI SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH DENGAN BADAN USAHA /$c Aldinovitra 4
100 _ # $a Aldinovitra 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14616 7
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 8
082 # # $a 338.909 598 9
084 # # $a 338.909 598 ALD a 10
650 # 4 $a Pembangunan ekonomi 11
520 # # $a Masalah/ Latar Belakang (GAP): Pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) ini perkembangannya belum berjalan sesuai harapan. Realisasi proyek pembangunan infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) terkendala oleh berbagai hal, seperti isu pembebasan lahan, revenue stream terkait kepastian pengembalian dana pihak swasta, kapasitas Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) yang kurang memadai untuk mempersiapkan proyek kerjasama terkait lingkup dan cakupan proyek, serta terlalu banyaknya izin yang diperoleh dari berbagai otoritas terkait dan kendala sinkronisasi peraturan daerah dengan pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dari skema pembiayaan infrastruktur yaitu Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha Availability Payment di Indonesia dan daerah yang diambil sebagai contoh yang sudah menerapkan skema tersebut yaitu Dharmasraya dan Madiun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dengan cara cara wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil / Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahwa dari tiga indikator kemitraan dalam pembiayaan infrastruktur, masing-masing indikator masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaan KPDBU khususnya di Dharmasraya dan Madiun. Masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi pemerintah dengan cara mengoptimalkan program-program pemerintah serta membangun infrastruktur dengan skema KPDBU. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan KPDBU diantaranya memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap calon-calon pemrakarsa dalam mengelola dokumen KPDBU, melakukan sinkronisasi program baik antara eksekutif dan legislatif, diharapkan pemda konsisten terhadap program KPDBU, meminta bantuan dari pemerintah pusat atau melakukan kerjasama dengan konsultan. 12
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 03 Apr 2026
Export