Detail Katalog

ID: 31793
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR / Wamai Abdul Barru Dhebuja Musnamar

Pengarang:
Wamai Abdul Barru Dhebuja Musnamar ; Raddana
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
Subjek
Banjir
Deskripsi Fisik:
14
Nomor Panggil:
363.349 365 982 8 WAM p
Control Number:
INLIS000000001195017
BIB ID:
0010-0426000162
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tahun 2021 bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah banjir. Kota Kediri sendiri merupakan salah satu kota yang dilanda bencana banjir. Kecamatan Mojoroto menjadi lokasi paling sering terjadinya bencana tersebut. Untuk itu BPBD Kota Kediri memfokuskan pemberdayaan masyarakat mitigasi bencana banjir. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan, skill, dan kepedulian masyarakat,sehingga dapat meminimalisir kejadian bencana banjir di Kecamatan Mojoroto. Fokus BPBD dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yaitu membentuk dan mengembangkan organisasi kemasyarakatan terkait dengan kebencanaan, meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, berkolaborasi dengan OPD terkait lainnya dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat seperti pelestarian lingkungan, pemeliharaan sarana dan prasarana, dan pembangunan berkelanjutan. Itu semua dilakukan untuk memenuhi indikator pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BPBD. Metode: Dalam penulisan ini Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Sumber data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan ASN BPBD Kota Kediri, dan Organisasi perangkat daerah terkait lainnya, serta wawancara dan observasi perangkat kelurahan dan masyarakatnya di kelurahan yang terdampak banjir di Kecamatan Mojoroto. Hasil/Temuan: Hasil temuan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Mojoroto seperti sosialisasi, pelatihan, kolaborasi dengan masyarakat sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti belum adanya jadwal rutin dan konsisten dalam melakukan forum diskusi pengurangan resiko bencana, belum meluasnya sosialisasi dan pelatihan yang diterima oleh masyarakat kelurahan terdampak banjir, masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang tinggi. Kesimpulan: Kedepannya diharapkan BPBD membuat jadwal rutin untuk membahas permasalahan bersama masyarakat, memberikan sosialisasi dan pelatihan secara online untuk cakupan yang lebih luas.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06729/IPDN/2023 363.349 365 982 8 WAM p Baca di tempat Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Format MARC21 - Total 13 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000001195017 1
005 _ _ 20260407020259 2
035 # # $a 0010-0426000162 3
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR /$c Wamai Abdul Barru Dhebuja Musnamar 4
100 _ # $a Wamai Abdul Barru Dhebuja Musnamar 5
300 # # $a 14 6
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15351 7
700 _ # $a Raddana 8
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 9
082 # # $a 363.349 365 982 8 10
084 # # $a 363.349 365 982 8 WAM p 11
650 # 4 $a Banjir 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tahun 2021 bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah banjir. Kota Kediri sendiri merupakan salah satu kota yang dilanda bencana banjir. Kecamatan Mojoroto menjadi lokasi paling sering terjadinya bencana tersebut. Untuk itu BPBD Kota Kediri memfokuskan pemberdayaan masyarakat mitigasi bencana banjir. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan, skill, dan kepedulian masyarakat,sehingga dapat meminimalisir kejadian bencana banjir di Kecamatan Mojoroto. Fokus BPBD dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yaitu membentuk dan mengembangkan organisasi kemasyarakatan terkait dengan kebencanaan, meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, berkolaborasi dengan OPD terkait lainnya dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat seperti pelestarian lingkungan, pemeliharaan sarana dan prasarana, dan pembangunan berkelanjutan. Itu semua dilakukan untuk memenuhi indikator pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BPBD. Metode: Dalam penulisan ini Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Sumber data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan ASN BPBD Kota Kediri, dan Organisasi perangkat daerah terkait lainnya, serta wawancara dan observasi perangkat kelurahan dan masyarakatnya di kelurahan yang terdampak banjir di Kecamatan Mojoroto. Hasil/Temuan: Hasil temuan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Mojoroto seperti sosialisasi, pelatihan, kolaborasi dengan masyarakat sudah cukup baik, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti belum adanya jadwal rutin dan konsisten dalam melakukan forum diskusi pengurangan resiko bencana, belum meluasnya sosialisasi dan pelatihan yang diterima oleh masyarakat kelurahan terdampak banjir, masih ada masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang tinggi. Kesimpulan: Kedepannya diharapkan BPBD membuat jadwal rutin untuk membahas permasalahan bersama masyarakat, memberikan sosialisasi dan pelatihan secara online untuk cakupan yang lebih luas. 13
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name