Detail Katalog

ID: 31783
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PENATAUSAHAAN ASET TETAP DALAM MENINGKATKAN KINERJA LAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DI PROVINSI DKI JAKARTA / Arif Satriawan

Pengarang:
Arif Satriawan ; Marja Sinurat
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Administrasi Pemerintah Daerah
Deskripsi Fisik:
13 : ilus
Nomor Panggil:
352.150 959 822 ARI p
Control Number:
INLIS000000001195007
BIB ID:
0010-0426000152
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada permasalahan berkaitan dengan identifikasi dan pengumpulan aset, penatausahaan dan pelaporan aset, serta monitoring pada aset tetap di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan: 2 untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan penatausahaan aset tetap serta hambatan dan upaya yang tepat dalam meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang transparan dan akuntabel di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan sesuai dengan teori dari Moermahadi mengenai pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan untuk meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Hasil/Temuan: Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah terbilang baik, karena penatausahaan yang dilakukan sesuai dengan 3 (tiga) dimensi yang digunakan yaitu pembukuan dengan pencatatan yang dikelompokkan, inventarisasi yang sesuai antara data aset dan aset yang berada dilapangan, dan pelaporan yang dilakukan secara teratur. Kesimpulan: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki hambatan terutama dalam pelaksanaan penatausahaan aset tetap yang dilakukan BPAD seperti kesulitan pencatatan dan memperoleh kelengkapan dokumen kepemilikan, adanya ketidaksesuaian antara aset yang tertulis dan barang yang ada di lapangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut agar dapat meningkatkan laporan keuangan pemerintah yang lebih transparan dan akuntabel. Saran dari penulis sebaiknya pemerintah harus lebih terbuka dan bertanggungjawab terhadap penatausahaan aset tetap.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06721/IPDN/2023 352.150 959 822 ARI p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195007 1
005 _ _ 20260407014321 2
035 # # $a 0010-0426000152 3
245 1 # $a PENATAUSAHAAN ASET TETAP DALAM MENINGKATKAN KINERJA LAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DI PROVINSI DKI JAKARTA /$c Arif Satriawan 4
100 _ # $a Arif Satriawan 5
300 # # $a 13 : $b ilus 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12704 7
700 _ # $a Marja Sinurat 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 352.150 959 822 10
084 # # $a 352.150 959 822 ARI p 11
650 # 4 $a Administrasi Pemerintah Daerah 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): (Berisi background yang melatarbelakangi penelitian). Penulis berfokus pada permasalahan berkaitan dengan identifikasi dan pengumpulan aset, penatausahaan dan pelaporan aset, serta monitoring pada aset tetap di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan: 2 untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan penatausahaan aset tetap serta hambatan dan upaya yang tepat dalam meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang transparan dan akuntabel di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif serta menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan sesuai dengan teori dari Moermahadi mengenai pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan untuk meningkatkan laporan keuangan pemerintah daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Hasil/Temuan: Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah terbilang baik, karena penatausahaan yang dilakukan sesuai dengan 3 (tiga) dimensi yang digunakan yaitu pembukuan dengan pencatatan yang dikelompokkan, inventarisasi yang sesuai antara data aset dan aset yang berada dilapangan, dan pelaporan yang dilakukan secara teratur. Kesimpulan: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki hambatan terutama dalam pelaksanaan penatausahaan aset tetap yang dilakukan BPAD seperti kesulitan pencatatan dan memperoleh kelengkapan dokumen kepemilikan, adanya ketidaksesuaian antara aset yang tertulis dan barang yang ada di lapangan, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut agar dapat meningkatkan laporan keuangan pemerintah yang lebih transparan dan akuntabel. Saran dari penulis sebaiknya pemerintah harus lebih terbuka dan bertanggungjawab terhadap penatausahaan aset tetap. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name